Blog Seleb atau Blog Saleb?
January 8th, 2007, 2 KomentarSebenernya soal ini sudah cukup “basi” untuk diangkat, hanya saja kok rasanya gerah juga mendengar pro kontra yang berkembang dan sampai saat ini masih terus berkembang.
Sedikit banyak saya setuju dengan pendapat Harry Sufehmi, walaupun saya akui pengunjung blog saya tidak sebanyak para blog seleb, hanya dikunjungi ratusan teman setiap hari dan tidak banyak yang memberikan komentar, jauh lebih sedikit dibandingkan para blog seleb yang mungkin ribuan pengunjung perhari?. Namun buat saya pribadi itu sudah lebih dari cukup dan memberikan kepuasan tersendiri, karena dari situ saya bisa tahu bahwa misi saya untuk “berbagi” telah membuahkan hasil.
Apa sih sebenarnya Blog Seleb? Bagi para pembaca setia blog, istilah ini kerap didengar dan seolah-olah mengkultuskan penulis blog favorit mereka, whatever lah istilahnya, yang jelas bisa dibilang blog para penulis di jajaran “Blog Seleb” ini bisa dibilang salah satu situs yang pertama kali dibuka para “penggemarnya”.
Banyaknya komentar di blog penulis seolah-olah menjadi ukuran keberhasilan penulis blog, namun benarkah demikian adanya? Walaupun seringkali kita lihat komentarnya lebih ke komentar asal “jeplak”, pertamax, kedua, dll, emangnya pom bensin?
Apabila kita urut kembali ke asal muasal istilah blog, blog lebih ditekankan kepada “curhat” atau lebih kearah pengalaman pribadi yang kemudian berkembang menjadi “berbagi pengetahuan”. Komentar tidak selalu menjadi ukuran, melainkan kepuasan untuk saling berbagi, kepuasan untuk dapat menularkan sebagian ilmu pengetahuan kepada sesama.
Komentar yang berbobotlah sebenarnya yang dibutuhkan oleh penulis blog dan pembacanya agar ilmu pengetahuan yang coba ditularkan oleh penulis menjadi lebih berkembang lagi sehingga memberikan kontribusi yang cukup buat pembaca yang tadinya tidak mengerti menjadi lebih mengerti mengenai topik yang diangkat penulis.
Saya sendiri lebih memilih “no comment” soal dukung mendukung munculnya istilah Blog Seleb ini. Hanya yang saya sayangkan, greget sebuah blog menjadi berkurang karena banyaknya komentar yang tidak berbobot, dan yang lebih ditakutkan lagi penulis jadi malas untuk mengangkat topik yang sebenarnya penting untuk “dibagi” dan hanya menulis hal yang mampu mendongkrak jumlah komentar, yang belum tentu berbobot. Masa sih, blog Seleb jadi cuma sebuah blog Saleb, klo kita sudah memberi komentar disitu, rasa “gatal” jadi hilang. Baiknya kita hilangkan istilah Blog Seleb ini dan kembalikan blogging kemakna untuk saling berbagi, bukan untuk saling kejar komentar.
Disclaimer. Articles in this site is free under license described at the bottom page. I don't expected any donation, but I really appreciated if you do that, it's help me to maintain this site. Feel free to donate to BCA account 5770564877 or Mandiri 167-00-0025062-0 (Indonesian Bank).
Artikel lainnya...
- New themes for my blog
- Maaf banget neh
- Horror Mania, Don’t miss it!
- Hold your breath! Be Microsoft Martir to the death! LOL …
- I’m give up with those spam!!!
Anjar Hardiena, motivator dan pengguna open source, mendapat penghargaan yang sekaligus juga menjadi kado ulang tahunnya dari pemerintah Indonesia ditandatangani Menkominfo M. Nuh dan diserahkan oleh Menristek Kusmayanto Kadiman, Mei 2008. Bekerja sebagai Linux Product Owner & Cloud Computing Consultant di Infinys System Indonesia, sebuah perusahaan pioneer untuk produk Cloud Computing di Indonesia. Selain itu penyuka wisata kuliner ini juga beraktivitas sebagai koordinator IGOS Center untuk wilayah Bekasi, Pembina Asosiasi Warnet Linux & Open Source Indonesia dan Pembina Komunitas Pengguna Linux Bekasi.


Wijang
November 23rd, 2007
Ya betul mas…
Salam kenal dari aku…
tirmidzi
December 24th, 2008
lamlikum….
sekarang memang benar buaaanyak blog yang kurang berbobot mas, buat apa yow??????
emang perlu dikritisi tu
salam kenal aja dariku, thank
salam….