<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>A. Hardiena Personal Blog &#187; Linux</title>
	<atom:link href="http://www.ahardiena.web.id/category/computer/linux/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ahardiena.web.id</link>
	<description>Business, Linux and Webdesign articles with personal touch for your simple pleasure.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Nov 2011 13:29:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Cloud Server? Hmm&#8230; mahluk apaan tuh?</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/cloud/cloud-server-hmm-mahluk-apaan-tuh/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/cloud/cloud-server-hmm-mahluk-apaan-tuh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 13:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cloud]]></category>
		<category><![CDATA[cloud server]]></category>
		<category><![CDATA[infinys]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[mail server]]></category>
		<category><![CDATA[software house]]></category>
		<category><![CDATA[zimbra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[Cloud Server Sebelum di lanjut ke bahasan yang berkaitan dengan pemanfaatan Cloud Server, baiknya bahasan kli ini ane coba bahas dikit soal Cloud Server. Bukan pake bahasa teknis melainkan ane coba pake bahasa yang paling sederhana. Pake analogi mobil. Halah&#8230;.. Karena terus terang sampe saat ini masih banyak pengguna yang masih salah kaprah tentang Cloud [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cloud Server</strong><br />
Sebelum di lanjut ke bahasan yang berkaitan dengan pemanfaatan Cloud Server, baiknya bahasan kli ini ane coba bahas dikit soal Cloud Server. Bukan pake bahasa teknis melainkan ane coba pake bahasa yang paling sederhana. Pake analogi mobil. Halah&#8230;.. Karena terus terang sampe saat ini masih banyak pengguna yang masih salah kaprah tentang Cloud Server. Ambil contoh, saat ini masih cukup banyak pengguna Cloud Server yg memanfaatkan sebagai web server beranggapan Cloud Server sama dengan Web hosting.</p>
<p>Mungkin ane bisa analogikan seperti ini. Tentu ente tau dong yg namanya On premise (Dedicated) dan juga Webhosting. Nah disini ane akan coba analogikan obrolan tentang server ini sebagai mobil. On premise adalah pada saat kita butuh kendaraan kita beli tu mobil terus kita pake deh semau kita tu mobil. Terus klo webhosting? Klo webhosting bisa di ibaratkan pada saat kita butuh kendaraan, daripada kita beli kita pilih naek angkot (angkutan umum) kita ga bisa pilih-pilih mo duduk dimana, klo misalnya supir angkotnya mo ambil untung di masukin deh tuh banyak-banyak penumpang, paling kita cuma bisa menggerutu sambil jubel-jubelan. Nah klo Cloud Server? Klo Cloud Server bisa dianalogikan klo kita butuh kendaraan kita sewa mobil, suka-suka kita yang mo naek berapa orang kek, mo duduknya selonjoran kek terserah deh kek gimana, ada kerugiannya juga sih, kita harus beli bensin, bayar tol klo lewat tol, dll tapi overall jauh lebih bebas, kenyamanan seolah-olah kita punya mobil sendiri namun bedanya ini kita ga beli, tapi sewa. Dari analogi ini udah kebayang kan Cloud Server tu gimana? Bisa disimpulkan Cloud Server itu kita seolah-olah punya server sendiri bedanya fisiknya ga ada.</p>
<p>Dari gambaran tentang Cloud Server pake analogi mobil tadi, klo kita melihat contoh kasus webhosting yang membedakannya klo kita langganan webhosting kita tinggal taroh file-file html/php yang kita punya abis tu tinggal kita buka deh alamat websitenya. Klo cloud server ga gitu, kita harus install dulu aplikasi LAMP (Linux-Apache-MySQL-PHP)nya. Kita mesti konfigurasi dulu baru deh kita masukin tu file html/php yang kita punya. Klo ga gitu ya ga akan jalan. Ga enak dong? Disatu sisi ga enak, tapi disisi lain lebih fleksibel. Ambil contoh jangan berharap kita bisa bikin server semacam youtube yang ada fungsi convert video dari avi ke flvnya klo kita langganan webhosting biasa, klo pake cloud server tentunya bisa, karena kita bisa gunakan server sesuai kemauan kita seolah-olah kita bener-bener punya server.</p>
<p>Itu baru contoh dari webserver, belum lagi klo kita omong mail server, berapa banyak webhosting (apalagi yang ada di Indonesia) yang menyediakan webhosting yang bisa di install mail server Zimbra? Butuh contoh lain? ga usah lah, banyak kok yang bisa kita manfaatkan dari cloud server yang kita punya.</p>
<p>Intinya, dengan Cloud Server, kita jadi punya pilihan selaen server fisik.Ente bisa belajar, testing atau bahkan develop sesuatu, daripada mesti beli server sendiri atawa pake punya kantor yang klo error besoknya bisa di semprot abis2an sama bos. Soalnya selain digunakan untuk kebutuhan production, banyak software house yang pake cloud server sebagai &#8220;dapur&#8221; mereka buat dulu, oprek2 dulu, klo udah OK baru deh di taroh di mesin production.</p>
<p>Halah kok tulisannya cupu gini? Please, klo besok-besok nemu bahasan2 kek gini di kategori Cloud ini, ga usah bingung terus nanya-nanya apaan seh nih? Kok seolah-olah Dejavu, kok ada tulisan yang isinya trik-trik cupu or whatever you say lah&#8230; yang lebih banyak ngebahas hal-hal yang mendasar atawa for Beginner kek gini. Sebenarnya bukan tanpa maksud ane nulis hal-hal begini, bahkan dibuatkan kategori khusus. Sengaja ane menambahkan kategori baru di blog ini, bukan apa-apa, melainkan buat ngebantu pengguna produk <a href="http://www.infinyscloud.com/id/solutions/cloud-server" target="_blank">CloudOpen Infinys System Indonesia</a> (kebetulan ane product owner untuk produk tersebut) biar ga bingung pada saat subscribe terus bingung mo ngapain sama tu server. Selain itu, bahasan-bahasan di kategori ini nantinya juga bisa dimanfaatkan buat temen-temen yang baru terjun kedunia komputer terutama dunia perserperan <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Stay tuned untuk bahasan selanjutnya <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/cloud/cloud-server-hmm-mahluk-apaan-tuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengakses Microsoft Exchange 2010 MAPI dari Linux</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/microsoft-exchange-mapi-linux/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/microsoft-exchange-mapi-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 05:05:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[email]]></category>
		<category><![CDATA[exchange 2010]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft exchange]]></category>
		<category><![CDATA[thunderbird]]></category>
		<category><![CDATA[zimbra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini interopabilitas antara Linux dengan Windows sudah cukup mumpuni, hampir tidak ada kendala berarti. Namun apabila kita sebagai pengguna Linux harus berada di lingkungan penggunaan Windows yang &#8220;Full Feature&#8221; dimana penggunaan Windows bukan sekedar pakai melainkan telah benar-benar di optimalisasi, ini bisa bikin kita sakit kepala. Contoh kasus paling mendasar adalah penggunaan email kantor, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini interopabilitas antara Linux dengan Windows sudah cukup mumpuni, hampir tidak ada kendala berarti. Namun apabila kita sebagai pengguna Linux harus berada di lingkungan penggunaan Windows yang &#8220;Full Feature&#8221; dimana penggunaan Windows bukan sekedar pakai melainkan telah benar-benar di optimalisasi, ini bisa bikin kita sakit kepala.</p>
<p>Contoh kasus paling mendasar adalah penggunaan email kantor, banyak perusahaan menggunakan Microsoft Exchange. Sebenarnya klo versi yang dipake adalah Microsoft Exchange 2007 kebawah masih cingcaylah, pake Evolution, setting dikit beres. Nah klo yang dipakenya Microsoft Exchange 2010 semua fasilitas POP3, IMAP dll dimatiin, dan yang di idupin cuma MAPI doang? Selamat garuk-garuk kepala deh <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Microsoft Exchangenya diganti pake Zimbra? Klo kita yang punya kebijakan beda cerita pastinya. Tapi klo kita cuma karyawan kroco, ini solusi yang mengada-ada, how can we change company rule? emangnya perusahaan punya moyang sendiri <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Masa cuman gara-gara hal sepele kita mesti resign nyari kantor yang pakenya Zimbra? Mangnya gampang nyari kerjaan sekarang ini? Cepek Deh =))</p>
<p>Jangan patah semangat dulu, sedikit improv dari apa yang orang tua dulu bilang &#8220;<strong><em>Banyak Jalan Menuju Roma</em></strong>&#8220;, ane punya pemeo baru &#8220;<strong><em>Selalu Ada Jalan Tikus Menuju Roma</em></strong>&#8221; ups&#8230;. kekeke&#8230;.</p>
<p>Solusi yang ane pake adalah menggunakan Thunderbird, kenapa ga pake Evolution yang bawaan Ubuntu atau turunannya seperti BlankOn? Suka-suka dong, kekeke&#8230;.  ane kan bukan pengguna Ubuntu atawa BlankOn, lagipula pake Linux apa aja ga masalah it&#8217;s about choice, berbeda-beda namun satu jua, &#8220;Bhineka Tunggal Kernel&#8221; kekeke. But, don&#8217;t worry, buat pengguna Ubuntu atawa turunannya ga usah khawatir, tinggal apt-get aja Thunderbirdnya.</p>
<p>Tools yang dibutuhkan selain Thunderbird adalah Davmail Gateway. Bisa di unduh di http://davmail.sourceforge.net/ . Klo perusahaan kita juga memanfaatkan sistem kalender di Microsoft Exchange, download juga plugin Thunderbird, Lightning. Setelah kita punya semua yang dibutuhkan dan udah bisa dijalankan, tinggal konfigurasi deh.</p>
<p>Ada dua cara, caranya yang pertama dijamin ok punya, cuman masalahnya mesti punya server linux nganggur, jadi email dari Microsoft Exchangenya di tarik dulu ke server Davmail abis tu baru didistribusikan ke desktop klien. Efektif kalo cukup banyak komputer yang pake Linuxnya, klo cuman satu atau dua mubazir deh keknya, jadi kita lewat cara yang pertama.</p>
<p>Cara kedua adalah mengaktifkan Davmail di desktop klien. Jalankan Davmail yang telah di download tadi, bisa dijadikan Autorun atau cuman dipake pada saat butuh aja.</p>
<p><strong>Konfigurasi Davmail</strong>:</p>
<ol>
<li>Main -&gt; Gateway:<br />
Masukkan alamat OWA dari Microsoft Exchange yang digunakan perusahaan kita<br />
Cukup centang port yang akan kita gunakan saja untuk memperkecil request. Klo kita cukup membutuhkan email masuk, email keluar dan kalender saja, kita bisa Centang Local POP port (jangan masukkan default port POP3 (110), ane pake port 1110), Centang juga Local SMTP dan Centang CalDav HTTP port.</li>
<li>Advance:<br />
Optional, kecuali semua fitur di blok dan cuma disediakan MAPI, Enable EWS wajib dicentang.</li>
</ol>
<p><strong>Konfigurasi Thunderbird</strong>:</p>
<p>Untuk thunderbird kurang lebih aja dengan konfigurasi mail POP3 selama ini. yang membedakannya adalah, untuk alamat POP3 servernya adalah localhost dan portnya adalah port yang kita masukkan di Davmail, klo contoh ane diatas pakenya adalah 1110. sama juga dengan SMTP servernya. Usernamenya ditulis lengkap (nama@domain.com). Gampang kan? nah tinggal gmn caranya biar Thunderbird yang kita punya bisa narik kalender yang ada di Microsoft Exchange deh.</p>
<p><strong>Konfigurasi Lightning</strong>:</p>
<p>Klik Calendar di Thunderbird, klik File -&gt; New -&gt; Calendar. Pilih yang On The Network, kemudian pilih Caldav. Karena pada saat konfigurasi Davmail ane settingnya port untuk Caldavnya adalah 1080, maka alamat kalender http://localhost:1080/users/nama@domain.com/calendar klo portnya berbeda tinggal disesuain aja.</p>
<p>Gampang kan? Selamat menggunakan Microsoft Exchange di Linux!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/microsoft-exchange-mapi-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bikin server instant messaging kek OCS, YM atawa GTalk? Gampang</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/bikin-server-ocs-ym-gtalk/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/bikin-server-ocs-ym-gtalk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 05:08:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[gtalk]]></category>
		<category><![CDATA[messenger]]></category>
		<category><![CDATA[ocs]]></category>
		<category><![CDATA[office communication server]]></category>
		<category><![CDATA[yahoo messenger]]></category>
		<category><![CDATA[ym]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Siapa bilang bikin server instant messaging itu susah? bayangkan keuntungan dengan memiliki instant messaging sendiri seperti Office Communication Server, Yahoo Messenger, Skype ataupun Gtalk, kita bisa bikin rapat online dengan sesama rekan kerja tanpa harus tatap muka (video conference), tidak saja satu orang, tapi secara bersama-sama dan realtime. Instant messaging server yang mo kita install [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa bilang bikin server instant messaging itu susah? bayangkan keuntungan dengan memiliki instant messaging sendiri seperti Office Communication Server, Yahoo Messenger, Skype ataupun Gtalk, kita bisa bikin rapat online dengan sesama rekan kerja tanpa harus tatap muka (video conference), tidak saja satu orang, tapi secara bersama-sama dan realtime.</p>
<p>Instant messaging server yang mo kita install kali ini adalah Jabber (XMPP) dengan Interface Openfire. Sebelum melakukan installasi, pastikan port berikut ini dalam kondisi terbuka:</p>
<ul>
<li>3478 &#8211; STUN Service (NAT connectivity)</li>
<li>3479 &#8211; STUN Service (NAT connectivity)</li>
<li>5222 &#8211; Client to Server (standard and encrypted)</li>
<li>5223 &#8211; Client to Server (legacy SSL support)</li>
<li>5229 &#8211; Flash Cross Domain (Flash client support)</li>
<li>7070 &#8211; HTTP Binding (unsecured HTTP connecitons)</li>
<li>7443 &#8211; HTTP Binding (secured HTTP connections)</li>
<li>7777 &#8211; File Transfer Proxy (XMPP file transfers)</li>
<li>9090 &#8211; Admin Console (unsecured)</li>
<li>9091 &#8211; Admin Console (secured)</li>
</ul>
<p>Cara install Linux untuk kebutuhan server udah ga perlu ane jelasin lagi, bisa hunting tutorial yang pernah ane bikin, atau klo mo simple sewa aja Paket CloudOpen yang disediakan oleh Infinys System Indonesia (www.infinyscloud.com), servernya instan tinggal pake dan install instant messaging servernya doang tinggal pake, untuk ukuran sebuah perusahaan ga mahal kok, layanan &amp; supportnya terjamin pula (promo dikit kekeke).</p>
<p>Ok, kita lanjut. Download dan install Java runtime engine (JRE) di komputer yang telah kita siapkan sebagai server instant messaging. Untuk memastikan JRE telah terinstall dengan baik bisa di lihat dengan mengetikkan perintah melalui console: java -version</p>
<p>Apabila JRE sudah terinstall dengan baik, lanjutkan dengan mendownload paket <a href="http://www.igniterealtime.org/downloads/index.jsp#openfire" target="_blank">Openfire</a>. Untuk Slackware download dan gunakan paket tar.gz. Untuk Centos 5/Redhat download dan gunakan paket rpm.</p>
<p><strong>Slackware:</strong><br />
cp openfire_x_x_x.tar.gz /opt<br />
tar xvzf openfire_x_x_x.tar.gz<br />
cd openfire/bin<br />
openfire</p>
<p><strong>Redhat/Centos:</strong><br />
rpm -i openfire*.rpm<br />
/etc/rc.d/init.d/openfire restart</p>
<p>Jangan lupa sebelumnya ganti IP interface di dalam openfire.xml dengan IP Public server ente punya.</p>
<p>vi /opt/openfire/conf/openfire.xml</p>
<p>Cari bagian interface, ganti dengan IP Publik server.<br />
&lt;interface&gt;xxx.xxx.xxx.xxx&lt;/interface&gt;</p>
<p>Gampang kan? Nah sekarang tinggal konfigurasi deh.<br />
Bagusnya sih pasangin aja domain di server instant messaging ente biar gampang, klo ribet nyeting NS bisa dengan pointing pake A. Cingcaylah <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Buka Browser (Klo windoser sebaiknya jangan pake Internet Explorer,  download aja Firefox bentaran, lebih nyaman) masukkan alamat ip publik atau domain server ente, jangan lupa portnya. Contoh: http://namadomain.com:9090</p>
<p>Klo proses installasi diatas bener, ente bakalan ngeliat halaman setup Openfire.</p>
<ul>
<li>Pilih bahasa yang di inginkan (English aja deh) blom ada bahasa Indonesia soalnya kekeke&#8230;</li>
<li>Masukkan domain server ente, klo pengen secure ubah portnya, klo males pake default juga gpp</li>
<li>Database pilih Embedded Database aja, ga terlalu ngepek kok, ga terlalu gede kok databasenya, ga harus ditaroh diluar. Pilih Standard Database Connection klo ngotot pengen ditaro diluar <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li>User profile bisa disimpan di dalam instant messaging server (Default) atau klo punya LDAP atawa Active Directory bisa digabungkan dengan memilih LDAP sebagai pilihan User profile.</li>
<li>Masukkan email admin yang nantinya bakalan jadi dewa di tu server.</li>
</ul>
<p>Restart openfire.<br />
/etc/rc.d/init.d/openfire restart</p>
<p>Gampang kan? Tinggal akses deh pake pidgin. Klo mo nambah user atawa bikin ruang miting virtual tinggal tambahin deh di control panel (www.namadomain.com:9090). Ah, cingcay lah.</p>
<p>Note: Infinys System Indonesia adalah pioneer untuk produk SAAS, PAAS dan IAAS Cloud Computing di Indonesia, dengan memanfaatkan IAAS yang ditawarkan (CloudOpen) ente bisa punya server buat naroh Zimbra, Jabber dan lain-lain tanpa harus keluar biaya mahal buat sewa space di gedung cyber, sewa orang buat jagain server dan lain-lain.  Alamatnya di www.infinyscloud.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/bikin-server-ocs-ym-gtalk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bikin Minimalis Centos Server</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/bikin-minimalis-centos-server/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/bikin-minimalis-centos-server/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 May 2011 09:51:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[centos]]></category>
		<category><![CDATA[minimalis]]></category>
		<category><![CDATA[minimalis server]]></category>
		<category><![CDATA[redhat]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Bukannya ape-ape, kadang suka ada yang nanya sama ane, &#8220;Bang, cara bikin server yang baik gmn seh?&#8221;. Jawabannya simple, install aplikasi seminimal mungkin, servicenya juga. Nah, abis gitu pasti bakalan muncul lagi pertanyaan, &#8220;trus server yang minimalis ntu kek gimana bikinnya?&#8221;. Biar ga berbusa ngejelasinnya, baiknya ane tulis aja disini, biar sapa tau ada temen-temen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukannya ape-ape, kadang suka ada yang nanya sama ane, &#8220;Bang, cara bikin server yang baik gmn seh?&#8221;. Jawabannya simple, install aplikasi seminimal mungkin, servicenya juga.</p>
<p>Nah, abis gitu pasti bakalan muncul lagi pertanyaan, &#8220;trus server yang minimalis ntu kek gimana bikinnya?&#8221;. Biar ga berbusa ngejelasinnya, baiknya ane tulis aja disini, biar sapa tau ada temen-temen yang juga pengen nyoba-nyoba bikin server minimalis.</p>
<p>Bukannya ane ga cinta Slackware, cuman berhubung pengguna Enterprise lebih suka pake Redhat, ditambah lagi kebetulan ane ga punya Redhat, jadi disini ane ngasih taunya pake Centos yang emang sama moy nya dengan Redhat. So, let&#8217;s begin <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Buat nginstall minimalis yang dibutuhin cukup CD #1 (di versi 5.6, CD yang dipake cukup CentOS-5.6-i386-bin-1of7.iso)</p>
<p>Nyalain komputernya biar bisa booting dari CD-ROM, ga usah ane sebutin deh langkahnya, ane rasa rata-rata bisalah ngerubah biar default bootingnya CD-ROM. Pada saat komputer boot dari CD-ROM yang udah ada Centos CD #1nya, ntar bakalan muncul prompt <strong>boot:</strong> disini ketik &#8220;linux text&#8221; bukannya apa-apa, buat apaan juga pake GUI, orang cuma mo install server, lagian jadi lebih cepet loadingnya <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ikutin semua langkah-langkah installasi sampe ntar muncul tampilan buat milih paket yang pengen di install. Matiin semua centangan disini, klo ga mo repot bisa dengan cara menekan &#8220;-&#8221; sambil scroll kebawah. Lanjutin langkah installasi, abis tu beres deh.</p>
<p>Klo tersambung keinternet jangan lupa di updet pake perintah &#8220;yum update&#8221; biar paket yang terinstall otomatis terupdet. Tinggal tambahin deh paket yang dibutuhin dengan cara &#8220;yum install namapaket&#8221;.</p>
<p>Gampang kan? Selamat mencoba <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/bikin-minimalis-centos-server/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Linux Conference, Oasis di padang tandus</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/indonesia-linux-conference-oasis-di-padang-tandus/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/indonesia-linux-conference-oasis-di-padang-tandus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Mar 2011 07:31:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Obrolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Apabila kita bicara tentang Linux di Indonesia, pasti yang terpikirkan pertama kali adalah gerakan komunitasnya. Karena perkembangan Linux di Indonesia tidak lepas dari soliditas yang dimiliki oleh komunitas komunitas pengguna Linux di Indonesia. Baik pengembang, tukang koar-koar ataupun pengguna end-user saling bahu membahu memperkenalkan open source dengan caranya masing-masing. Di tiap kota, di tiap daerah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apabila kita bicara tentang Linux di Indonesia, pasti yang terpikirkan pertama kali adalah gerakan komunitasnya. Karena perkembangan Linux di Indonesia tidak lepas dari soliditas yang dimiliki oleh komunitas komunitas pengguna Linux di Indonesia. Baik pengembang, tukang koar-koar ataupun pengguna end-user saling bahu membahu memperkenalkan open source dengan caranya masing-masing.</p>
<p>Di tiap kota, di tiap daerah komunitas seolah berlomba (dalam konotasi positif tentunya) untuk menunjukkan geliatnya. Ambil contoh KPLI Keresidenan Banyumas, walaupun sempat tertimpa masalah adanya pihak luar yang mencoba &#8220;bermain&#8221; dengan memberikan presepsi salah kepada masyarakat bahwa &#8220;Mikrosop adalah Open Source&#8221; namun hal ini tidak membuat perjuangan mereka surut. Dalam waktu singkat mereka berhasil membersihkan presepsi salah yang diterima masyarakat tersebut dengan melakukan roadshow kepada guru-guru yang terlanjur sempat di &#8220;cuci otak&#8221; oleh oknum yang memanfaatkan situasi kurangnya komunikasi antara komunitas dengan pemerintah di masing-masing daerah.</p>
<p>Ambil contoh lain, KPLI Aceh Tengah (Pelita, Pengguna Linux Takengon) yang sukses menjadi mitra pemda Aceh Tengah untuk membantu proses migrasi di daerahnya. KPLI Bekasi (BeLL, Bekasi Linux Lover), KPLI Sinjai, bahkan tidak terbatas hanya komunitas yang bernaung dibawah bendera KPLI saja, masih banyak komunitas lain seperti AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia), AWALI (Asosiasi Warnet Linux &amp; Open Source Indonesia), Komunitas Pengguna Ubuntu, Komunitas Zencafe, Komunitas BlankOn, Komunitas Open Suse, Komunitas Study Linux, dan lain-lain.</p>
<p>Bukan berarti pergerakan komunitas pengguna Linux di Indonesia tidak mengalami hambatan ataupun rintangan. Cukup banyak pula komunitas pengguna Linux yang akhirnya mati suri kalau tidak ingin dikatakan gulung tikar. Resistensi yang kadang di hadapi baik oleh pemerintah di daerahnya ataupun dari masyarakat itu sendiri.</p>
<p>Indonesia Linux Conference (ILC), sebuah kegiatan pertemuan rutin tahunan dimana salah satu rangkaiannya adalah Linux Community Meeting (LCM) menjadi tempat untuk saling berbagi, untuk saling memberi dari komunitas untuk komunitas. Komunitas yang sukses membagi pengalamannya agar siapa tau bisa di tiru oleh komunitas yang lain, sedangkan komunitas yang menghadapi kendala membagi pengalamannya untuk dipecahkan bersama. Idealnya ILC adalah oasis dipadang tandus, sebuah mata air yang dapat memenuhi dahaga dan dapat memberikan solusi untuk kepentingan bersama.</p>
<p>Tolak ukurnya bukanlah banyak tidaknya yang hadir di LCM, melainkan apakah ILC bisa menampung dan membawa aspirasi dari perwakilan-perwakilan komunitas Linux di masing-masing daerah, karena biar bagaimanapun, walapun sesuai kebutuhan jaman ILC telah mengalami pergeseran menjadi kegiatan yang luas (bukan sekedar LCM) namun khittahnya ILC lahir sebagai jawaban atas kebutuhan pergerakan komunitas Linux di Indonesia. Tidak hanya sebagai acara rame-rame ngumpul ngumpul ataupun ngerumpi tentang Linux, ataupun bukan pula hanya sebagai ajang seminar ataupun workshop melainkan sebuah jawaban yang dapat memberikan solusi dan semangat kepada pergerakan komunitas-komunitas pengguna Linux di masing-masing daerah cakupannya demi perkembangan pergerakan open source di Indonesia.</p>
<p>So, dukung Indonesia Linux Conference 2011 yang rencananya akan diadakan di Nusa Tenggara Barat bisa membawa ILC sesuai khittah nya, menjadi sebuah jawaban atas permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam hal memajukan open source di Indonesia yang kita cintai. Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/indonesia-linux-conference-oasis-di-padang-tandus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Server Game Online Linux? We have it!</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/server-game-online-linux/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/server-game-online-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 09:26:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[gamers]]></category>
		<category><![CDATA[games]]></category>
		<category><![CDATA[linux games]]></category>
		<category><![CDATA[linux mmorpg]]></category>
		<category><![CDATA[linuxian]]></category>
		<category><![CDATA[mmorpg]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Ambisius memang, tapi itulah kenyataannya. Idenya sederhana, pengennya cuma biar bisa maen game online di komputer ane tapi ga perlu jauh-jauh mesti pake bandwitdh internasional. Daripada jauh-jauh mesti pake server taiwan atawa amerika cuman untuk maen game seperti yang selama ini ane lakukan kenapa ga pake bandwidth lokal, setidaknya akan mengurangi mubazirnya bandwidth internasional kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ambisius memang, tapi itulah kenyataannya. Idenya sederhana, pengennya cuma biar bisa maen game online di komputer ane tapi ga perlu jauh-jauh mesti pake bandwitdh internasional. Daripada jauh-jauh mesti pake server taiwan atawa amerika cuman untuk maen game seperti yang selama ini ane lakukan kenapa ga pake bandwidth lokal, setidaknya akan mengurangi mubazirnya bandwidth internasional kita yang bisa dibilang masih cukup mahal saat ini.</p>
<p>Beranjak dari keinginan itulah beberapa minggu ini ane sibuk menyiapkan segala sesuatunya baik itu persiapan website pendukung, server game, sosial media pendukung dan tetek bengek lainnya.</p>
<p>Linux Games™ yang sejak 1 tahun lalu beralamatkan domain gratisan ane beliin domain yang lebih memadai yaitu www.linuxian.web.id termasuk mengubah namanya menjadi Linuxian™. Mbak Yenni (Ristek) sempat bertanya tentang nama baru ini, kenapa Linuxian™? Kenapa bukan nama yang lebih menunjukkan klo website tersebut didedikasikan buat gamer? Jawabannya simple, Linuxian memiliki arti orang-orang pengguna Linux, atau bisa dikatakan Linux adiktif! Linuxer yang sudah benar-benar meninggalkan sistem operasi lain termasuk buat maen game sekalipun! Karena selama ini banyak Linuxer yang tetep memelihara sistem operasi lain di komputernya karena alasan yang satu ini, yaitu mereka tidak bisa memainkan game yang oke punya di Linux. Klo sekedar maen sudoku sih pake henpon juga bisa <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Linuxian™ (www.linuxian.web.id) nantinya diharapkan akan terus berkembang menjadi one stop linux entertainment host. Linuxian™ menawarkan server game online, review game-game Linux dan bundling distribusi game Linux yang di harapkan dapat digunakan di berbagai Linux sekaligus (sedang dalam pengembangan).</p>
<p>Saat ini game yang di host dan bisa di coba di server Linuxian™ adalah game Teeworlds, masih ujicoba, namun bisa di akses melalui server games.linuxian.web.id:8303</p>
<p>Untuk websitenya sendiri, Linuxian™ menerapkan bilingual language, dimana review dimulai dengan bahasa Inggris kemudian dilanjutkan bahasa Indonesia. Ini bukan tanpa alasan. Terus terang Linuxian™ membutuhkan biaya untuk tetap dapat hidup, untuk saat ini Linuxian™ bergantung dari iklan yang disediakan google adsense dan donasi dari temen-temen, jadi mohon maklum klo dirasa &#8220;agak&#8221; mengganggu. Syukur-syukur klo ada yang sekali-sekali ngebantu dengan cara ngeklik tu iklan, ga usah sering-sering biar Linuxian™ ga kena ban sama om google, sehari 1 kali ane rasa cukup membantu kekeke&#8230;.</p>
<p>Selain itu klo beberapa hari ini temen-temen merasa di invite untuk melihat-lihat website Linuxian™ ane mohon maaf sebesar-besarnya, bukan maksud spamming atau apa, melainkan ane ingin mengajak temen-temen untuk turut perduli dengan perkembangan Linux di Indonesia, dimana salah satunya adalah dengan memasyarakatkan game-game Linux. Mohon dukungannya! Semoga dengan adanya Linuxian™ ini kita semua bisa menjadi Linuxian sejati!</p>
<p>Alamat Linuxian™<br />
<a href="http://www.linuxian.web.id" target="_blank">www.linuxian.web.id</a></p>
<p>Follow Linuxian™ NetworkedBlogs<br />
<a href="http://networkedblogs.com/blog/linuxian/?ahash=c49a27867044cdc31a9897ef5c09da62" target="_blank">http://networkedblogs.com/blog/linuxian&#8230;5c09da62</a></p>
<p>Linuxian™ Facebook<br />
<a href="http://www.facebook.com/pages/Linuxian/180772751959173" target="_blank">http://www.facebook.com/pages/Linuxian/180772751959173</a></p>
<p>Linuxian™ Teeworlds Server (Liat gamenya di Linuxian™)<br />
games.linuxian.web.id:8303</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/server-game-online-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kampanye Linux/Open Source ala BeLL alias KPLI Bekasi</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/kampanye-linux-open-source-kpli-bekasi/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/kampanye-linux-open-source-kpli-bekasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 15:18:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[Udah lama ga ngeblog, baik karena kesibukan yang makin kronis juga karena beberapa waktu lalu ada masalah dengan hostingan yg solve baru-baru aja setelah di install ulang wordpressnya. Pengen cerita soal ILC, ga punya cerita, berhubung pas ILC ada halangan dan ga bisa hadir, sayang bener emang, tapi apa mau di kata. Kali ini ane sedikit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Udah lama ga ngeblog, baik karena kesibukan yang makin kronis juga karena beberapa waktu lalu ada masalah dengan hostingan yg solve baru-baru aja setelah di install ulang wordpressnya. Pengen cerita soal ILC, ga punya cerita, berhubung pas ILC ada halangan dan ga bisa hadir, sayang bener emang, tapi apa mau di kata. Kali ini ane sedikit cerita tentang kegiatan BeLL alias KPLI Bekasi baru-baru ini, cukup unik karena kegiatannya bukan kegiatan seminar atawa workshop seperti biasanya melainkan melakukan touring Bekasi-Cisarua klo di itung pulang-pergi sejauh 150an kilometer. Harapannya seh biar masyarakat yang berada sepanjang rute sedikit banyak bisa tau klo daripada pake bajakan mendingan pake open source. Acara Bekasi Touring Route (BTR) yang rencananya bakalan diadakan tiap tahun ini, kali ini mengangkat tema &#8220;Stop Piracy, Use &#8216;Halal&#8217; Open Source Software!&#8221;.</p>
<p>[simage=46,320,no,clear]</p>
<p>Ga cuman touring doang seh, sebenernya susunan acaranya kurang lebih kek gini, di mulai dengan touring dari Bekasi ke Cisarua Bogor, sampe Villa lokasi penginapan di lanjut dengan ngerumpi tentang berbisnis pake open source yg ane bawain, dilanjut tentang Webdisain oleh om Akeda, Bisnis sablonan kaos pake software open source, SMS Gateway, Sistem Informasi Geografis alias GIS, Antena Wajan alias Wajanbolic, dan laen-laen, segambreng dan seru deh pokoknya, termasuk acara bakar-bakar ayam&#8230;.. hmmmm&#8230;. yammmi&#8230; Acara tanggal 30-31 Oktober, pokoknya padat deh, nyesel banget deh yang ga ikutan. Biar ga penasaran, liat langsung foto-fotonya aja deh <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>[simage=47,320,no,clear]<br />
The Journey Begin&#8230;.</p>
<p>[simage=59,320,no,clear]<br />
Orang-orang sampe pada nengok penasaran&#8230;</p>
<p>[simage=58,320,no,clear]<br />
Ngaso dulu ah&#8230; sampe penuh pinggiran jalan ma pasukan BeLL&#8230;</p>
<p>[simage=48,320,no,clear]<br />
Gelappun ga ngaruh, yang penting narsis!</p>
<p>[simage=49,320,no,clear]<br />
Sampe lokasi terus bakar-bakar!</p>
<p>[simage=50,320,no,clear]<br />
Kecapean bawa motor sampe tidurpun ga sempat lepas rompi lagi&#8230;</p>
<p>[simage=60,320,no,clear]<br />
Jalan-jalan pagi menikmati segarnya udara pegunungan&#8230;</p>
<p>[simage=51,320,no,clear]<br />
Saking pada serius dengerin para narsum cerita ngalor-ngidul sampe ga perduli jejel-jejelan kek kereta api..</p>
<p>[simage=57,320,no,clear]<br />
Nyelip dikit gpp deh, yg penting tetep ngikut dengerin&#8230;</p>
<p>[simage=52,320,no,clear]<br />
Sesi nyantai pada rebutan ngejawab kuis, ada hadiahnya lho&#8230;</p>
<p>[simage=53,320,no,clear]<br />
Foto bareng sebelum meluncur pulang&#8230;</p>
<p>[simage=54,320,no,clear]<br />
Narsis mode: on</p>
<p>[simage=55,320,no,clear]<br />
Pengibaran bendera merah putih&#8230; eh bendera BeLL maksudnya&#8230;<br />
Sampe ada yg terharu tuh&#8230; Terharu apa kelilipan cabe kekeke&#8230;</p>
<p>[simage=56,320,no,clear]<br />
Villa lokasi acara BTR 2010 di Villa &#8220;Gubuk Rezeki&#8221; Cisarua Bogor.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/kampanye-linux-open-source-kpli-bekasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zencafe 2.2, Next level for your Internet Cafe&#8230;</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/zencafe-2-2-next-level-for-your-internet-cafe/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/zencafe-2-2-next-level-for-your-internet-cafe/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 14:54:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[What&#8217;s? Internet Cafe pake OSS? Kenapa ngga? Bukan soal gratisannya, pake OSS bisa dikatakan solusi terbaik dan efisien untuk komputer publik semacam warnet, rendah biaya, minim perawatan dan ga bikin pusing. Klo dilihat dari segi biaya pembelian software, dengan menggunakan OSS modal bisa di tekan, coba deh oret-oret dikit, berapa yang harus kita keluarkan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>What&#8217;s? Internet Cafe pake OSS?</p>
<p>Kenapa ngga? Bukan soal gratisannya, pake OSS bisa dikatakan solusi terbaik dan efisien untuk komputer publik semacam warnet, rendah biaya, minim perawatan dan ga bikin pusing.</p>
<p>Klo dilihat dari segi biaya pembelian software, dengan menggunakan OSS modal bisa di tekan, coba deh oret-oret dikit, berapa yang harus kita keluarkan untuk membeli software di warnet, beli Windos, beli Office, beli antivirus, Photosop, dan kawan-kawannya.</p>
<p>Dari segi hardware? sami mawon, Pentium 3 pun masih bisa di jadiin mesin duit, konon temen ane dari Banyumas pernah cerita klo cukup modal sepuluh jeti udah bisa buka warnet, hmmm&#8230;. (bukan ane lho, tapi terus terang klo ente mau modal sepuluh dua puluh jeti mang masuk di akal buat buka warnet, dengan catatan pake Linux.)</p>
<p>Itu baru dari soal harga, bicara dari soal nginstallnya? Hmmm&#8230; Install normal ya (jangan bicara pake Ghost, walaupun di Linux juga ada sopwer kek ginian), sekali install Linux (Zencafe) udah langsung ke install semua aplikasi yang dibutuhin, OS, aplikasi Office, billing, dan lain-lain, semua bisa selesai dalam waktu 15 menit. Beda banget klo kita nginstall Windos, Windosnya aja udah makan waktu, blom masukin driver, blom masukin Office, blom masukin Anti virus, kebayang deh&#8230;.</p>
<p>Dari segi perawatan? Linux jauh lebih mumpuni, user nyolok-nyolok flesdis ga perlu ngerasa was-was, ga perlu takut soal virus, kemungkinan komputer rusak gara-gara virus pun jadi hilang, bukan berarti Linux ga ada virus, cuman jumlahnya sangat sedikit (juga bukan karena blom banyak yang pake Linux virus jadi sedikit, tapi emang sistem pengamanan di Linux jauh lebih mantap). Blom kasus komputer jadi lelet, silahkan tanya temen-temen yang warnetnya pake Linux, seberapa sering dia harus maintenance warnetnya? pastinya jauh lebih santai dibanding warnet pada umumnya.</p>
<p>Soal game? game di Linux ga kalah canggih, bahkan banyak yang jauh lebih keren. Cuman kebanyakan orang salah presepsi, mereka beranggapan Game di Windos sama dengan Game di Linux, padahal bukan seperti itu, walaupun emang sebagian game Windos bisa dijalankan di Linux dengan menggunakan <em>Wine</em> ini yang sering bikin orang mentok. Coba deh buka di LinuxGames™ (<a href="http://www.linuxgames.info.tm" target="_blank">http://www.linuxgames.info.tm</a>) pasti bakalan ngiler.</p>
<p>Zencafe sendiri adalah salah satu dari sekian banyak distro Linux yang bisa ente pilih, kelebihan distro ini ente ga perlu nambah-nambah aplikasi lagi, cukup sekali install semua aplikasi warnet sudah terpenuhi, klo mo ada gamenya tinggal donlot deh dari Repositorynya.</p>
<p>Zencafe 2.2, versi terbaru dari Zencafe ini di disain untuk dapat beroperasi di komputer Pentium 3 dengan memori 128mb. Enteng kan? Selain itu, Zencafe 2.2 udah membawa aplikasi-aplikasi terbaru seperti OpenOffice 3.2.1, Pidgin 2.7.1, Firefox 3.6.6, Billing Warnet Mkahawa, Autorecovery (semacam deepfreeze), dan masih banyak lagi. Selamat ber Open Source ria! Selamat memiliki warnet berbiaya rendah dan minim perawatan <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Zencafe bisa di unduh dan di download di <a href="http://www.zencafe.web.id" target="_blank">http://www.zencafe.web.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/computer/linux/zencafe-2-2-next-level-for-your-internet-cafe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manuver Penjegalan Open Source: Pemerintah Indonesia pilih kasih?</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/manuver-penjegalan-open-source-pemerintah-indonesia-pilih-kasih/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/business/manuver-penjegalan-open-source-pemerintah-indonesia-pilih-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 16:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[iipa]]></category>
		<category><![CDATA[menpan]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[proprietary]]></category>
		<category><![CDATA[surat edaran menpan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Menarik melihat tindak tanduk penjegalan terhadap perkembangan Open Source di Indonesia belakangan ini, baik dari pengaduan IIPA (Microsoft anggota BSA, dimana BSA adalah salah satu asosiasi anggota IIPA) kepada pemerintah Amerika untuk mencabut skema subsidi bebas-pajak GSP; yang telah membantu memperlancar masuknya ekspor Indonesia bernilai trilyunan rupiah dengan alasan pemerintah Indonesia melakukan penolakan terhadap produk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik melihat tindak tanduk penjegalan terhadap perkembangan Open Source di Indonesia belakangan ini, baik dari <a href="http://www.iipa.com/rbc/2010/2010SPEC301INDONESIA.pdf" target="_blank">pengaduan IIPA (Microsoft anggota BSA, dimana BSA adalah salah satu asosiasi anggota IIPA) kepada pemerintah Amerika untuk mencabut skema subsidi bebas-pajak GSP</a>; yang telah membantu memperlancar masuknya ekspor Indonesia bernilai trilyunan rupiah dengan alasan pemerintah Indonesia melakukan penolakan terhadap produk dari Amerika dengan tidak membeli produk proprietary padahal tujuan penggunaan Open Source adalah untuk menghemat anggaran negara yang notabene duit rakyat, perkara perusahaan open sourcenya lokal maupun Internasional termasuk Indonesia tidak pernah ada pelarangan soal itu  sampai dengan <a href="http://www.detikinet.com/read/2010/03/02/163357/1309611/317/presdir-microsoft-euforia-open-source-berlebihan" target="_blank">tuduhan Microsoft bahwa pemerintah Indonesia pilih kasih dengan memberikan dukungan terhadap Open Source</a> (Contoh dukungan: mengeluarkan SE Menpan tentang Open Source)</p>
<p>Secara umum, pemerintah Indonesia berhak dan berdaulat untuk menentukan apa yang akan di pakai oleh instansinya tanpa campur tangan pihak asing apalagi cuma sekedar perusahaan software seperti Microsoft, apalagi klo tujuannya untuk kebaikan bersama seperti dengan menggunakan open source di jajaran pemerintahannya, toh dengan begitu anggaran yang seharusnya di keluarkan oleh pemerintah untuk membeli lisensi sistem operasi ataupun aplikasi perkantoran bisa di manfaatkan untuk memajukan Indonesia di sektor lain, lagipula aplikasi apa sih yang dipake oleh instansi-instansi pemerintah, ga lebih dari sekedar untuk ketik mengetik urusan administrasi saja, tidak lebih.</p>
<p>Kenapa harus bayar mahal? Ingat, itu duit rakyat lho, duit yang di bayarkan warga Indonesia melalui pajak dari berbagai pos. Lagipula Surat Edaran Menpan tersebut berlaku hanya untuk jajaran instansi pemerintah, sangat wajar pemerintah menentukan apa yang harus di beli oleh jajarannya. Tidak ada satu katapun didalam Surat Edaran Menpan yang memaksa pihak swasta untuk turut menggunakan open source.Pihak swasta justru lebih leluasa untuk memilih tentunya selama  software yang digunakan adalah legal tentunya. Klo sampai pihak swasta juga ikut memanfaatkan open source, tidak lebih adalah kesadaran mereka untuk mendapatkan manfaat yang lebih baik.</p>
<p>Malahan klo kita lihat lebih jauh, apakah benar pemerintah Indonesia sudah bener-bener mendukung open source? Pertanyaan aneh. Sampai saat ini Departemen Pendidikan Nasional (Diknas) dengan arogansinya belum mendukung open source sebagai salah satu kurikulum pendidikan di Indonesia, padahal dari sejak awal adanya pelajaran komputer di sekolah di Indonesia yang di ajarkan ga pernah jauh dari produk proprietary tertentu. Padahal ini sama saja dengan mengajarkan putra putri penerus bangsa untuk terus berada dibawah ketiak perusahaan kapitalis proprietary, secara mereka tidak diberikan pilihan lain. Untung-untung klo orang tuanya bisa modalin anaknya untuk beli software original, klo ga bisa? Sama aja artinya pemerintah secara tidak langsung mendorong warganya untuk jadi maling! Apakah ini bukan pilih kasih?</p>
<p>Belum lagi kerjasama yang dilakukan oleh perusahaan proprietary tertentu dengan beberapa Universitas negeri ternama di Indonesia, apakah ini bukan pilih kasih?</p>
<p>Klo ane bilang, ini tidak lebih dari manuver yang dilakukan oleh pihak-pihak proprietary yang merasa dirugikan untuk menekan perkembangan open source di Indonesia, tidak lebih dari ketakutan terhadap pergerakan open source yang mulai menunjukkan keberhasilannya. Apakah kita mesti takut dan gentar? Toh tidak ada yang salah dengan gerakan open source selama ini. Gerakan open source justru mendorong agar terciptanya kesadaran akan hak cipta bukan sebaliknya.</p>
<p>Untuk teman-teman pendukung dan penggerak open source di Indonesia, jangan terlalu berbangga hati dulu, disatu sisi hal ini adalah kabar baik sangat baik malah, namun disisi lain kita harus lebih waspada dengan kemungkinan manuver-manuver lainnya. Perjuangan masih panjang. So, maju terus open source. Ganyang habis ketidakadilan dan  pembelengguan hak mendapatkan kebebasan untuk memilih software yang tepat  bagi perkembangan bangsa Indonesia!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/business/manuver-penjegalan-open-source-pemerintah-indonesia-pilih-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Microsoft Exchange? why not Zimbra, Scalix or Zarafa?</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/microsoft-exchange-why-not-zimbra-scalix-or-zarafa/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/business/microsoft-exchange-why-not-zimbra-scalix-or-zarafa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 08:09:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Computer]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[collaboration tools]]></category>
		<category><![CDATA[groupware]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft exchange]]></category>
		<category><![CDATA[scalix]]></category>
		<category><![CDATA[zarafa]]></category>
		<category><![CDATA[zimbra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama kompi yang biasa dipake buat oprek ga pernah di senggol2 karena seringkali keliling ditambah minimnya akses internet memadai buat update informasi. Akhirnya punya kesempatan juga buat update ni blog. Topik kali ini sedikit lebih berat, karena pada dasarnya hanya digunakan oleh kelas corporate, but it&#8217;s ok, we just want to show you [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sekian lama kompi yang biasa dipake buat oprek ga pernah di senggol2 karena seringkali keliling ditambah minimnya akses internet memadai buat update informasi. Akhirnya punya kesempatan juga buat update ni blog.</p>
<p>Topik kali ini sedikit lebih berat, karena pada dasarnya hanya digunakan oleh kelas corporate, but it&#8217;s ok, we just want to show you there&#8217;s no reason to keep your old viruses box! There&#8217;s thousand tools that you can use than that&#8217;s one.  <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apa sih Microsoft Exchange? Kenapa sih banyak perusahaan bersikeras bertahan ga mau migrasi gara2 tools satu ini?</p>
<p>Saat ini komputer tidak hanya digunakan untuk sekedar ketik mengetik, tidak hanya sekedar nulis imel atau liat facebook saja. Kebutuhan dasar bagi sebuah perusahaan dalam hal penggunaan komputer saat ini berfungsi untuk saling berkomunikasi dan berkolaborasi. Nah, disini fungsinya Microsoft Exchange. Sebuah tool kolaborasi ini, selain terintegrasi dengan sistem operasi yang sama2 buatan Microsoft, secara umum memiliki kemampuan untuk memanajemen surat elektronik (e-mail), kalender, kontak, dan tasks; dukungan untuk akses langsung dari Web dan juga perangkat bergerak; dan dukungan untuk penyimpanan data. Soundly like egroupware huh?</p>
<p>Walaupun fungsinya kurang lebih sama dengan groupware2 berbasis web seperti php-groupware, egroupware, opengoo dan kawan-kawannya itu, Microsoft Exchange terintegrasi dengan tools lain yang ada di sistem operasi Microsoft seperti Microsoft Outlook, Domain Control dll. Inilah yang membuat pengguna Microsoft Exchange akut ogah untuk migrasi.</p>
<p>Nah, yang jadi pertanyaannya sekarang, how you can save your money? Gimana caranya biar tetep menggunakan tools yang memiliki fungsi yang bisa dibandingkan telur dengan telur, namun tanpa harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit?</p>
<p>Like I say before, banyak tools groupware yang sebenernya bisa anda gunakan, namun secara umum, tools berikut adalah beberapa tools yang bisa dikatakan bener2 sebagai replacementnya Microsoft Exchange. Telur sama Telur.</p>
<p><strong>Zimbra</strong><br />
<em>www.zimbra.com</em></p>
<p>[simage=42,320,no,clear]<br />
Wuaah, yang satu ini ga perlu ditanya lagi, pengguna open source tingkat corporate tentunya klo di tanya soal pengganti Microsoft Exchange pasti yang pertama kali terbayang adalah Zimbra. Tools punyanya Yahoo! ini bener-bener kinclong dengan fitur yang bisa dibilang jauh melebihi Microsoft Exchange.</p>
<p>Kelebihan</p>
<ul>
<li>Kelebihan utama Zimbra dibanding pesaingnya adalah interface yang dimilikinya,</li>
<li>Punya desktop client sendiri sehingga tidak harus menggunakan web-browser,</li>
<li>Zimlet, tools untuk mengintegrasikan Zimbra dengan tool lain seperti forum dan lain sebagainya,</li>
<li>Reverse Engineering ActiveSync, sehingga bisa terintegrasi dengan gadget seperti Blackberry etc,</li>
<li>Konfigurasi tersimpan di LDAP datasource, dalam satu sisi ini sangat menguntungkan karena tingkat keamanan yang tinggi, disatu sisi ini satu kelemahan pada saat troubleshooting,</li>
<li>Selama kebutuhannya terpenuhi, Zimbra sangat mudah untuk di install,</li>
<li>Ajax-base technology</li>
</ul>
<p>Kelemahan</p>
<ul>
<li>Zimbra sebagaimana Microsoft Exchange sendiri, sangat rakus dengan memory,</li>
<li>Membutuhkan koneksi yang cukup cepat agar bisa nyaman menggunakan tools ini,</li>
<li>Tidak dapat disandingkan didalam satu mesin dengan Webserver yang sudah ada karena Zimbra memiliki tools sendiri untuk melakukan hal ini,</li>
<li>Membutuhkan akun root, sehingga tidak dapat di install di hosting server seperti Dreamhost dll.</li>
</ul>
<p><strong>Scalix</strong><br />
<em>www.scalix.com</em></p>
<p>[simage=40,320,no,clear]<br />
I love scalix, gabungan antara penggunaan memory yang reasonable dengan interface yang cukup enak dilihat, walaupun mungkin tidak sekinclong Zimbra, Tool kolaborasi punyanya Xandros ini sangat bisa di andalkan untuk menggantikan Microsoft Exchange.</p>
<p>Kelebihan</p>
<ul>
<li>Untuk yang sudah punya Microsoft Exchange namun harus memperbaharui lisensinya ga perlu takut, karena lisensi ActiveSync yang di punyai bisa di gunakan di Scalix. Karena Scalix menggunakan ActiveSync yang dimiliki Microsoft untuk melakukan syncronisasinya. Yang belum pernah pake Microsoft Exchange ga perlu khawatir, Fungsi syncronisasinya bisa digantikan oleh tools lain yang sama-sama open ource. Contoh: Funambol,</li>
<li>MAPI, integrasi yang dimilikinya bener2 terintegrasi dengan baik dengan Microsoft Outlook,</li>
<li>Konfigurasi tersimpan dengan baik didalam server Scalix yang kita install, sehingga troubleshooting cukup mudah,</li>
<li>Memanfaatkan aplikasi server yang sudah ada seperti Sendmail, Apache, Cyrus-SASL dl,</li>
<li>Lebih ringan dibandingkan Zimbra maupun Microsoft Exchange sendiri</li>
<li>Java Tomcat technology</li>
</ul>
<p>Kelemahan</p>
<ul>
<li>Menggunakan jendela terpisah untuk mail client di browser (pop-up),</li>
<li>Siap-siap kotor2 tangan untuk melakukan installasi.</li>
</ul>
<p><strong>Zarafa</strong><br />
<em>www.zarafa.com</em></p>
<p>[simage=41,320,no,clear]<br />
Zarafa bisa dibilang pemain baru apabila dibandingkan dengan dua aplikasi diatas. Dengan interface yang sangat mirip dengan Microsoft Exchange dan penggunaan Z-Sync (alternative open source untuk ActiveSync) membuat Zarafa sebagai tool yang cukup di perhitungkan. Selain itu, kecepatan akses yang sangat cepat dibanding pendahulunya diatas.</p>
<p>Kelebihan</p>
<ul>
<li>Interface sangat cepat di akses, jauh mengalahkan Scalix dan Zimbra,</li>
<li>Z-Sync, sehingga fungsi syncronisasi bener2 tidak tergantung dengan produknya Microsoft,</li>
<li>Support GoogleMaps &amp; SugarCRM,</li>
<li>Berbeda dengan dua aplikasi diatas yang gabungan antara open source &amp; komersil, Zarafa bisa dikatakan full open source. Dikembangkan dengan lisensi AGPL termasuk tools lainnya yang menggunakan lisensi GPL seperti Z-Sync, OpenMAPI</li>
</ul>
<p>Kelemahan</p>
<ul>
<li>Upps. Karena sudah tercover Z-Sync, Zarafa tidak dapat di integrasikan dengan Funambol, fungsi Syncronize untuk Blackberry cuma dapat dilakukan buat yang menggunakan BIS/BES. (I don&#8217;t like it, ga bisa pake di gprs-nya Blackberry, not recommended yang pake BB cuma sekedar gaya kek ane kekekkeke)</li>
</ul>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Intinya ga harus mahal2 beli lisensi Microsoft Exchange untuk penggunaan kolaborasi corporate anda, banyak aplikasi lain yang bukan sekedar alternatif, bahkan memiliki fitur yang jauh lebih unggul. Zimbra dengan berbagai fiturnya, Scalix dengan stabilitas dan ActiveSync bawaan Microsoftnya maupun Zarafa pemain baru yang sedang naik daun. BTW, kenapa open-exchange ga ana masukan di review ini? Like I say before, banyak tools kolaborasi yang sebenernya bisa digunakan, termasuk open-exchange. Bahkan tools yang cukup ampuh apabila anda tidak harus menggunakan akses web-base (hanya menggunakan Thunderbird &amp; Gadget seperti Blackberry atau handphone) ente bisa menggunakan SimpleGroupware. SimpleGroupware, sangat ringan dan cukup mudah di integrasikan dengan mail-client serta gadget, selain satu kekurangan utamanya. Interface web-base yang dimiliki SimpleGroupware tidak sesuai dengan namanya.. Simple kekekek&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/business/microsoft-exchange-why-not-zimbra-scalix-or-zarafa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

