<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>A. Hardiena Personal Blog &#187; Obrolan</title>
	<atom:link href="http://www.ahardiena.web.id/category/obrolan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ahardiena.web.id</link>
	<description>A. Hardiena Personal Blog - Provided Business, Linux and Webdesign articles with personal touch for your simple pleasure.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Mar 2010 16:18:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Desain Grafis pake Open Source (Gimp &amp; Inkscape)? Ga masalah!</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/desain-grafis-pake-open-source-ga-masalah/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/desain-grafis-pake-open-source-ga-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 09:45:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Bajakan]]></category>
		<category><![CDATA[coreldraw]]></category>
		<category><![CDATA[gimp]]></category>
		<category><![CDATA[inkscape]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[photoshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini banyak yang bilang klo desain grafis itu enaknya pake Photoshop, Corel Draw, dan kawan-kawannya itu&#8230; Banyak desainer kita yang beranggapan bahwa aplikasi desain grafis berbasis open source belum dapat menghasilkan hasil desain yang bagus dan berkualitas.
Bukan berarti pendapat seperti ini salah, selama pakenya software original sih it&#8217;s ok lah, nah yang jadi masalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini banyak yang bilang klo desain grafis itu enaknya pake Photoshop, Corel Draw, dan kawan-kawannya itu&#8230; Banyak desainer kita yang beranggapan bahwa aplikasi desain grafis berbasis open source belum dapat menghasilkan hasil desain yang bagus dan berkualitas.</p>
<p>Bukan berarti pendapat seperti ini salah, selama pakenya software original sih it&#8217;s ok lah, nah yang jadi masalah klo pakenya software bajakan, bisa-bisa berabe. Apalagi klo karya yang dihasilkan bukan sekedar dinikmati sendiri melainkan di jual. Ibaratnya, masa seh dapet untung segunung dari bikin tu desain tapi ga mau keluar duit buat beli lisensi. Medit amat jadi orang <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Klo ane yang di tanya apakah ada yang lebih bagus dari Photoshop? pastinya ane kan menjawab kira-kira kek gini, &#8220;Ya, tergantung&#8230; Mau pake tools apaan aja klo mang pada dasarnya ga punya jiwa seni ujung-ujungnya tetep aja hasilnya jelek.&#8221; Terbukti klo ane disuruh bikin desain gitu mo pake barang semahal apapun pasti hasilnya bakalan berantakan. Karena pada dasarnya bagus tidaknya suatu hasil karya tergantung dari siapa yang membuatnya, bukan tools yang digunakannya.</p>
<p>Buktinya pada saat FOSS-ID mengadakan lomba desain grafis menggunakan aplikasi Gimp &amp; Inkscape, karya-karya yang dikirimkan bukan saja bagus-bagus malah banyak yang desainnya bener-bener profesional. Coba aja liat dari gambar-gambar kiriman para finalisnya di webnya <a href="http://www.foss-id.web.id/2010/02/25/pengumuman-hasil-lomba-desain-poster-promosi-oss" target="_blank">FOSS-ID</a>.</p>
<p>Bahkan dari tanya jawab dengan para pemenang lomba tersebut, M. Guruh Hanafi (Juara I), Adhicipta R. Wirawan (Juara II) &amp; Rizal Arief Kurniawan (Juara III), mereka tidak hanya menggunakan aplikasi desain grafis untuk sekedar kebutuhan hobi, melainkan juga menggunakannya untuk kebutuhan profesional.</p>
<p>Berikut apa yang disampaikan oleh M. Guruh Hanafi pada saat ditanya bagaimana kesan &amp; pesannya kepada temen-temen yang sampe saat ini masih pake bajakan. &#8220;Hare gene masih pake sopware bajakan?? Apa kata akherat?? pakelah sofware halal 100% &amp; gratis 1000% (updet ampe kiamat)&#8221;</p>
<p>Ga jauh beda, Adhicipta R. Wirawan juga mengatakan hal yang kurang lebih sama, &#8220;Jangan Pernah Bangga Jika Berkarya dengan Software Bajakan!&#8221;. Bukannya om Adhicipta ni sok atau gimana, tapi yang jelas klo menurut ane apapun pasti ada kompensasinya, klo punya duit dan ga sayang buang duit buat beli lisensi ya monggo aja, tapi klo ga punya duit dah gitu ga mau capek-capek belajar ya kelaut aja.</p>
<p>Sedikit menambahkan komentar temen-temen pemenang lomba lainnya, om Rizal Arief Kurniawan mengatakan &#8220;Silahkan pake software bajakan kalo ingin hidupmu susah !&#8221;</p>
<p><strong>Pemenang lomba desain poster dengan open source:</strong><br />
Juri yang melakukan penilaian:<br />
1. Riswanto Ramelan (Asosiasi Desain Grafis Indonesia) 2. Caroline F Sunarto (Forum Desain Grafis Indonesia) 3. Diki . A (Creator Of  &#8220;Chickenstrip&#8221;, http://www.chickenstrip.wordpress.com)</p>
<div class="shashin_image" style="width: 217px; float: o; clear: clear;"><a href="http://lh3.ggpht.com/_4hyi2shj_10/S4uKhHkTseI/AAAAAAAAAfs/iKeIcrgLAUs/Bohlam%20Linux%20-%20M%20Guruh%20Hanafi.jpg?imgmax=640" class="highslide" id="shashin_thumb_link_4" onclick="return hs.expand(this)"><img src="http://lh3.ggpht.com/_4hyi2shj_10/S4uKhHkTseI/AAAAAAAAAfs/iKeIcrgLAUs/Bohlam%20Linux%20-%20M%20Guruh%20Hanafi.jpg?imgmax=320" alt="" width="207" height="320" id="shashin_thumb_image_4" title="" /></a></div>
<p>Bohlam Linux &#8211; M Guruh Hanafi<br />
Juara I</p>
<div class="shashin_image" style="width: 229px; float: o; clear: clear;"><a href="http://lh3.ggpht.com/_4hyi2shj_10/S4uKhD8b58I/AAAAAAAAAfw/4bAfERX5ERg/Pahlawan%20Open%20Source%20-%20Adhicipta%20R%20Wirawan.jpg?imgmax=640" class="highslide" id="shashin_thumb_link_5" onclick="return hs.expand(this)"><img src="http://lh3.ggpht.com/_4hyi2shj_10/S4uKhD8b58I/AAAAAAAAAfw/4bAfERX5ERg/Pahlawan%20Open%20Source%20-%20Adhicipta%20R%20Wirawan.jpg?imgmax=320" alt="" width="219" height="320" id="shashin_thumb_image_5" title="" /></a></div>
<p>Pahlawan Open Source &#8211; Adhicipta R Wirawan<br />
Juara II</p>
<div class="shashin_image" style="width: 237px; float: o; clear: clear;"><a href="http://lh6.ggpht.com/_4hyi2shj_10/S4uKhPCO3uI/AAAAAAAAAf0/R0VHkbCD64o/Mengapa%20Lisensi%20harus%20menjadi%20beban%20-%20Rizal%20Arief%20Kurniawan.jpg?imgmax=640" class="highslide" id="shashin_thumb_link_6" onclick="return hs.expand(this)"><img src="http://lh6.ggpht.com/_4hyi2shj_10/S4uKhPCO3uI/AAAAAAAAAf0/R0VHkbCD64o/Mengapa%20Lisensi%20harus%20menjadi%20beban%20-%20Rizal%20Arief%20Kurniawan.jpg?imgmax=320" alt="" width="227" height="320" id="shashin_thumb_image_6" title="" /></a></div>
<p>Mengapa Lisensi harus menjadi beban &#8211; Rizal Arief Kurniawan<br />
Juara III</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/desain-grafis-pake-open-source-ga-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IGOS Summit 2: Next Step to Indonesia Goes Open Source!</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/business/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 00:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Obrolan]]></category>
		<category><![CDATA[IGOS]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.uni.cc/computer/linux/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/</guid>
		<description><![CDATA[IGOS yang di deklarasikan oleh 5 (lima) lembaga pemerintah yaitu Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) pada tahun 2004 lalu telah menggulirkan sedikit banyak dukungan pemerintah terhadap penggunaan produk Open Source di Indonesia. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>IGOS yang di deklarasikan oleh 5 (lima) lembaga pemerintah yaitu Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) pada tahun 2004 lalu telah menggulirkan sedikit banyak dukungan pemerintah terhadap penggunaan produk Open Source di Indonesia. Walaupun belum sampai tingkat dukungan secara penuh namun disini kita perlu melihat bahwa sudah ada kemauan pemerintah untuk mendukung berkembangnya Open Source di negara yang kita cintai ini.  IGOS Summit yang digelar pada 16-17 November 1996 menghasilkan keputusan untuk “Komitmen dan Kesepakatan bersama yang lebih luas di seluruh instansi pemerintah, lembaga lain serta komunitas untuk penggunaan software legal aplikasi berbasis OSS yang akan dituangkan dalam Grand Skenario  OSS tahun 2010 – 2014”.  Kegiatan IGOS Summit 2 yang merupakan kegiatan lanjutan dari IGOS Summit pertama akan diselenggarakan pada tanggal 27 – 28 Mei 2008 di JaCC (Belakang Grand Indonesia, HI) Jl. Kebon Kacang Raya, Waduk Melati, Tanah Abang Jakarta diharapkan dapat lebih meningkatkan semangat dan dukungan masyarakat terhadap kegiatan yang dilaksanakan pemerintah tersebut.  <strong>Selasa 27 Mei 2008</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="10" width="100%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td align="center" bgcolor="#bbb7b7"><strong>Waktu</strong></td>
<td align="center" bgcolor="#bbb7b7"><strong>Seminar &amp; Workshop</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>09.00-10.00</td>
<td>Registrasi Peserta Seminar &amp; Workshop</td>
</tr>
<tr>
<td>10.00-10.30</td>
<td>Pembukaan Acara IGOS Summit 2</td>
</tr>
<tr>
<td>10.30-10.45</td>
<td>Penyerahan Penghargaan Apresiasi IGOS</td>
</tr>
<tr>
<td>10.45-11.00</td>
<td>Penandatanganan Deklarasi IGOS 2</td>
</tr>
<tr>
<td>11.00-12.00</td>
<td>Press Conference</td>
</tr>
<tr>
<td>12.00-13.00</td>
<td align="center">Istirahat, sholat dan makan siang</td>
</tr>
<tr>
<td>13.00-16.00</td>
<td>Talkshow “Free/Open Source Software Sebagai Solusi Dalam Mengatasi Penggunaan Software Ilegal”Pembicara:- Kombes Petrus R. Golose (Kepala Unit Cyber Crime &#8211; BARESKRIM POLRI)- Andy Noorsaman Sommeng (Dirjen HKI &#8211; Departemen Hukum dan HAM)- Anjar Hardiena (Pengusaha Warnet)  &#8211; DPR *  &#8211; Donny A. Sheyoputera (BSA)  Moderator: Cahyana Ahmadjayadi (Dirjen Aplikasi Telematika &#8211; Depkominfo)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Rabu 28 Mei 2008</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="1" width="100%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td align="center" bgcolor="#bbb7b7"><strong>Waktu</strong></td>
<td align="center" bgcolor="#bbb7b7"><strong>Seminar &amp; Workshop</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>08.30-09.00</td>
<td>Registrasi Peserta Seminar &amp; Workshop</td>
</tr>
<tr>
<td>09.00-10.00</td>
<td>Talkshow “Independensi dan Perlindungan Data Bagi Pemerintah dan Dunia Industri Menggunakan Open Document Format (ODF)”Pembicara:- Engkos Koswara (Kementerian Negara Riset dan Teknologi )- Armein Langi (ITB)  &#8211; Ang Djok An (SUN Microsystems)  Moderator: Romi Satrio Wahono</td>
</tr>
<tr>
<td>10.00-12.00</td>
<td>Talkshow: “Keuntungan Penggunaan Free/Open Source Software di Pemerintahan, Pendidikan dan Bisnis”Pembicara:- Bupati Jembrana *- Harry Sufehmi (Rimba Linux)  &#8211; Bambang Nurcahyo Prastowo (UGM)  &#8211; Perusahaan Swasta Pengguna OpenSource  Moderator: Soegiharto Santoso</td>
</tr>
<tr>
<td>12.00-13.00</td>
<td align="center">Istirahat, sholat dan makan siang</td>
</tr>
<tr>
<td>13.00-15.00</td>
<td>Workshop &amp; Demo: “Next Generation Network (NGN)/VOIP dan ENUM berbasis Open Source”Pembicara: Onno W. Purbo</td>
</tr>
<tr>
<td>15.00-15.30</td>
<td>Pengumuman dan Pemberian Penghargaan Pemenang Kompetisi FOSS Tingkat SMP dan SMA</td>
</tr>
<tr>
<td>15.30-16.00</td>
<td>Penutupan IGOS Summit 2Oleh: Idwan Suhardi (Kementerian Negara Riset dan Teknologi)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a href="http://summit.foss-id.web.id" target="_blank"><img src="http://summit.foss-id.web.id/wp-content/uploads/2008/03/banner-summit-personal.jpg" alt="I Support IGOS Summit 2" /></a> Catatan: Mudah-mudahan kegiatan-kegiatan seperti ini berkembang menjadi kesadaran nasional dan salah satu langkah untuk men-gol-kan penggunaan Open Source sebagai kurikulum pendidikan di Indonesia yang saat ini masih mengarah terhadap penggunaan produk tertentu. Amien.  Anyway, untuk teman-teman yang tertarik menggunakan Open Source di warnetnya atau teman-teman yang baru akan membuka warnet jangan lupa kunjungi stand pameran AWALI (Asosiasi Warnet Linux &amp; Open Source Indonesia) di acara tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/business/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hold your breath! Be Microsoft Martir to the death! LOL &#8230;</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/hold-your-breath-be-microsoft-martir-to-the-death-lol/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/hold-your-breath-be-microsoft-martir-to-the-death-lol/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 04:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.uni.cc/obrolan/hold-your-breath-be-microsoft-martir-to-the-death-lol/</guid>
		<description><![CDATA[Dari sekian banyak blog yang pernah ane baca, blog satu ini bener-bener bikin ane ngakak geli. Ga habis pikir&#8230; Bukan karena yang didukungnya Microsoft atau apa, tapi tentang bagaimana caranya ni orang mempertahankan pendapatnya yang terlalu membesar2kan tanpa baca sana sini terlebih dulu pa lagi nanya om google, tanpa mengkoreksi argumennya setelah di beri masukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari sekian banyak blog yang pernah ane baca, blog satu ini bener-bener bikin ane ngakak geli. Ga habis pikir&#8230; Bukan karena yang didukungnya Microsoft atau apa, tapi tentang bagaimana caranya ni orang mempertahankan pendapatnya yang terlalu membesar2kan tanpa baca sana sini terlebih dulu pa lagi nanya om google, tanpa mengkoreksi argumennya setelah di beri masukan dari sekian ratus orang yang memberi komentar di tiap postingnya&#8230; Dari cukup banyak postingan di blog tersebut yang ane baca, anti linux nya terasa kental&#8230; bukan sekedar anti linux, malah lebih mengarah ke anti perubahan! Cinta membabi buta dari seseorang yang mengaku IT person???</p>
<p>Pertama buka salah satu posting di blog ini ane pikir ane sedang membaca salah satu web joke. Setelah baca sekian banyak komentar dan beberapa posting di blog tersebut barulah ane merasa bahwa postingan tersebut bukan sekedar Joke&#8230; melainkan postingan anti Linux&#8230;.. Postingan dari seorang IT guy yang ngotot abis walaupun padahal server tempat di hosting blognya menggunakan Redhat Server? Lol&#8230;..</p>
<p>WARNING! Jangan klik link dibawah ini klo anda ga siap untuk ketawa ngakak!</p>
<p><a title="Linux, The official OS of the Axis of Evil" href="http://www.shelleytherepublican.com/2007/02/28/linux-the-official-os-of-the-axis-of-evil.aspx" target="_blank">Linux, The official OS of the Axis of Evil</a><br />
<a href="http://www.shelleytherepublican.com/2006/04/20/linux-a-european-threat-to-our-computers-by-tristan.aspx" target="_blank">Linux: A European threat to our computers</a><br />
<a href="http://www.shelleytherepublican.com/2007/09/19/windows-vista-reliability-meets-design.aspx" target="_blank">Windows Vista : Reliability meets Design</a><br />
Dan masih banyak lagi, silahkan baca sendiri di blog tersebut.</p>
<p>Tambahan, kekonyolan lebih terasa pada saat membaca posting pendek ini<br />
<a href="http://www.shelleytherepublican.com/2007/04/22/str-is-moving.aspx">STR is moving!</a><br />
Wow, sejak kapan Vista digunakan untuk server? terutama server hosting? apalagi di Dreamhost,webhosting yang terkenal berbasis Linuxnya. Ok lah seandainya memungkinkan, pada saat posting tersebut ditulis Microsoft Longhorn (Vista Server???) yang didisain untuk server masih dalam status Beta, sangat riskan webhosting sebesar Dreamhost menggunakan Vista  <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lumayan lah buat sedikit refreshing dari hingar bingar dunia koding. Have fun. <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/hold-your-breath-be-microsoft-martir-to-the-death-lol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blunder pembenaran Warnet OS bajakan&#8230;</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/blunder-pembenaran-warnet-os-bajakan/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/blunder-pembenaran-warnet-os-bajakan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 08:52:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan]]></category>
		<category><![CDATA[Bajakan]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Razia]]></category>
		<category><![CDATA[Warnet]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.uni.cc/obrolan/blunder-pembenaran-warnet-os-bajakan/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun yang lalu warnet-warnet di Indonesia ditempa &#8220;musibah&#8221;, mereka yang tadinya duduk manis tanpa tahu klo pake OS bajakan adalah ilegal tiba-tiba dirazia, besar-besaran, seluruh Indonesia! Banyak warnet mengeluh saat itu, para pengusaha minta waktu agar bisa melegalkan diri.
Pengusaha Warnet yang &#8220;notabene&#8221; mewakili orang kecil dianggap sedang terjajah dan pemerintah yang seolah-olah mewakili orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tahun yang lalu warnet-warnet di Indonesia ditempa &#8220;musibah&#8221;, mereka yang tadinya duduk manis tanpa tahu klo pake OS bajakan adalah ilegal tiba-tiba dirazia, besar-besaran, seluruh Indonesia! Banyak warnet mengeluh saat itu, para pengusaha minta waktu agar bisa melegalkan diri.</p>
<p>Pengusaha Warnet yang &#8220;notabene&#8221; mewakili orang kecil dianggap sedang terjajah dan pemerintah yang seolah-olah mewakili orang besar dianggap sebagai yang penjajah. Klasik sebenernya, tapi masih bisa dimaklumi, karena pada saat itu memang belum pernah ada &#8220;razia&#8221; dan tidak ada sosialisasi klo pake CD yang beli seharga 20rebu di Glodok itu dilarang alias ilegal.</p>
<p>Rakyat (warnet red.) teriak kasihani kami, jangan jajah kami, anak istri makan apa, bagaimana nasib karyawan warnet, dst. Pemerintah setuju mengulur waktu, teman-teman AWARI yang di wakili Bu  Judith MS berhasil meloby Microsoft dengan munculnya MSRA. Berbagai cara ditempuh&#8230;&#8230;</p>
<p>Dua tahun kemudian&#8230;&#8230;.. Teman-teman KPLI sudah bersusah payah mensosialisasikan pengunaan sistem operasi open source, teman-teman AWARI sudah melakukan yang mereka bisa, warnet pengguna open source telah memiliki wadah sendiri (AWALI red.), pemerintah sudah lebih lunak dan sedikit banyak memberikan dorongan penggunaan open source.</p>
<p>Razia kembali terulang&#8230;..  Klo dibilang blom ada sosialisasi buktinya sudah banyak warnet yang beli Windows original, sudah banyak warnet yang pake Zencafe, pake Ubuntu&#8230;&#8230; sudah banyak yang tahu warnet pake bajakan itu ilegal&#8230;&#8230;&#8230; tetep aja banyak warnet masih teriak minta belas kasihan&#8230;..</p>
<p>Tiap ada isu razia teriak-teriak lah Polisi suruh swiping kantornya sendiri dulu&#8230;.teriak-teriak lah ga berperikemanusiaan. Maling teriak maling? Udah tau salah nunjuk orang biar dia bisa selamat? Irrasional!  Coward Abis!</p>
<p>Warnet yang pake Windows original ngasih tau suruh beli ori dibilang sok kaya&#8230;.. Warnet yang pake Linux ngasih tau pake linux dibilang sok pintar&#8230;.. dibilang pada egois semua&#8230;&#8230;. ga pemerintah yang menindas rakyat kecil&#8230;.. ga warnet yang pake windows ori&#8230;.. ga warnet yang pake zencafe, pake ubuntu&#8230;. smua egois&#8230;&#8230; Blunder!!! Yang benar adalah warnet pake bajakan terus mengemis minta dikasihani ini yang EGOIS!</p>
<p>EGOIS? Tentu!!! Warnet yang menggunakan sistem operasi bajakan namun minta dikasihani ada warnet EGOIS klo tidak mau dibilang warnet Super EGOIS!</p>
<p>Ga mau pake Windows original karena mahal? Ya udah pake Linux. Ga mau pake Linux takut ga ada pelanggan takut susah pakenya? Semua warnet Linux mengalami yang namanya susah pas baru-baru pake Linux di warnetnya toh mereka fine-fine aja, banyak yang bangkrut? warnet windows juga banyak yang bangkrut&#8230; jangan Linux jadi pembenaran klo warnet yang ente kelola jadi bangkrut. Buktinya klo langganan InfoLinux tiap bulan ada berapa banyak warnet Linux yang muncul dilembar alamat warnetnya????Apa itu ga bisa dibilang bukti klo Linux bukan masalah?</p>
<p>Warnet bangkrut bukan karena OSnya, Warnet bangkrut karena ada yang salah dalam hal manajemen&#8230;. entah itu lokasi&#8230;. entah cara mencari pelanggan&#8230;. entah&#8230;. yang punya warnet yang tau&#8230;&#8230;. Simple case, kisah nyata, ada warnet yang ane kenal, pada saat razia gelombang pertam tu warnet sibuk migrasi pake Linux, alesan sepi atau apalah tu warnet balik lagi pake bajakan&#8230;.. Lima Enam bulan kemudian setelah pake bajakan tu warnet bangkrut&#8230;. Sapa yang salah? Linux atau tu warnet yang ada salah dalam hal manajemennya?</p>
<p>Warnet Linux ga bisa itu?  Masih banyak ini yang bisa anda jual&#8230;&#8230; Warnet Linux ga bisa ini? Masih banyak sela yang bisa ente ambil&#8230;.. Kreatif&#8230;. Biarpun pengusaha warnet adalah pengusaha kelas kecil bukan berarti ga bisa di kelola dengan baik toh?</p>
<p>Jangan menjadikan kebutuhan internet bangsa indonesia sebagai tameng&#8230;..Jangan menjadikan kebutuhan makan bangsa indonesia sebagai tameng&#8230;.. Salah ya salah, meminta keringanan dengan adanya penundaan karena blom ada sosialisasi? Masih bisa dimaklumi&#8230;&#8230;. Tapi setelah 2 tahun sosialisasi berjalan&#8230; sudah sekian banyak warnet pake sistem operasi legal masih mengemis minta &#8220;dimaafkan&#8221; pake bajakan? Blunder&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/blunder-pembenaran-warnet-os-bajakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zencafe Taisen gue&#8230;.</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/zencafe-taisen-gue/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/zencafe-taisen-gue/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2007 07:28:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahardiena.uni.cc/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[You can defined Taisen as girl/boy friend, Zencafe Taisen gue can meaned as Zencafe my couple, my love one. You cannot find that word at Indonesian Dictionary, it&#8217;s more like slang word that populer around 1960-1970. I&#8217;m sorry posting below use Indonesian, but it&#8217;s more like description about what Taisen it is.
Sebenernya tulisan ini ga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>You can defined Taisen as girl/boy friend, Zencafe Taisen gue can meaned as Zencafe my couple, my love one. You cannot find that word at Indonesian Dictionary, it&#8217;s more like slang word that populer around 1960-1970. I&#8217;m sorry posting below use Indonesian, but it&#8217;s more like description about what Taisen it is.</p>
<p>Sebenernya tulisan ini ga ada hubungannya dengan apa-apa, cuma kebetulan aja salah satu komentar di &#8220;<a href="http://ahardiena.uni.cc/personal/ligos-mati-tumbuh-zencafe-habis-gelap-terbitlah-terang/" target="_blank">LiGOS mati tumbuh Zencafe…. Habis gelap terbitlah terang….</a>&#8221; ada soal kata &#8220;Taisen&#8221; ini. Ane pribadi sering nyebut distro Zencafe sebagai Linux &#8220;Taisen&#8221;, bahkan sebelum diberinama LiGOS distro ini sempet diangankan untuk pake kata &#8220;Taisen&#8221; namun sayang ga jadi. Sebenernya apa sih arti dari &#8220;Taisen&#8221; ini?</p>
<p>Kata Taisen populer digunakan pemuda Betawi pada tahun 60an akhir dan 70an awal. Arti dari Taisen adalah &#8220;Demenan&#8221; atau &#8220;Pacar&#8221; atau &#8220;Pasangan&#8221;. Klo anda penggemar Benyamin Suaeb tentu sering mendengar almarhum menyebut kata ini, begitu pula di film Warkop DKI kata ini beberapa kali muncul. Berasal dari Judi Hwahwe yang marak di Jakarta pada waktu itu. Contoh: Angka 1 (ikan bandeng), misalnya, taisen-nya angka 5 (singa), angka 30 (monyet) taisen-nya angka 23 (ikan mas koki), dan seterusnya. &#8220;Kalau adek jadi ikan mas koki, abang yang jadi taisennya&#8230; monyet dong,&#8221; kata Benyamin dalam salah satu lirik lagunya. Thank&#8217;s buat all penggemar Bang Ben, ane nyontek dikit kalimatnya dari benyamin.multiply.com.</p>
<p>So, i hope Zencafe bukan sekedar jadi Taisen ane, tapi juga bisa jadi Taisen temen-temen yang pengen menggunakan Linux sebagai sistem operasi komputernya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/zencafe-taisen-gue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teori &#8220;Intelligent Design&#8221; gusur teori Darwin</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/teori-intelligent-design-gusur-teori-darwin/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/teori-intelligent-design-gusur-teori-darwin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jan 2007 09:53:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahardiena.uni.cc/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Sudah pasti banyak yang mengenal Darwin dengan teori evolusinya yang bahkan sampai saat ini masih dipelajari dibangku bangku sekolah di seluruh dunia bahkan di Indonesia. Namun tampaknya teori ini sebentar lagi bakalan benar-benar ditinggalkan. Karena berdasarkan jajak pendapat yang pernah dilakukan oleh BBC dalam acara Horizon terungkap lebih dari separuh audience (sekitar 2000 audience)  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah pasti banyak yang mengenal Darwin dengan teori evolusinya yang bahkan sampai saat ini masih dipelajari dibangku bangku sekolah di seluruh dunia bahkan di Indonesia. Namun tampaknya teori ini sebentar lagi bakalan benar-benar ditinggalkan. Karena berdasarkan jajak pendapat yang pernah dilakukan oleh BBC dalam acara Horizon terungkap lebih dari separuh audience (sekitar 2000 audience)  menyatakan bahwa teori Darwin ini bukanlah teori terbaik. Diantara sekian banyak teori yang turut dijadikan referensi, salah satunya adalah teori Intelligent Design yang meraih dukungan sekitar 40% dari audience yang hadir pada saat itu.</p>
<p>Apa sih sebenarnya teori Intelligent Design ini? Intelligent Design atau Perancangan Cerdas (bahasa Indonesia) adalah teori yang mengetengahkan bahwa kehidupan di bumi, dan alam semesta secara umum, memperlihatkan sedemikian banyak keteraturan, kegunaan dan perancangan sehingga sudah pasti harus ada sang perancang di balik kemunculannya.</p>
<p>Bagian terpenting dari teori Perancangan Cerdas adalah “desain atau rancangan” serta gagasan bahwa jagat raya dan makhluk hidup pastilah didesain atau dirancang, dengan cara atau proses apa pun dan tidak mungkin ada dengan sendirinya tanpa disengaja.</p>
<p>Hal ini bertentangan dengan teori Darwin yang mengemukakan bahwa mahluk hidup berevolusi dari mahluk hidup sebelumnya bla&#8230;.bla&#8230;.bla&#8230;., tentunya anda tau gimana kira-kira isinya <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mangnya kita monyet ????????</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/teori-intelligent-design-gusur-teori-darwin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IGOS: Desakan pemerintah dan omongkosong!!!</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/igos-omongkosong/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/igos-omongkosong/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2007 00:21:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahardiena.uni.cc/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Menarik apabila menyikapi desakan pemerintah agar komunitas open source Indonesia dapat lebih meningkatkan kualitasnya. &#8220;So, can we make it a business, not just a hobby?,&#8221; pertanyaan yang muncul dari Sofyan A. Djalil (Menkominfo) beberapa waktu setelah kasus MoU dengan Microsoft mencuat ke permukaan. (Detikinet: Pemerintah Desak Peningkatan Mutu Open Source)
Memang harus diakui bahwa banyak penggiat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik apabila menyikapi desakan pemerintah agar komunitas open source Indonesia dapat lebih meningkatkan kualitasnya. &#8220;<em>So, can we make it a business, not just a hobby?</em>,&#8221; pertanyaan yang muncul dari Sofyan A. Djalil (Menkominfo) beberapa waktu setelah kasus MoU dengan Microsoft mencuat ke permukaan. (<a target="_blank" href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/01/tgl/18/time/182648/idnews/732122/idkanal/399">Detikinet: Pemerintah Desak Peningkatan Mutu Open Source</a>)</p>
<p>Memang harus diakui bahwa banyak penggiat open source Indonesia yang mengembangkan open source hanya terbatas hobi, namun apabila kita lihat lagi, dalam kondisi tidak ada dukungan pemerintah seperti saat ini, seberapa menarik open source apabila dilihat dari segi bisnis? terutama di Indonesia?</p>
<p>Keengganan pemerintah merupakan salah satu cerminan bahwa bangsa Indonesia belum siap untuk mengimplementasikan open source secara penuh (ok lah, bagi sebagian orang hal ini tidak berdasar, namun kenyataan dilapangan menunjukkan inilah kenyataannya). Banyak faktor yang mengakibatkan pengembangan open source menemukan jalan buntu.</p>
<p>Harus ada niat tulus dari pemerintah untuk mengayomi agar open source di Indonesia bisa settle dengan baik,  Keteladanan adalah hal penting, karena pada dasarnya open source tidak akan bermanfaat apabila tidak ada yang memanfaatkannya.</p>
<p>Memang, perkembangan open source di Indonesia tidak bisa dikatakan mati, karena secara lambat laun open source mulai unjuk gigi. Berjamurnya komunitas open source, mulai banyaknya pelatihan open source di Indonesia, seminar-semintar dan lain sebagainya. Namun perlu kita pertanyakan lagi, seberapa besar sih penetrasi open source di negara tercinta kita ini? Seberapa cepat sih?</p>
<p>Lembaga pendidikan masih berkutat dari Windows ke Windows lagi, kurikulum masih mengajarkan Microsoft Windows, Microsoft Word, Microsoft Excel sebagai mata pelajaran. Buat apa guru mengajarkan mengoperasikan Linux, Openoffice apabila nantinya tidak keluar juga pada saat ujian? buat apa murid SMP, SMA menguras otak untuk mendalami open source apabila nantinya tidak berguna apabila harus berkerja? Untuk apa programmer repot-repot bikin software under linux apabila tidak ada yang beli selain untuk hobi?</p>
<p>Tanpa dikomandopun sebenernya komunitas open source siap untuk bersaing, namun berapa lama waktu yang dibutuhkan apabila komunitas open source hanya dapat bergerak secara underground, kecuali ada revolusi!! Apakah ini yang diinginkan pemerintah? Apakah harus ada revolusi agar bisa membuka mata pemerintah?</p>
<p>Banyak contoh ketidakseriusan pemerintah untuk hal ini, ambil contoh IGOS, seberapa dihargainya sih tenaga teman-teman kita yang berkutat disana? Situs IGOS yang bisa dibilang cermin dukungan pemerintah terhadap perkembangan open source di Indonesia bahkan tidak menunjukkan hal ini!!! Lihat saja situs IGOS yang terbengkalai, sampai-sampai iklan situs porno bisa ada didalamnya!!!! (<a target="_blank" href="http://www.pixloads.com/files/16321/Screenshot/igosweb.jpg">Screenshot</a>)</p>
<p>Kami siap untuk lebih serius, tapi tolong bantu kami, jangan hanya cuma bisa omongkosong!!! Tunjukkan pada kami bahwa kami bukan &#8220;anak tiri&#8221; dinegeri kami. Tunjukkan bahwa kami juga memiliki hak yang sama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/igos-omongkosong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berat Sebelah dan tidak Netral!</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/berat-sebelah-dan-tidak-netral/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/berat-sebelah-dan-tidak-netral/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Dec 2006 04:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahardiena.uni.cc/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu seorang &#8220;teman&#8221; mengkritik saya. mas Anjar, kadang saya suka masuk ke blog mas , isinya bagus kok, tapi kok klo saya perhatikan tulisannya berat sebelah dan seolah-olah memojokkan produk tertentu?
Sebenarnya sih ini pertanyaan biasa, waktu itu saya juga menjawabnya dengan jawaban biasa dan saya yakin &#8220;teman&#8221; yang menanyakan hal ini tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu seorang &#8220;teman&#8221; mengkritik saya. mas Anjar, kadang saya suka masuk ke blog mas , isinya bagus kok, tapi kok klo saya perhatikan tulisannya berat sebelah dan seolah-olah memojokkan produk tertentu?</p>
<p>Sebenarnya sih ini pertanyaan biasa, waktu itu saya juga menjawabnya dengan jawaban biasa dan saya yakin &#8220;teman&#8221; yang menanyakan hal ini tidak ada niat apa-apa.</p>
<p>Saya coba merenungi kata &#8220;berat sebelah&#8221; ini dan mencoba menelusuri benarkah saya berat sebelah, bisakah saya benar-benar netral dalam setiap huruf yang saya ketik?</p>
<p>Saya buka Dictionary.com, saya lihat arti dari kata netral/neutral ini, dan salah satu arti yang cukup mengena dengan topik ini adalah &#8220;not aligned with or supporting any side or position in a controversy: The arbitrator was absolutely neutral. Interesting!</p>
<p>Tidak berpihak! inti dari kamus tersebut adalah tidak berpihak, kata yang sering kita ucapkan namun dibalik itu, kata ini adalah kata sakral yang sangat sulit untuk dilaksanakan.</p>
<p>Kita dibawa untuk tidak membawa emosi dan tidak membawa atribut lainnya, dengan kata lain, untuk bisa berkata &#8220;saya netral!&#8221; kita harus benar-benar melepaskan semuanya. Mungkinkah? karena biar bagaimanapun background yang menjadi dasar pemikiran kita adalah diri kita sendiri, hampir bisa dipastikan sedikit banyak, cara berpikir, gaya berpikir, sudut pandang dan basic kita lainnya yang kita miliki ikut ambil bagian.</p>
<p>Ambil contoh media seperti koran, adakah koran yang netral? menurut pandangan saya, tidak ada koran yang benar-benar netral yang ada adalah koran yang berusaha untuk netral. Karena biar bagaimanapun sedikit banyak apa yang ada di pikiran wartawan pada saat menulis, apa yang ada dipikiran redaktur pada saat memilih untuk menerbitkan atau tidak, dan banyak hal lagi turut mempengaruhi kenetralan tulisan yang muncul di koran tersebut. Selain itu faktor eksternal pun secara tidak langsung juga turut mempengaruhi. Pembaca, Environment, Pemerintah, dan banyak hal eksternal lainnya pun sedikit banyak akan mempengaruhi kenetralan ini. Saya pribadi akan lebih senang membaca/melihat sesuatu yang menurut saya menarik (kembali lagi kenetralan sebuah tulisan terusik, walaupun dalam kasus ini adalah ketidaknetralan terjadi pada saat informasi tersebut masuk kedalam otak saya, bukan pada saat tulisan itu diterbitkan oleh sang penulis)</p>
<p>Kembali ke target dari pertanyaan ini, yaitu saya pribadi. Bisakah saya menulis blog dengan netral? Saya pribadi berdasarkan basic saya akan saya jawab &#8220;saya bisa&#8221; dan saya akan berusaha untuk bisa netral. Namun apakah hasil tulisan akhir saya &#8220;benar-benar netral&#8221;? Tergantung, tergantung dari bagaimana anda menyikapinya, cara berpikir anda, gaya berpikir anda, sudut pandang anda dan segala basic yang mempengaruhi diri anda. Karena biar bagaimanapun (kembali lagi dari sudut pandang saya) tidak ada pemikiran yang benar-benar netral, and that happened to me too. Neutral is OK, but 100% Neutral is impossible.</p>
<p>That&#8217;s my argument, that&#8217;s my opinion. Bagaimana dengan anda? punya pemikiran lain? tentu dong, karena secara individu anda adalah diri anda bukan saya, jadi apa salahnya untuk berat sebelah dan tidak netral, selama kita berusaha untuk senetral mungkin?</p>
<p>Tulisan ini dibuat untuk senetral mungkin dan tidak berat sebelah, dan mudah-mudahan memang seperti itu. Allahualam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/berat-sebelah-dan-tidak-netral/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Linux dan Warnet di Indonesia</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/linux-internet-cafe/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/linux-internet-cafe/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Dec 2006 04:01:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahardiena.uni.cc/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu Linux? Sebagian besar pengguna komputer di Indonesia tidak mengenal sistem operasi ini. Kemudahan mendapatkan software bajakan dan kurangnya dukungan yang berarti dari pemerintah merupakan tantangan terbesar bagi Linux dan sofware open source lainnya untuk berkembang di Indonesia. Kebiasaan menggunakan software yang mereka sudah sangat familiar karena telah terbiasa akibat kurikulum yang lebih berat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa itu Linux? Sebagian besar pengguna komputer di Indonesia tidak mengenal sistem operasi ini. Kemudahan mendapatkan software bajakan dan kurangnya dukungan yang berarti dari pemerintah merupakan tantangan terbesar bagi Linux dan sofware open source lainnya untuk berkembang di Indonesia. Kebiasaan menggunakan software yang mereka sudah sangat familiar karena telah terbiasa akibat kurikulum yang lebih berat ke produk tertentu dan kemudahan mendapatkannya (hal ini terjadi karena cukup murah dan gampangnya versi bajakan (Rp.10,000,-/keping) dari produk yang mereka gemari) membuat mereka enggan untuk mencoba-coba Linux dan sistem operasi open source lainnya. Hal ini berdampak buruk bagi perkembangan warnet Linux di Indonesia, karena untuk dapat bertahan, mereka harus siap untuk &#8220;membenturkan kepala ketembok&#8221;. Keengganan pengguna warnet untuk menggunakan jasa warnet yang menggunakan Linux, persaingan tidak sehat dari warnet pengguna &#8220;Windows&#8221; bajakan, kurangnya itikad baik pemerintah dalam hal pemberantasan software bajakan dan pembersihan warnet-warnet yang ngotot menggunakan windows bajakan membuat banyak warnet Linux berguguran dan tidak dapat bertahan. Isu sogok menyogok yang dilakukan warnet pengguna &#8220;Windows&#8221; bajakan bagaikan hal yang biasa di negeri ini.</p>
<p>Tidak perlulah kita mengungkit-ungkit soal masalah nurani disini, karena pada dasarnya &#8220;uang&#8221; mengalahkan segalanya. Setidaknya itu yang kita temui dari banyak pengusaha warnet di Indonesia dan tidak perlu takut untuk melakukan apa saja, walaupun bertentangan dengan masalah moral sekalipun. Idealisme dan perut adalah dua hal yang saling bertentangan, ibarat pedang, kedua matanya memiliki resiko, namun yang membedakan disini mata yang satu tidak cukup tajam untuk melukai penggunanya, yaitu mata pedang yang mengarahkan pengusaha warnet untuk tetap &#8220;cuek&#8221; dan tidak perduli akan nurani.</p>
<p>So, apa pilihan anda? bertahan dengan idealisme dengan berbagai tantangannya namun terbebas dari beban moral karena mendapatkan uang secara halal karena tidak membajak yang notabene adalah mencuri, ataukah menggunakan produk bajakan sebagaimana kebanyakan pengusaha warnet lainnya agar bisa survive? Bola ditangan anda.</p>
<p>Goodluck!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/linux-internet-cafe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IGOS Keblinger?</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/igos-keblinger/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/igos-keblinger/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 May 2006 06:31:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahardiena.uni.cc/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Setelah gagal dengan proyek &#8220;Warung IGOS&#8221; pemerintah bikin proyek baru &#8220;IGOS Desktop&#8221; namanya. Walaupun saya belum pernah &#8220;liat-liat&#8221; distro yang baru ini namun apakah masyarakat akan percaya dengan hasil yang mereka dapatkan dari distro ini, apalagi untuk mendapatkan distro ini kita harus membayar sampai Rp 449.000,- terlalu tendensius apalagi klo kita melihat distro sebelumnya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah gagal dengan proyek &#8220;Warung IGOS&#8221; pemerintah bikin proyek baru &#8220;IGOS Desktop&#8221; namanya. Walaupun saya belum pernah &#8220;liat-liat&#8221; distro yang baru ini namun apakah masyarakat akan percaya dengan hasil yang mereka dapatkan dari distro ini, apalagi untuk mendapatkan distro ini kita harus membayar sampai Rp 449.000,- terlalu tendensius apalagi klo kita melihat distro sebelumnya yang terlihat asal kejar target, pemilihan &#8220;Fedora&#8221; yang walaupun bagus namun kurang mumpuni untuk digunakan di Warnet-Warnet yang menjadi alasan pembuatan distro ini karena membutuhkan spesifikasi komputer yang cukup tinggi. Kurang seriusnya pemerintah bukan hanya masalah penentuan distro &#8217;sumber&#8217; saja, pembiayaan yang sempat dihentikan pun seakan-akan memperkuat alasan pemerintah untuk memajukan Open Source hanya sebagai lips service saja.</p>
<p>Sebenarnya pemerintah tidak harus memaksakan diri untuk &#8216;ikut-ikutan&#8217; membuat distro Linux seperti yang dilakukan selama ini. Asal pemerintah mau memberikan support kepada pengembangan Open Source saja sudah cukup, wajibkan sekolah-sekolah untuk menggunakan Open Source seperti di beberapa negara atau lakukan razia pengguna bajakan secara serius, bukan kek sekarang yang terkesan cuma untuk menambah uang saku &#8216;oknum&#8217; yang melakukan razia saja.</p>
<p>Walaupun alasan utama kenapa sistem operasi ini &#8216;bayar&#8217; adalah adanya dukungan/support dari pihak IGOS namun hal ini tidak terlalu signifikan. Karena apabila distro ini mampu menjebatani user untuk bermigrasi secara tidak langsung akan meningkatkan komunitas pengguna sistem operasi IGOS, yang apabila difasilitasi akan secara sukarela pula saling bantu membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, sebagaimana kita lihat di banyak forum pengusung Open Source baik yang disediakan oleh penyedia distro maupun situs-situs komunitas seperti <a title="AWALI.org" target="_blank" href="http://www.awali.org/digest/www.awali.org">AWALI.org</a></p>
<p>Lagipula terlepas dari itu, seandainya pemerintah mau sedikit &#8216;membuka mata&#8217;, dengan banyaknya Linux yang gratis saja masih banyak end-user maupun perusahaan yang &#8216;ogah&#8217; untuk bermigrasi ke sistem operasi yang &#8216;gratis&#8217; ini. Apalagi klo harus berbayar dengan harga yang cukup mahal pula, harga yang cukup fantastis mencapai hampir dua pertiga dari sistem operasi Microsoft notabene menjadi pesaing utama sistem operasi ini.</p>
<p>Bagaimana bisa memasyarakatkan Open Source, apabila untuk mendapatkannya saja masyarakat harus menggali kocek jauh lebih mahal dibandingkan membeli CD bajakan yang hanya 15 &#8211; 20 ribu rupiah yang sampai saat ini banyak beredar di toko-toko CD dan tidak ada tanda-tanda &#8216;di razia&#8217;. Bagaimana cita-cita luhur untuk menghormati hak cipta dapat &#8216;tercipta&#8217; apabila masyarakat tetap dihadapkan dengan sistem operasi yang harusnya menjadi &#8216;alternatif murah&#8217; agar terlepas dari pelanggaran hak cipta malah &#8216;diperas&#8217;?</p>
<p>Langkah untuk menjadikan sistem operasi ini sebagai sistem operasi yang &#8216;bayar&#8217; justru bisa dibilang memukul balik Open Source itu sendiri, dengan kebijakan baru yang orientasi bisnis ini makin menjauhkan calon &#8216;pengguna&#8217; Linux yang harusnya diberi kemudahan dan di fasilitasi malah dibebani dengan harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Mungkin ada agenda tersendiri di balik pembebanan biaya ini, kita hanya bisa berharap agenda tersebut memiliki maksud positif&#8230;&#8230;hanya bisa berharap.</p>
<p>Allahualam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/obrolan/igos-keblinger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
