How ‘IGOS’ are you?

August 30th, 2005, 0 Komentar

Seandainya pemerintah telah melakukan negosiasi dengan perusahaan software tertentu untuk memberikan pemutihan terhadap jutaan komputer yang ada di instansi pemerintah dengan membayar sebesar 1USD per unitnya. Selain itu pemerintah juga menjadikan pemilik perusahaan software tertentu tersebut sebagai penasihat untuk urusan IT di Indonesia dan memberikan beberapa hektar tanah untuk digunakan sebagai Research Centernya di Indonesia.

Seandainya, kebijakan ini bertolak belakang dengan program Pemerintah IGOS (Indonesia Goes Open Source). Tatkala masyarakat dituntut untuk lebih memperkaya pengetahuannya dengan memanfaatkan keterbukaan yang dimiliki oleh Open Source, sementara pemerintah malah merelakan 1USD untuk tiap PC yg ada di instansinya agar tetap dapat menggunakan sistem operasi dari perusahaan software tertentu tersebut. Bayangkan ada berapa juta PC yang harus dibiayai pemerintah yang notabene uangnya sendiri diambil dari uang yang disetorkan rakyat untuk meningkatkan kesejahteraannya?

Seandainya pemerintah mau sedikit merendahkan diri dengan mempelajari konsep IGOS yang mereka tawarkan tentunya hal ini tidak akan terjadi. Seberapa optimal sih pemanfaatan komputer di instansi pemerintah saat ini? 90% penggunaan komputer di instansi saat ini tidak lain hanya untuk keperluan berupa wordprocessor & spreadsheet saja, hanya 10% sisanya digunakan sebagai integrated PC dimana dibutuhkan tailor-made software sebagai penggeraknya (software yg dipesan secara khusus terhadap programmer tertentu)

Seandainya pemerintah mengalihkan 90% pcnya tadi untuk menggunakan software Open Source sebagai basis operasinya, berapa banyak dana yang bisa di tabung, berapa besar dana yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rakyat? toh seandainyapun 50% dari dana tersebut digunakan untuk mengembangkan program IGOS yang telah berjalan tentunya tetap masih ada sedikit uang buat rakyat?

Seandainya, ada orang-orang tidak bertanggungjawab menyusupkan sedikit saja baris perintah didalam software buatan perusahaan software tertentu tersebut didalam komputer instansi pemerintah untuk mengirimkan data penting didalam komputer tersebut keluar, berapa besar kerugian Indonesia. Seberapa yakin kita atas keamanan data kita, sedangkan kita sendiri tidak dapat melihat baris-baris perintah didalam instruksi sistem operasi mereka yg bersifat Close Source yg kita hanya menerima software jadinya saja dan tidak dapat melihat apa saja isi software tersebut secara detail?

Seandainya pemerintah benar-benar menahkodai IGOS untuk membuat sofware-software yang salah satunya dibuat dengan tingkat security yg tinggi sebagaimana negara lain, sebagaimana kita lihat di film-film tentunya tidak akan ada keriskanan terhadap data-data penting, ketakutan akan menyebarnya informasi penting pemerintah, ketakutan akan virus yg baru-baru ini menyerang sistem operasi perusahaan software tertentu tersebut yang bahkan sampai membuat banyak perusahaan back to nature dengan hanya menggunakan mesin tik dan ketakutan lainnya.

Seandainya…seandainya……………….mungkin hanya itu yang bisa penulis renungkan….namun setitik harapan masih tetap ada, IGOS toh sudah bergulir, software WaroengIGOS yg bisa dimanfaatkan warnet-warnetpun telah tercipta, tinggal kemauan pemerintah untuk tidak sekedar ‘mendukung’ terbentuknya IGOS, tetapi ‘turut serta’. Allahualam.

Penutup
Tulisan ini bukan berarti benar adanya, tulisan ini hanya merupakan andai-andai….Penulis tidak ada niatan menyerang ataupun membela terhadap produk tertentu dan penulis juga tidak mengklaim mengetahui apa yg direncanakan dan sedang dilaksanakan pemerintah….penulis hanya berandai-andai….ya, hanya berandai-andai….nothing else. Wassalam.

Disclaimer. Articles in this site is free under license described at the bottom page. I don't expected any donation, but I really appreciated if you do that, it's help me to maintain this site. Feel free to donate to BCA account 5770564877 or Mandiri 167-00-0025062-0 (Indonesian Bank).

Artikel lainnya...

Anjar Hardiena, motivator dan pengguna open source, mendapat penghargaan yang sekaligus juga menjadi kado ulang tahunnya dari pemerintah Indonesia ditandatangani Menkominfo M. Nuh dan diserahkan oleh Menristek Kusmayanto Kadiman, Mei 2008. Bekerja sebagai Linux Product Owner & Cloud Computing Consultant di Infinys System Indonesia, sebuah perusahaan pioneer untuk produk Cloud Computing di Indonesia. Selain itu penyuka wisata kuliner ini juga beraktivitas sebagai koordinator IGOS Center untuk wilayah Bekasi, Pembina Asosiasi Warnet Linux & Open Source Indonesia dan Pembina Komunitas Pengguna Linux Bekasi.

Kategori: Obrolan
Tag:

0 Komentar »

Beri Komentar

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

Unless otherwise expressly stated, all original material of whatever nature created by A. Hardiena
and included in this weblog are licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 License.

website availability