<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>A. Hardiena Personal Blog &#187; Bisnis</title>
	<atom:link href="http://www.ahardiena.web.id/tag/bisnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ahardiena.web.id</link>
	<description>A. Hardiena Personal Blog - Provided Business, Linux and Webdesign articles with personal touch for your simple pleasure.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Mar 2010 16:18:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Starter Entrepreneur, keep it (business) simple!</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/keep-entrepreneur-business-simple/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/business/keep-entrepreneur-business-simple/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 08:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[Middle Man]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Wiraswasta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Terus terang ane merasa ane belum termasuk satu dari sekian banyak pengusaha yang sukses. Masih jauh ketertinggalan yang ane rasakan. Banyak temen yang bilang klo ane tipe orang yang safety player, pengusaha dan wiraswasta yang berbisnis dengan mencari cara aman. Walaupun menurut ane tidak 100% apa yang mereka katakan benar, karena dalam hal bisnis selalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terus terang ane merasa ane belum termasuk satu dari sekian banyak pengusaha yang sukses. Masih jauh ketertinggalan yang ane rasakan. Banyak temen yang bilang klo ane tipe orang yang safety player, pengusaha dan wiraswasta yang berbisnis dengan mencari cara aman. Walaupun menurut ane tidak 100% apa yang mereka katakan benar, karena dalam hal bisnis selalu ada unsur yang namanya gambling. Namun 1 hal yang pasti, sampai saat ini ane belum tertarik untuk mengembangkan my business style dari &#8220;entrepreneur&#8221; ke &#8220;big coy ltd&#8221;. Perusahaan yang ane punya, dari dulu sampe sekarang masih memiliki struktur yang tidak sebesar perusahaan-perusahaan pada umumnya gunakan, demikian juga warnet. Progress percepatan usaha ane pun tidak bombastis. Perputaran uang pun tidak terlalu besar, masih puluhan juta perbulan belum ratusan juta atau milyaran rupiah kek kebanyakan entrepreneur lain. Keep on track and playing safe istilah ane.</p>
<p>Dari awal karir waktu jadi &#8220;pesaing guru&#8221; dengan jual disket &#8220;kipas sate&#8221; yang berisi DOS, WS, Lotus (I&#8217;m sorry for my highschool computer lecture at SMA 3 Bekasi for that, if you read this page of course <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ) pada waktu SMA, teknisi cabutan, jadi guru komputer, mendirikan badan usaha tahun 1999, buka warnet pada tahun 2000 sampai sekarang, I always on track, tidak pernah keluar dari usaha yang namanya komputer. Banyak sih teman-teman yang datang menawarkan bisnis lain. But selalu ane tolak dengan halus. Jangan terlalu berharap datang nemuin ane dengan ide gemilang bahwa usaha yang ente tawarkan akan menghasilkan sekian milyar langsung ane terima mentah-mentah. Ane tidak akan tertarik menceburkan diri apabila ane belum tau bagaimana menjalani dan mengatasinya. Mungkin memang ane termasuk orang yang takut akan perubahan, terutama perubahan bisnis radikal, dari selama ini bidang komputer yang ane tekuni ke bidang yang belum pernah ane jamah, atau bidang yang belum ane kuasai. Mungkin juga ane termasuk orang yang berpikiran tidak terlalu mau pusing dengan hal-hal yang tidak fokus dan harus terbagi-bagi.</p>
<p>Untuk setiap bidang yang ane tekuni, sedikit banyak ane terlibat langsung dalam struktur. Bisa dibilang tidak ada istilah &#8220;middle-man&#8221; di perusahaan yang ane punya ataupun warnet yang ane miliki (struktur organisasi entrepreneur berdasarkan pemahaman ane ada di bawah halaman ini). I like to control my coy (perusahaan), i like to be there, namun bukan berarti ane suka mencampuri apa yang karyawan kerjakan. Just do it with your style, as long as still on track. Selama apa yang mereka lakukan beres dan tidak berpotensi merugikan perusahaan, silahkan mereka lakukan dengan cara yang menurut mereka tepat.</p>
<p>Kenapa sih ane tidak melakukan sebagaimana temen-temen pengusaha yang lain? Bikin perusahaan, cari staff bidang akunting, hrd, dst, terus cari karyawan untuk masing2 bagian? Kan dengan cara ini akan jauh lebih enak, lebih leluasa buat bergerak.</p>
<p>Cara yang mereka lakukan adalah benar! Ane tidak menyalahkan, dan ane sependapat dengan mereka. Namun menurut ane cara ini sangat tidak efektif, tidak efisien untuk anda yang berusaha dengan modal pas-pasan, atau bisa dibilang merangkak dari bawah (it&#8217;s same like my coy, like i say before, i started my coy from bottom-line). Disatu pihak cara ini membutuhkan biaya. Di pihak lain cara ini akan membuat anda tidak bisa mengkontrol usaha anda. tapi ingat bukan berarti anda tidak perlu memperkerjakan karyawan, semua di handle sendiri dan ini salah besar! Selalu sisakan waktu anda untuk melakukan inovasi, don&#8217;t just stop there, jangan habiskan waktu anda hanya untuk mengerjakan pekerjaan yang sebenernya bisa dilakukan orang lain, selalu sisakan waktu anda.</p>
<p>Akan sangat sangat sakit apabila ada masalah! Siap-siap anda collaps! Kecuali anda memang punya reserve money untuk ngebackupnya. Klo ga? bisa-bisa nangis bombay deh <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dengan membuat perusahaan yang kita kelola tetap simple, dengan tetap membuat perusahaan kita berjalan dengan struktur yang masih bisa kita kontrol dan ter-menej dengan baik, sedikit banyak kita bisa antisipasi pada saat ada masalah, sehingga klo di ibaratkan jatuh dari sepeda, kita cuma menderita lecet-lecet kecil.</p>
<p>So, buat temen-temen yang baru buka usaha dan tidak didukung dana yang  besar, jangan takut untuk tetap terlibat di usaha yang anda tekuni (banyak starter entreprenur yang ane lihat, pada saat buka usaha langsung beranggapan bahwa dirinya bos, ga perlu melakukan ini itu). Cari karyawan untuk membantu operasional anda, namun carilah sesuai kebutuhan anda, tetap libatkan diri anda untuk hal-hal yang memang bisa anda kerjakan. Namun jangan lupa, jangan jebloskan diri anda 100% disitu, jangan beranggapan diri anda adalah superman dan bisa melakukan semuanya sendiri. No body can do everything, keep specialist and do what you can do only, nothing else. Tetap sediakan waktu luang dan energi agar anda dapat tetap melakukan inovasi, agar anda dapat meningkatkan income anda. Hey, I still &#8220;IT guy&#8221; for my own internet cafe, that&#8217;s why I use Linux for my Internet cafe OS, it&#8217;s help me much to maintain that! No viruses, no ugly probs (BSOD, etc), no ilegal use anxious and no pain <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.ahardiena.web.id/wp-content/uploads/2008/11/struktur1.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-146" title="Struktur Entrepreneur" src="http://www.ahardiena.web.id/wp-content/uploads/2008/11/struktur1-300x225.png" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
Struktur Small Business Entrepreneur</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.ahardiena.web.id/wp-content/uploads/2008/11/struktur2.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-147" title="Struktur Perusahaan" src="http://www.ahardiena.web.id/wp-content/uploads/2008/11/struktur2-300x225.png" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
Struktur Perusahaan pada umumnya</p>
<p>It&#8217;s doesn&#8217;t mean you must believe my opinion. i can&#8217;t judge this business strategy fit for you or not. It&#8217;s work for mine, but doesn&#8217;t mean it&#8217;s work for you too. Be wise for that, this is just five cent from small entrepreneur people&#8230;..</p>
<p>Please share you opinion&#8230; if you think you have other great strategy, please don&#8217;t mind to share with us&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/business/keep-entrepreneur-business-simple/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kredit, Antara Bos dan Karyawan</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/kredit-antara-bos-dan-karyawan/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/business/kredit-antara-bos-dan-karyawan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 07:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.uni.cc/business/kredit-antara-bos-dan-karyawan/</guid>
		<description><![CDATA[Sebenernya ini bukan sebuah analisa, bahkan bisa ane bilang cukup bias. Karena ini tidak mewakili perusahaan kredit secara keseluruhan. Ini cuma kejadian kecil yang ane alami. Ga terlalu kruasial dan ga harus dipermasalahkan.
Kejadiannya beberapa waktu yang lalu ane iseng liat produk di toko temen, karena ga ada uang cash ane mo urungkan niat deh, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenernya ini bukan sebuah analisa, bahkan bisa ane bilang cukup bias. Karena ini tidak mewakili perusahaan kredit secara keseluruhan. Ini cuma kejadian kecil yang ane alami. Ga terlalu kruasial dan ga harus dipermasalahkan.</p>
<p>Kejadiannya beberapa waktu yang lalu ane iseng liat produk di toko temen, karena ga ada uang cash ane mo urungkan niat deh, tapi rupanya tokonya terima kredit. Wuah mayan nih, pengen ngerasain yang namanya belanja nyicil&#8230; Karena sistem kredit di toko temen ini menggunakan leasing, ngurus-ngurus deh tuh, padahal ane seumur2 belom pernah beli barang dengan sistem kredit&#8230;. Ane siapin deh tuh kebutuhannya, karena ane wiraswasta, yang dibutuhkan Fotokopi KTP, SIUP, NPWP dan rekening koran, berhubung rekening koran hanya terbit 1 bulan sekali dan diawal bulan akhirny disetujui ga perlu rekening koran, cukup fotokopi tabungan, wah klo tabungan ane agak bermasalah, karena tabungannya biasanya cuma dipake buat transaksi alias terima transferan doang duit ditabungan sifatnya cuma lewat, masuk terus keluar lagi&#8230; ga ada duitnya&#8230;. but who care, adanya cuma itu&#8230;</p>
<p>Angka yang dikreditpun biasa aja. Klo mo sabar tahan napas satu bulan bisa lah kebeli&#8230;. Karena memang tujuannya pengen nyobain yang namanya belanja nyicil ga masalah lah, ane ambil deh tuh kreditan. Nah yang sedikit lucu proses yang ane alami selama pengajuan aplikasi ini&#8230;. Dari temen anenya seh ga masalah, malah beliau sangat ngebantu ane untuk masalah proses di tokonya&#8230;. Tinggal masalah di pihak kredit&#8230;. Untuk dapat disetujui, pihak kredit melakukan survey sana sini, survey kerumah, survey kantor trus telpon sana telpon sini yang menurut ane &#8220;cukup&#8221; bikin repot&#8230; Ampe bisa dibilang seluruh dunia tau klo ane gi ngambil kredit&#8230; cape deh&#8230;. Tau gini mending bayar cash deh&#8230;.</p>
<p>Jauh berbeda dengan pengalaman karyawan ane pada saat dia kredit motor yang harganya sekian lipat dari harga kredit yang ane ajukan&#8230; Cukup kasih foto kopi KTP sama slip gaji terakhir. Prosesnya pun jauh lebih mudah, Pihak kredit menelpon kekantor (ga sampe dateng survey kekantor segala) dan habis itu survey kerumah, selesai beberapa hari kemudian dikirim deh tuh motor yang notabene harga kreditnya jauh lebih mahal daripada harga kredit ane yang &#8220;cuma&#8221; separonya, Ga harus tau apakah tu karyawan bayar pajak apa ngga, Ga harus tau apakah tempat tu karyawan kerja fiktif atau ngga, dan sebagainya&#8230;. Bertolak belakang dengan klo kita ngajuin bukan sebagai karyawan, di minta NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) lah, di minta SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) lah banyak deh &#8230;..</p>
<p>Klo tau gitu, nyamar jadi karyawan deh, mungkin kejadiannya ga akan serepot yang ane alami, tinggal bikin slip gaji, terus suruh sapa kek tanda tangan, sekretaris kek, bendahara kek sapa lah&#8230;.. Beres deh&#8230;.. Lagian ane ga kepikiran sampe situ, orang namanya juga iseng-iseng&#8230;</p>
<p>Dari kejadian ini, kesimpulan sementara yang ane ambil Wiraswasta ngga cocok untuk kredit barang&#8230;.. Perusahaan kredit jauh lebih percaya karyawan yang ane gaji dibanding ane selaku &#8220;bos&#8221; yang menggaji karyawan ???? Cape deh&#8230;</p>
<p>Mudah-mudahan sih ini cuma unique case aja, cuma kejadian yang ane alami&#8230;. Mudah-mudahan ga dialami ma temen-temen yang lain&#8230;.. <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/business/kredit-antara-bos-dan-karyawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
