Linux dan Warnet di Indonesia

December 6th, 2006, 1 Komentar

Apa itu Linux? Sebagian besar pengguna komputer di Indonesia tidak mengenal sistem operasi ini. Kemudahan mendapatkan software bajakan dan kurangnya dukungan yang berarti dari pemerintah merupakan tantangan terbesar bagi Linux dan sofware open source lainnya untuk berkembang di Indonesia. Kebiasaan menggunakan software yang mereka sudah sangat familiar karena telah terbiasa akibat kurikulum yang lebih berat ke produk tertentu dan kemudahan mendapatkannya (hal ini terjadi karena cukup murah dan gampangnya versi bajakan (Rp.10,000,-/keping) dari produk yang mereka gemari) membuat mereka enggan untuk mencoba-coba Linux dan sistem operasi open source lainnya. Hal ini berdampak buruk bagi perkembangan warnet Linux di Indonesia, karena untuk dapat bertahan, mereka harus siap untuk “membenturkan kepala ketembok”. Keengganan pengguna warnet untuk menggunakan jasa warnet yang menggunakan Linux, persaingan tidak sehat dari warnet pengguna “Windows” bajakan, kurangnya itikad baik pemerintah dalam hal pemberantasan software bajakan dan pembersihan warnet-warnet yang ngotot menggunakan windows bajakan membuat banyak warnet Linux berguguran dan tidak dapat bertahan. Isu sogok menyogok yang dilakukan warnet pengguna “Windows” bajakan bagaikan hal yang biasa di negeri ini.

Tidak perlulah kita mengungkit-ungkit soal masalah nurani disini, karena pada dasarnya “uang” mengalahkan segalanya. Setidaknya itu yang kita temui dari banyak pengusaha warnet di Indonesia dan tidak perlu takut untuk melakukan apa saja, walaupun bertentangan dengan masalah moral sekalipun. Idealisme dan perut adalah dua hal yang saling bertentangan, ibarat pedang, kedua matanya memiliki resiko, namun yang membedakan disini mata yang satu tidak cukup tajam untuk melukai penggunanya, yaitu mata pedang yang mengarahkan pengusaha warnet untuk tetap “cuek” dan tidak perduli akan nurani.

So, apa pilihan anda? bertahan dengan idealisme dengan berbagai tantangannya namun terbebas dari beban moral karena mendapatkan uang secara halal karena tidak membajak yang notabene adalah mencuri, ataukah menggunakan produk bajakan sebagaimana kebanyakan pengusaha warnet lainnya agar bisa survive? Bola ditangan anda.

Goodluck!!!

Ngapain repot nyari lagi? Bookmark aja posting ini.
  • Digg
  • del.icio.us
  • Netvouz
  • blinkbits
  • BlinkList
  • blogmarks
  • co.mments
  • De.lirio.us
  • Furl
  • Ma.gnolia
  • NewsVine
  • Reddit
  • scuttle
  • Simpy
  • Spurl
  • TailRank
  • YahooMyWeb

Artikel lainnya...

Kategori: Obrolan
Tag:

1 Komentar »

  1. Gravatar
    Reynal Falah

    Salam…Om Hardiena, alhamdulillah warnet saya sejak awal buka sudah pake zencafe. ada masalah yang cukup mengganggu pikiran saya, bisa nggak zencafe memblok situs-situs porno? Tolong bantuannya ya.Maturnuwun. Wassalam

Beri Komentar

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Unless otherwise expressly stated, all original material of whatever nature created by A. Hardiena
and included in this weblog are licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 License.

website availability