Google Chrome, Disaster atau penolong para webdeveloper?
September 6th, 2008, 5 KomentarBeberapa hari yang lalu Google mengumumkan telah mengeluarkan browser mereka yang bernama “Google Chrome”. Dengan tampilan menawan, sleek, simple, dst…dst… browser ini cukup menggiurkan untuk dicoba…. walaupun sampe saat ini ane blom coba sama sekali ni browser. Alesannya? kudu nyoba dikantor karena pake Windos karena blom ada versi Linuxnya…. Namanya masih beta ya harap dimaklum deh…… Jadi blom bisa komentar banyak gimana rasanya ni browser….
Namun yang jadi masalah….. bisa-bisa browser ini pun nantinya akan menjadi masalah baru buat para webdeveloper, karena dengan makin banyaknya variasi browser akan semakin banyak pula kerjaan untuk kompatibilitas sebuah karya web.
Pada dasarnya Google Chrome ini bukan dibuat dari “nol”, melainkan menggunakan Engine Webkit yang digunakan Safari browsernya Macintosh turunan dari KHTML punyanya Konqueror browsernya KDE. Sehingga, sebenernya kita ga perlu skeptik dengan hal ini, tergantung dari seberapa antusias om Google untuk menguasai pasar browser. Apabila penambahan-penambahan dilakukan Google lebih banyak bermain di feature dan polish (eye candy) ane rasa tidak akan membawa efek negatif bahkan akan memberikan variasi yang semakin banyak didunia browser.
Akan tetapi dengan semakin banyak Google Chrome bermain dengan Engine, akan semakin besar pula gap perubahan terhadap standarisasi web browser tersebut yang ujung-ujungnya akan berimplikasi terhadap “huru-hara” disain web seperti yang selama ini terjadi beberapa ketidakcocokan layout CSS yang di miliki oleh Internet Explorer dengan mayoritas browser-browser lainnya.
Intinya, apakah browser ini nantinya akan jadi disaster buat para webdeveloper ataukah akan menjadi penolong dengan semakin banyaknya orang-orang meninggalkan engine IE yang notabene tidak standar itu dengan browser-browser lain. Just one hope to Google Chrome browser. Please don’t give us other junk browser like …..
Artikel lainnya...
- Google Chrome for Linux
- Open Source adalah alternatif? No, Open Source adalah pilihan utama!
- Zencafe across the globe
- Blog Seleb atau Blog Saleb?
- Mencari cara efektif melakukan blok website porno
Tag: Firefox, Google, Internet Explorer, Konqueror, Linux, Webdesign
5 Komentar »
Beri Komentar
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


dani
September 22nd, 2008
makin banyak pilihan bs makin bingung jg ya..google chrome, midori..
asal mrk make pakem standar spt tes acid 1 & 2, w3c..saya support w3c..
rotyyu
October 1st, 2008
Hmmm.. kalau dilihat dari trek rikod si Oom sih, dia sangat mendukung gerakan Open Source tuh, jadi ga perlu terlalu khawatir lah, saya yakin mereka juga mendukung standar engine web browser yg sudah ada saat ini. Semoga..
A. Hardiena
October 10th, 2008
yups, soal open source nya treknya om google seh ga perlu di khawatirin keknya. ini cuma mslh standar engine browser aja, anyway dalam waktu dekat bakalan ada google chrome untuk linux dan mac, soalny source codenya sendiri sudah di publish dengan nama chromium walaupun masih dalam bentuk early alpha.
wejick
October 16th, 2008
Gk tau nanti yang menang siapa? Google memutuskan buat ikut standart ato standart ikut google!
JAUHDIMATA
October 26th, 2008
memperbaiki yang lama lebih baik dari pada mengambil yang baru