<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>A. Hardiena Personal Blog &#187; Business</title>
	<atom:link href="http://www.ahardiena.web.id/category/business/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ahardiena.web.id</link>
	<description>A. Hardiena Personal Blog - Provided Business, Linux and Webdesign articles with personal touch for your simple pleasure.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Mar 2010 16:18:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Manuver Penjegalan Open Source: Pemerintah Indonesia pilih kasih?</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/manuver-penjegalan-open-source-pemerintah-indonesia-pilih-kasih/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/business/manuver-penjegalan-open-source-pemerintah-indonesia-pilih-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 16:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[iipa]]></category>
		<category><![CDATA[menpan]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[proprietary]]></category>
		<category><![CDATA[surat edaran menpan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Menarik melihat tindak tanduk penjegalan terhadap perkembangan Open Source di Indonesia belakangan ini, baik dari pengaduan IIPA (Microsoft anggota BSA, dimana BSA adalah salah satu asosiasi anggota IIPA) kepada pemerintah Amerika untuk mencabut skema subsidi bebas-pajak GSP; yang telah membantu memperlancar masuknya ekspor Indonesia bernilai trilyunan rupiah dengan alasan pemerintah Indonesia melakukan penolakan terhadap produk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik melihat tindak tanduk penjegalan terhadap perkembangan Open Source di Indonesia belakangan ini, baik dari <a href="http://www.iipa.com/rbc/2010/2010SPEC301INDONESIA.pdf" target="_blank">pengaduan IIPA (Microsoft anggota BSA, dimana BSA adalah salah satu asosiasi anggota IIPA) kepada pemerintah Amerika untuk mencabut skema subsidi bebas-pajak GSP</a>; yang telah membantu memperlancar masuknya ekspor Indonesia bernilai trilyunan rupiah dengan alasan pemerintah Indonesia melakukan penolakan terhadap produk dari Amerika dengan tidak membeli produk proprietary padahal tujuan penggunaan Open Source adalah untuk menghemat anggaran negara yang notabene duit rakyat, perkara perusahaan open sourcenya lokal maupun Internasional termasuk Indonesia tidak pernah ada pelarangan soal itu  sampai dengan <a href="http://www.detikinet.com/read/2010/03/02/163357/1309611/317/presdir-microsoft-euforia-open-source-berlebihan" target="_blank">tuduhan Microsoft bahwa pemerintah Indonesia pilih kasih dengan memberikan dukungan terhadap Open Source</a> (Contoh dukungan: mengeluarkan SE Menpan tentang Open Source)</p>
<p>Secara umum, pemerintah Indonesia berhak dan berdaulat untuk menentukan apa yang akan di pakai oleh instansinya tanpa campur tangan pihak asing apalagi cuma sekedar perusahaan software seperti Microsoft, apalagi klo tujuannya untuk kebaikan bersama seperti dengan menggunakan open source di jajaran pemerintahannya, toh dengan begitu anggaran yang seharusnya di keluarkan oleh pemerintah untuk membeli lisensi sistem operasi ataupun aplikasi perkantoran bisa di manfaatkan untuk memajukan Indonesia di sektor lain, lagipula aplikasi apa sih yang dipake oleh instansi-instansi pemerintah, ga lebih dari sekedar untuk ketik mengetik urusan administrasi saja, tidak lebih.</p>
<p>Kenapa harus bayar mahal? Ingat, itu duit rakyat lho, duit yang di bayarkan warga Indonesia melalui pajak dari berbagai pos. Lagipula Surat Edaran Menpan tersebut berlaku hanya untuk jajaran instansi pemerintah, sangat wajar pemerintah menentukan apa yang harus di beli oleh jajarannya. Tidak ada satu katapun didalam Surat Edaran Menpan yang memaksa pihak swasta untuk turut menggunakan open source.Pihak swasta justru lebih leluasa untuk memilih tentunya selama  software yang digunakan adalah legal tentunya. Klo sampai pihak swasta juga ikut memanfaatkan open source, tidak lebih adalah kesadaran mereka untuk mendapatkan manfaat yang lebih baik.</p>
<p>Malahan klo kita lihat lebih jauh, apakah benar pemerintah Indonesia sudah bener-bener mendukung open source? Pertanyaan aneh. Sampai saat ini Departemen Pendidikan Nasional (Diknas) dengan arogansinya belum mendukung open source sebagai salah satu kurikulum pendidikan di Indonesia, padahal dari sejak awal adanya pelajaran komputer di sekolah di Indonesia yang di ajarkan ga pernah jauh dari produk proprietary tertentu. Padahal ini sama saja dengan mengajarkan putra putri penerus bangsa untuk terus berada dibawah ketiak perusahaan kapitalis proprietary, secara mereka tidak diberikan pilihan lain. Untung-untung klo orang tuanya bisa modalin anaknya untuk beli software original, klo ga bisa? Sama aja artinya pemerintah secara tidak langsung mendorong warganya untuk jadi maling! Apakah ini bukan pilih kasih?</p>
<p>Belum lagi kerjasama yang dilakukan oleh perusahaan proprietary tertentu dengan beberapa Universitas negeri ternama di Indonesia, apakah ini bukan pilih kasih?</p>
<p>Klo ane bilang, ini tidak lebih dari manuver yang dilakukan oleh pihak-pihak proprietary yang merasa dirugikan untuk menekan perkembangan open source di Indonesia, tidak lebih dari ketakutan terhadap pergerakan open source yang mulai menunjukkan keberhasilannya. Apakah kita mesti takut dan gentar? Toh tidak ada yang salah dengan gerakan open source selama ini. Gerakan open source justru mendorong agar terciptanya kesadaran akan hak cipta bukan sebaliknya.</p>
<p>Untuk teman-teman pendukung dan penggerak open source di Indonesia, jangan terlalu berbangga hati dulu, disatu sisi hal ini adalah kabar baik sangat baik malah, namun disisi lain kita harus lebih waspada dengan kemungkinan manuver-manuver lainnya. Perjuangan masih panjang. So, maju terus open source. Ganyang habis ketidakadilan dan  pembelengguan hak mendapatkan kebebasan untuk memilih software yang tepat  bagi perkembangan bangsa Indonesia!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/business/manuver-penjegalan-open-source-pemerintah-indonesia-pilih-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Microsoft Exchange? why not Zimbra, Scalix or Zarafa?</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/microsoft-exchange-why-not-zimbra-scalix-or-zarafa/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/business/microsoft-exchange-why-not-zimbra-scalix-or-zarafa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 08:09:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Computer]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[collaboration tools]]></category>
		<category><![CDATA[groupware]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft exchange]]></category>
		<category><![CDATA[scalix]]></category>
		<category><![CDATA[zarafa]]></category>
		<category><![CDATA[zimbra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama kompi yang biasa dipake buat oprek ga pernah di senggol2 karena seringkali keliling ditambah minimnya akses internet memadai buat update informasi. Akhirnya punya kesempatan juga buat update ni blog.
Topik kali ini sedikit lebih berat, karena pada dasarnya hanya digunakan oleh kelas corporate, but it&#8217;s ok, we just want to show you there&#8217;s [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sekian lama kompi yang biasa dipake buat oprek ga pernah di senggol2 karena seringkali keliling ditambah minimnya akses internet memadai buat update informasi. Akhirnya punya kesempatan juga buat update ni blog.</p>
<p>Topik kali ini sedikit lebih berat, karena pada dasarnya hanya digunakan oleh kelas corporate, but it&#8217;s ok, we just want to show you there&#8217;s no reason to keep your old viruses box! There&#8217;s thousand tools that you can use than that&#8217;s one.  <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apa sih Microsoft Exchange? Kenapa sih banyak perusahaan bersikeras bertahan ga mau migrasi gara2 tools satu ini?</p>
<p>Saat ini komputer tidak hanya digunakan untuk sekedar ketik mengetik, tidak hanya sekedar nulis imel atau liat facebook saja. Kebutuhan dasar bagi sebuah perusahaan dalam hal penggunaan komputer saat ini berfungsi untuk saling berkomunikasi dan berkolaborasi. Nah, disini fungsinya Microsoft Exchange. Sebuah tool kolaborasi ini, selain terintegrasi dengan sistem operasi yang sama2 buatan Microsoft, secara umum memiliki kemampuan untuk memanajemen surat elektronik (e-mail), kalender, kontak, dan tasks; dukungan untuk akses langsung dari Web dan juga perangkat bergerak; dan dukungan untuk penyimpanan data. Soundly like egroupware huh?</p>
<p>Walaupun fungsinya kurang lebih sama dengan groupware2 berbasis web seperti php-groupware, egroupware, opengoo dan kawan-kawannya itu, Microsoft Exchange terintegrasi dengan tools lain yang ada di sistem operasi Microsoft seperti Microsoft Outlook, Domain Control dll. Inilah yang membuat pengguna Microsoft Exchange akut ogah untuk migrasi.</p>
<p>Nah, yang jadi pertanyaannya sekarang, how you can save your money? Gimana caranya biar tetep menggunakan tools yang memiliki fungsi yang bisa dibandingkan telur dengan telur, namun tanpa harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit?</p>
<p>Like I say before, banyak tools groupware yang sebenernya bisa anda gunakan, namun secara umum, tools berikut adalah beberapa tools yang bisa dikatakan bener2 sebagai replacementnya Microsoft Exchange. Telur sama Telur.</p>
<p><strong>Zimbra</strong><br />
<em>www.zimbra.com</em></p>
<div class="shashin_image" style="width: 330px; float: o; clear: clear;"><a href="http://lh4.ggpht.com/_4hyi2shj_10/SzRyg5jUYII/AAAAAAAAAe4/DwnYL1kRPK0/shot-zimbra.jpg?imgmax=640" class="highslide" id="shashin_thumb_link_4" onclick="return hs.expand(this)"><img src="http://lh4.ggpht.com/_4hyi2shj_10/SzRyg5jUYII/AAAAAAAAAe4/DwnYL1kRPK0/shot-zimbra.jpg?imgmax=320" alt="" width="320" height="256" id="shashin_thumb_image_4" title="" /></a></div>
<p>Wuaah, yang satu ini ga perlu ditanya lagi, pengguna open source tingkat corporate tentunya klo di tanya soal pengganti Microsoft Exchange pasti yang pertama kali terbayang adalah Zimbra. Tools punyanya Yahoo! ini bener-bener kinclong dengan fitur yang bisa dibilang jauh melebihi Microsoft Exchange.</p>
<p>Kelebihan</p>
<ul>
<li>Kelebihan utama Zimbra dibanding pesaingnya adalah interface yang dimilikinya,</li>
<li>Punya desktop client sendiri sehingga tidak harus menggunakan web-browser,</li>
<li>Zimlet, tools untuk mengintegrasikan Zimbra dengan tool lain seperti forum dan lain sebagainya,</li>
<li>Reverse Engineering ActiveSync, sehingga bisa terintegrasi dengan gadget seperti Blackberry etc,</li>
<li>Konfigurasi tersimpan di LDAP datasource, dalam satu sisi ini sangat menguntungkan karena tingkat keamanan yang tinggi, disatu sisi ini satu kelemahan pada saat troubleshooting,</li>
<li>Selama kebutuhannya terpenuhi, Zimbra sangat mudah untuk di install,</li>
<li>Ajax-base technology</li>
</ul>
<p>Kelemahan</p>
<ul>
<li>Zimbra sebagaimana Microsoft Exchange sendiri, sangat rakus dengan memory,</li>
<li>Membutuhkan koneksi yang cukup cepat agar bisa nyaman menggunakan tools ini,</li>
<li>Tidak dapat disandingkan didalam satu mesin dengan Webserver yang sudah ada karena Zimbra memiliki tools sendiri untuk melakukan hal ini,</li>
<li>Membutuhkan akun root, sehingga tidak dapat di install di hosting server seperti Dreamhost dll.</li>
</ul>
<p><strong>Scalix</strong><br />
<em>www.scalix.com</em></p>
<div class="shashin_image" style="width: 330px; float: o; clear: clear;"><a href="http://lh4.ggpht.com/_4hyi2shj_10/SzRyghP9vbI/AAAAAAAAAew/axMPhX7uIG4/shot-scalix.jpg?imgmax=640" class="highslide" id="shashin_thumb_link_5" onclick="return hs.expand(this)"><img src="http://lh4.ggpht.com/_4hyi2shj_10/SzRyghP9vbI/AAAAAAAAAew/axMPhX7uIG4/shot-scalix.jpg?imgmax=320" alt="" width="320" height="257" id="shashin_thumb_image_5" title="" /></a></div>
<p>I love scalix, gabungan antara penggunaan memory yang reasonable dengan interface yang cukup enak dilihat, walaupun mungkin tidak sekinclong Zimbra, Tool kolaborasi punyanya Xandros ini sangat bisa di andalkan untuk menggantikan Microsoft Exchange.</p>
<p>Kelebihan</p>
<ul>
<li>Untuk yang sudah punya Microsoft Exchange namun harus memperbaharui lisensinya ga perlu takut, karena lisensi ActiveSync yang di punyai bisa di gunakan di Scalix. Karena Scalix menggunakan ActiveSync yang dimiliki Microsoft untuk melakukan syncronisasinya. Yang belum pernah pake Microsoft Exchange ga perlu khawatir, Fungsi syncronisasinya bisa digantikan oleh tools lain yang sama-sama open ource. Contoh: Funambol,</li>
<li>MAPI, integrasi yang dimilikinya bener2 terintegrasi dengan baik dengan Microsoft Outlook,</li>
<li>Konfigurasi tersimpan dengan baik didalam server Scalix yang kita install, sehingga troubleshooting cukup mudah,</li>
<li>Memanfaatkan aplikasi server yang sudah ada seperti Sendmail, Apache, Cyrus-SASL dl,</li>
<li>Lebih ringan dibandingkan Zimbra maupun Microsoft Exchange sendiri</li>
<li>Java Tomcat technology</li>
</ul>
<p>Kelemahan</p>
<ul>
<li>Menggunakan jendela terpisah untuk mail client di browser (pop-up),</li>
<li>Siap-siap kotor2 tangan untuk melakukan installasi.</li>
</ul>
<p><strong>Zarafa</strong><br />
<em>www.zarafa.com</em></p>
<div class="shashin_image" style="width: 330px; float: o; clear: clear;"><a href="http://lh3.ggpht.com/_4hyi2shj_10/SzRygi_MwYI/AAAAAAAAAe0/pVfYmfAA2y4/shot-zarafa.jpg?imgmax=640" class="highslide" id="shashin_thumb_link_6" onclick="return hs.expand(this)"><img src="http://lh3.ggpht.com/_4hyi2shj_10/SzRygi_MwYI/AAAAAAAAAe0/pVfYmfAA2y4/shot-zarafa.jpg?imgmax=320" alt="" width="320" height="256" id="shashin_thumb_image_6" title="" /></a></div>
<p>Zarafa bisa dibilang pemain baru apabila dibandingkan dengan dua aplikasi diatas. Dengan interface yang sangat mirip dengan Microsoft Exchange dan penggunaan Z-Sync (alternative open source untuk ActiveSync) membuat Zarafa sebagai tool yang cukup di perhitungkan. Selain itu, kecepatan akses yang sangat cepat dibanding pendahulunya diatas.</p>
<p>Kelebihan</p>
<ul>
<li>Interface sangat cepat di akses, jauh mengalahkan Scalix dan Zimbra,</li>
<li>Z-Sync, sehingga fungsi syncronisasi bener2 tidak tergantung dengan produknya Microsoft,</li>
<li>Support GoogleMaps &amp; SugarCRM,</li>
<li>Berbeda dengan dua aplikasi diatas yang gabungan antara open source &amp; komersil, Zarafa bisa dikatakan full open source. Dikembangkan dengan lisensi AGPL termasuk tools lainnya yang menggunakan lisensi GPL seperti Z-Sync, OpenMAPI</li>
</ul>
<p>Kelemahan</p>
<ul>
<li>Upps. Karena sudah tercover Z-Sync, Zarafa tidak dapat di integrasikan dengan Funambol, fungsi Syncronize untuk Blackberry cuma dapat dilakukan buat yang menggunakan BIS/BES. (I don&#8217;t like it, ga bisa pake di gprs-nya Blackberry, not recommended yang pake BB cuma sekedar gaya kek ane kekekkeke)</li>
</ul>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Intinya ga harus mahal2 beli lisensi Microsoft Exchange untuk penggunaan kolaborasi corporate anda, banyak aplikasi lain yang bukan sekedar alternatif, bahkan memiliki fitur yang jauh lebih unggul. Zimbra dengan berbagai fiturnya, Scalix dengan stabilitas dan ActiveSync bawaan Microsoftnya maupun Zarafa pemain baru yang sedang naik daun. BTW, kenapa open-exchange ga ana masukan di review ini? Like I say before, banyak tools kolaborasi yang sebenernya bisa digunakan, termasuk open-exchange. Bahkan tools yang cukup ampuh apabila anda tidak harus menggunakan akses web-base (hanya menggunakan Thunderbird &amp; Gadget seperti Blackberry atau handphone) ente bisa menggunakan SimpleGroupware. SimpleGroupware, sangat ringan dan cukup mudah di integrasikan dengan mail-client serta gadget, selain satu kekurangan utamanya. Interface web-base yang dimiliki SimpleGroupware tidak sesuai dengan namanya.. Simple kekekek&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/business/microsoft-exchange-why-not-zimbra-scalix-or-zarafa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Branding your Internet Cafe Business</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/branding-your-internet-cafe-business/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/business/branding-your-internet-cafe-business/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 05:06:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Jasa]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Warnet]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Cafe]]></category>
		<category><![CDATA[Kepuasan Pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[Os Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Promosi]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Operasi Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Warnet]]></category>
		<category><![CDATA[Warnet Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai pengusaha warnet, kadangkala kita tidak terlalu berpikir panjang tentang promosi dan branding. Yang penting pelanggan dateng, komputer terisi semua, setoran cukup itu sudah sebuah kepuasan buat kita selaku pengusaha. Namun benarkah demikian?
Di setiap seminar, ataupun ketemu dengan temen-temen warnet (khususnya warnet2 Linux) ane selalu menekankan bahwa bisnis warnet bukanlah bisnis sistem operasi, bisnis warnet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai pengusaha warnet, kadangkala kita tidak terlalu berpikir panjang tentang promosi dan branding. Yang penting pelanggan dateng, komputer terisi semua, setoran cukup itu sudah sebuah kepuasan buat kita selaku pengusaha. Namun benarkah demikian?</p>
<p>Di setiap seminar, ataupun ketemu dengan temen-temen warnet (khususnya warnet2 Linux) ane selalu menekankan bahwa bisnis warnet bukanlah bisnis sistem operasi, bisnis warnet adalah bisnis jasa, mau pake OS windos kek, OS linux kek atau OS macintosh sekalipun selama mindset kita blum beranggapan bahwa bisnis warnet adalah bisnis jasa akan cukup sulit. Bisnis jasa adalah bisnis yang mengedepankan pelayanan. Bisnis yang mengedepankan tentang bagaimana kita memberikan pelayanan maksimal terhadap pelanggan kita, walaupun mungkin kadangkala bagi sebagian pengusaha warnet akan lebih mudah klo OS yang digunakan adalah OS yang sudah biasa digunakan oleh user karena ada 1 poin yg tidak perlu kita pikirkan yaitu OS tadi.</p>
<p>Branding atau pencitraan adalah salah satu hal penting dalam menjual jasa. Walaupun secara umum branding bersifat <strong><em>intangible</em></strong> (tidak terlihat, tidak dapat dihitung) namun pada dasarnya branding memiliki posisi penting dalam mempertahankan dan meningkatkan pendapatan warnet. Branding bukanlah sesuatu yang muncul tiba2, branding adalah sesuatu yang harus kita bangun. Untuk kasus warnet yang menggunakan Linux, branding apa sih yang harus kita ciptakan?</p>
<p>Kita bisa memanfaatkan nature nya sistem operasi Linux ini untuk menciptakan branding warnet yang kita kelola, namun kita bisa pula menciptakan branding baru. Secara umum kelebihan sistem operasi Linux yang bersinggungan langsung dengan pengguna adalah sistem operasi yang lebih resistan terhadap serangan virus. Kita bisa menciptakan branding dengan memanfaatkan nature nya sistem operasi ini, bisa saja kita branding warnet kita sebagai warnet yg aman dari virus sehingga user tidak perlu khawatir pada saat mencolokkan flashdisk mereka di warnet kita misalnya&#8230;. atau kita bisa ciptakan sebuah branding bahwa warnet kita adalah satu satunya warnet yang nyaman browsing internet tanpa gangguan spyware misalnya. Intinya banyak branding yg bisa kita ciptakan tentang warnet kita, tinggal bagaimana kreatifitas dan tentunya kapasitas yang kita miliki dalam hal menciptakan branding ini.</p>
<p>Nah, lalu bagaimana dengan kasus misalnya di sekitar warnet kita sudah berjamur warnet Linux (ini terjadi di beberapa kota, tidak perlu ane sebutkan kotanya namun memang kenyataannya ada beberapa kota yang memang kondisinya seperti ini) otomatis kelebihan ini sudah tidak relevan, karena semua warnet sudah tentu menjual kelebihan bahwa warnetnya bebas virus sebagai branding warnetnya. Apabila ini yang terjadi, anda bisa menciptakan brand baru, bisa saja anda buat image warnet ente adalah warnet terbersih di kota ente, atau brand image apalah yang menurut ente bisa ente jual dan jadikan sebuah nilai lebih keunggulan warnet anda dibandingkan pesaing.</p>
<p><strong>Seberapa perlu branding dilakukan?<br />
</strong>Klo bicara seberapa perlu, harus kita kembalikan kediri masing2. Seperti ane katakan di awal tadi, branding bersifat intangible, bersifat tidak dapat dihitung (walaupun apabila kita mau telusuri secara detil, hampir semua hal bisa dihitung, termasuk masalah branding ini). Yang jelas, branding adalah salah satu efek positif dari perpaduan marketing dan pelayanan yang baik. Dengan semakin positif penilaian user terhadap branding warnet kita tentunya akan semakin meningkatkan pendapatan yang kita dapatkan.</p>
<p>So, sistem operasi apapun yang ada gunakan, selama ente mampu menciptakan citra/branding yang kuat InsyaAllah warnet ente tidak akan khawatir kekurangan pelanggan. Atau memang pada dasarnya ketidakmampuan ente menciptakan branding yang baik sehingga pada akhirnya ente menyalahkan sistem operasi yang warnet ente gunakan sebagai kambing hitam? sangat disayang kan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/business/branding-your-internet-cafe-business/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Monitoring Internet Cafe anda dengan Webcam Streaming!</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/webcam-streaming-to-control-and-monitor-linux-internet-cafe/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/business/webcam-streaming-to-control-and-monitor-linux-internet-cafe/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 00:32:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[controlling]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Cafe]]></category>
		<category><![CDATA[monitoring]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>
		<category><![CDATA[stream]]></category>
		<category><![CDATA[streaming]]></category>
		<category><![CDATA[Warnet]]></category>
		<category><![CDATA[warung internet]]></category>
		<category><![CDATA[webcam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Bingung memantau warnet banyak tapi lokasinya berjauhan? kenapa bingung? intip aja aktivitas yang sedang terjadi di warnet ente. Software nya? Wuaaah jangan ditanya&#8230; dari yang paling simple sampe yang paling ngejelimet ada&#8230;
Pengen yang super gaya kek di ruangan2 security di mall2 atau di hotel2? Ente bisa pake ZoneMinder! Atau pengen yang super simple dan ga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bingung memantau warnet banyak tapi lokasinya berjauhan? kenapa bingung? intip aja aktivitas yang sedang terjadi di warnet ente. Software nya? Wuaaah jangan ditanya&#8230; dari yang paling simple sampe yang paling ngejelimet ada&#8230;</p>
<p>Pengen yang super gaya kek di ruangan2 security di mall2 atau di hotel2? Ente bisa pake ZoneMinder! Atau pengen yang super simple dan ga boros resources? Banyak juga pilihannya&#8230; dari pake yang namanya CamStream sampe yang aneh2.</p>
<p>Dari yang streaming langsung uplut ke webserver atau yang ga makan bandwidth kecuali sedang kita aktivin&#8230; macem2 deh&#8230;.</p>
<div class="shashin_image" style="width: 330px; float: o; clear: clear;"><a href="http://lh4.ggpht.com/_4hyi2shj_10/Sf-IgA_0i2I/AAAAAAAAAYA/I6WLJF0l2zc/webcamserver.jpg?imgmax=640" class="highslide" id="shashin_thumb_link_8" onclick="return hs.expand(this)"><img src="http://lh4.ggpht.com/_4hyi2shj_10/Sf-IgA_0i2I/AAAAAAAAAYA/I6WLJF0l2zc/webcamserver.jpg?imgmax=320" alt="" width="320" height="256" id="shashin_thumb_image_8" title="" /></a></div>
<p>Screenshot webcam server di arahin ke 127.0.0.1 (localhost)</p>
<p>Salah satu software favorit yang ane suka adalah <strong>webcam server</strong>. Enteng, ga perlu live uplut ke webserver, cukup di aktivin aja di pc tempat webcam di taro dan klo perlu aja kita akses langsung ke tu pc.</p>
<p>Webcam server punya beberapa fasilitas, bisa akses via webserver ataupun direct langsung tembak ip dimana webcam server di aktifkan. Cara installnya pun gampang. Yang jelas make sure aja webcam udah bisa beroperasi dengan baik di Linux yang mo dipasangin tu webcam server, sama jangan lupa siapkan java (jre) di pc client tempat kita mo akses tu webcam.</p>
<p>Untuk pengguna Zencafe dan Slackware cukup download paket webcam server di <a href="ftp://slackware.linux.or.id/pub/people/zarathustra/webcamserver/" target="_blank">alamat ini</a>, ada 2 file, untuk server dan untuk client. klik kanan install di pc yang mo dijadiin target file untuk server webcamserver-0.50-i386-zrth.tgz dan extract file webcam_client.tar.gz di pc client. Cukup jalankan webcam_server di pc server atau jadikan sebagai autorun. Untuk client, jalankan file applet.jar dengan menjalankan perintah: /usr/lib/java/bin/java -classpath applet.jar WebCam 192.168.0.1 8888 (192.168.0.1 di ganti dengan ip target). Simple kan?</p>
<p>Untuk pengguna distro Linux lain bisa mendownload dari webnya http://webcamserver.sourceforge.net/</p>
<p>Goodluck! Selamat memantau warnet anda!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/business/webcam-streaming-to-control-and-monitor-linux-internet-cafe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Starter Entrepreneur, keep it (business) simple!</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/keep-entrepreneur-business-simple/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/business/keep-entrepreneur-business-simple/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 08:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[Middle Man]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Wiraswasta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.web.id/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Terus terang ane merasa ane belum termasuk satu dari sekian banyak pengusaha yang sukses. Masih jauh ketertinggalan yang ane rasakan. Banyak temen yang bilang klo ane tipe orang yang safety player, pengusaha dan wiraswasta yang berbisnis dengan mencari cara aman. Walaupun menurut ane tidak 100% apa yang mereka katakan benar, karena dalam hal bisnis selalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terus terang ane merasa ane belum termasuk satu dari sekian banyak pengusaha yang sukses. Masih jauh ketertinggalan yang ane rasakan. Banyak temen yang bilang klo ane tipe orang yang safety player, pengusaha dan wiraswasta yang berbisnis dengan mencari cara aman. Walaupun menurut ane tidak 100% apa yang mereka katakan benar, karena dalam hal bisnis selalu ada unsur yang namanya gambling. Namun 1 hal yang pasti, sampai saat ini ane belum tertarik untuk mengembangkan my business style dari &#8220;entrepreneur&#8221; ke &#8220;big coy ltd&#8221;. Perusahaan yang ane punya, dari dulu sampe sekarang masih memiliki struktur yang tidak sebesar perusahaan-perusahaan pada umumnya gunakan, demikian juga warnet. Progress percepatan usaha ane pun tidak bombastis. Perputaran uang pun tidak terlalu besar, masih puluhan juta perbulan belum ratusan juta atau milyaran rupiah kek kebanyakan entrepreneur lain. Keep on track and playing safe istilah ane.</p>
<p>Dari awal karir waktu jadi &#8220;pesaing guru&#8221; dengan jual disket &#8220;kipas sate&#8221; yang berisi DOS, WS, Lotus (I&#8217;m sorry for my highschool computer lecture at SMA 3 Bekasi for that, if you read this page of course <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ) pada waktu SMA, teknisi cabutan, jadi guru komputer, mendirikan badan usaha tahun 1999, buka warnet pada tahun 2000 sampai sekarang, I always on track, tidak pernah keluar dari usaha yang namanya komputer. Banyak sih teman-teman yang datang menawarkan bisnis lain. But selalu ane tolak dengan halus. Jangan terlalu berharap datang nemuin ane dengan ide gemilang bahwa usaha yang ente tawarkan akan menghasilkan sekian milyar langsung ane terima mentah-mentah. Ane tidak akan tertarik menceburkan diri apabila ane belum tau bagaimana menjalani dan mengatasinya. Mungkin memang ane termasuk orang yang takut akan perubahan, terutama perubahan bisnis radikal, dari selama ini bidang komputer yang ane tekuni ke bidang yang belum pernah ane jamah, atau bidang yang belum ane kuasai. Mungkin juga ane termasuk orang yang berpikiran tidak terlalu mau pusing dengan hal-hal yang tidak fokus dan harus terbagi-bagi.</p>
<p>Untuk setiap bidang yang ane tekuni, sedikit banyak ane terlibat langsung dalam struktur. Bisa dibilang tidak ada istilah &#8220;middle-man&#8221; di perusahaan yang ane punya ataupun warnet yang ane miliki (struktur organisasi entrepreneur berdasarkan pemahaman ane ada di bawah halaman ini). I like to control my coy (perusahaan), i like to be there, namun bukan berarti ane suka mencampuri apa yang karyawan kerjakan. Just do it with your style, as long as still on track. Selama apa yang mereka lakukan beres dan tidak berpotensi merugikan perusahaan, silahkan mereka lakukan dengan cara yang menurut mereka tepat.</p>
<p>Kenapa sih ane tidak melakukan sebagaimana temen-temen pengusaha yang lain? Bikin perusahaan, cari staff bidang akunting, hrd, dst, terus cari karyawan untuk masing2 bagian? Kan dengan cara ini akan jauh lebih enak, lebih leluasa buat bergerak.</p>
<p>Cara yang mereka lakukan adalah benar! Ane tidak menyalahkan, dan ane sependapat dengan mereka. Namun menurut ane cara ini sangat tidak efektif, tidak efisien untuk anda yang berusaha dengan modal pas-pasan, atau bisa dibilang merangkak dari bawah (it&#8217;s same like my coy, like i say before, i started my coy from bottom-line). Disatu pihak cara ini membutuhkan biaya. Di pihak lain cara ini akan membuat anda tidak bisa mengkontrol usaha anda. tapi ingat bukan berarti anda tidak perlu memperkerjakan karyawan, semua di handle sendiri dan ini salah besar! Selalu sisakan waktu anda untuk melakukan inovasi, don&#8217;t just stop there, jangan habiskan waktu anda hanya untuk mengerjakan pekerjaan yang sebenernya bisa dilakukan orang lain, selalu sisakan waktu anda.</p>
<p>Akan sangat sangat sakit apabila ada masalah! Siap-siap anda collaps! Kecuali anda memang punya reserve money untuk ngebackupnya. Klo ga? bisa-bisa nangis bombay deh <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dengan membuat perusahaan yang kita kelola tetap simple, dengan tetap membuat perusahaan kita berjalan dengan struktur yang masih bisa kita kontrol dan ter-menej dengan baik, sedikit banyak kita bisa antisipasi pada saat ada masalah, sehingga klo di ibaratkan jatuh dari sepeda, kita cuma menderita lecet-lecet kecil.</p>
<p>So, buat temen-temen yang baru buka usaha dan tidak didukung dana yang  besar, jangan takut untuk tetap terlibat di usaha yang anda tekuni (banyak starter entreprenur yang ane lihat, pada saat buka usaha langsung beranggapan bahwa dirinya bos, ga perlu melakukan ini itu). Cari karyawan untuk membantu operasional anda, namun carilah sesuai kebutuhan anda, tetap libatkan diri anda untuk hal-hal yang memang bisa anda kerjakan. Namun jangan lupa, jangan jebloskan diri anda 100% disitu, jangan beranggapan diri anda adalah superman dan bisa melakukan semuanya sendiri. No body can do everything, keep specialist and do what you can do only, nothing else. Tetap sediakan waktu luang dan energi agar anda dapat tetap melakukan inovasi, agar anda dapat meningkatkan income anda. Hey, I still &#8220;IT guy&#8221; for my own internet cafe, that&#8217;s why I use Linux for my Internet cafe OS, it&#8217;s help me much to maintain that! No viruses, no ugly probs (BSOD, etc), no ilegal use anxious and no pain <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.ahardiena.web.id/wp-content/uploads/2008/11/struktur1.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-146" title="Struktur Entrepreneur" src="http://www.ahardiena.web.id/wp-content/uploads/2008/11/struktur1-300x225.png" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
Struktur Small Business Entrepreneur</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.ahardiena.web.id/wp-content/uploads/2008/11/struktur2.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-147" title="Struktur Perusahaan" src="http://www.ahardiena.web.id/wp-content/uploads/2008/11/struktur2-300x225.png" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
Struktur Perusahaan pada umumnya</p>
<p>It&#8217;s doesn&#8217;t mean you must believe my opinion. i can&#8217;t judge this business strategy fit for you or not. It&#8217;s work for mine, but doesn&#8217;t mean it&#8217;s work for you too. Be wise for that, this is just five cent from small entrepreneur people&#8230;..</p>
<p>Please share you opinion&#8230; if you think you have other great strategy, please don&#8217;t mind to share with us&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/business/keep-entrepreneur-business-simple/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IGOS Summit 2: Next Step to Indonesia Goes Open Source!</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/business/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 00:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Obrolan]]></category>
		<category><![CDATA[IGOS]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.uni.cc/computer/linux/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/</guid>
		<description><![CDATA[IGOS yang di deklarasikan oleh 5 (lima) lembaga pemerintah yaitu Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) pada tahun 2004 lalu telah menggulirkan sedikit banyak dukungan pemerintah terhadap penggunaan produk Open Source di Indonesia. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>IGOS yang di deklarasikan oleh 5 (lima) lembaga pemerintah yaitu Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) pada tahun 2004 lalu telah menggulirkan sedikit banyak dukungan pemerintah terhadap penggunaan produk Open Source di Indonesia. Walaupun belum sampai tingkat dukungan secara penuh namun disini kita perlu melihat bahwa sudah ada kemauan pemerintah untuk mendukung berkembangnya Open Source di negara yang kita cintai ini.  IGOS Summit yang digelar pada 16-17 November 1996 menghasilkan keputusan untuk “Komitmen dan Kesepakatan bersama yang lebih luas di seluruh instansi pemerintah, lembaga lain serta komunitas untuk penggunaan software legal aplikasi berbasis OSS yang akan dituangkan dalam Grand Skenario  OSS tahun 2010 – 2014”.  Kegiatan IGOS Summit 2 yang merupakan kegiatan lanjutan dari IGOS Summit pertama akan diselenggarakan pada tanggal 27 – 28 Mei 2008 di JaCC (Belakang Grand Indonesia, HI) Jl. Kebon Kacang Raya, Waduk Melati, Tanah Abang Jakarta diharapkan dapat lebih meningkatkan semangat dan dukungan masyarakat terhadap kegiatan yang dilaksanakan pemerintah tersebut.  <strong>Selasa 27 Mei 2008</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="10" width="100%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td align="center" bgcolor="#bbb7b7"><strong>Waktu</strong></td>
<td align="center" bgcolor="#bbb7b7"><strong>Seminar &amp; Workshop</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>09.00-10.00</td>
<td>Registrasi Peserta Seminar &amp; Workshop</td>
</tr>
<tr>
<td>10.00-10.30</td>
<td>Pembukaan Acara IGOS Summit 2</td>
</tr>
<tr>
<td>10.30-10.45</td>
<td>Penyerahan Penghargaan Apresiasi IGOS</td>
</tr>
<tr>
<td>10.45-11.00</td>
<td>Penandatanganan Deklarasi IGOS 2</td>
</tr>
<tr>
<td>11.00-12.00</td>
<td>Press Conference</td>
</tr>
<tr>
<td>12.00-13.00</td>
<td align="center">Istirahat, sholat dan makan siang</td>
</tr>
<tr>
<td>13.00-16.00</td>
<td>Talkshow “Free/Open Source Software Sebagai Solusi Dalam Mengatasi Penggunaan Software Ilegal”Pembicara:- Kombes Petrus R. Golose (Kepala Unit Cyber Crime &#8211; BARESKRIM POLRI)- Andy Noorsaman Sommeng (Dirjen HKI &#8211; Departemen Hukum dan HAM)- Anjar Hardiena (Pengusaha Warnet)  &#8211; DPR *  &#8211; Donny A. Sheyoputera (BSA)  Moderator: Cahyana Ahmadjayadi (Dirjen Aplikasi Telematika &#8211; Depkominfo)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Rabu 28 Mei 2008</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="1" width="100%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td align="center" bgcolor="#bbb7b7"><strong>Waktu</strong></td>
<td align="center" bgcolor="#bbb7b7"><strong>Seminar &amp; Workshop</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>08.30-09.00</td>
<td>Registrasi Peserta Seminar &amp; Workshop</td>
</tr>
<tr>
<td>09.00-10.00</td>
<td>Talkshow “Independensi dan Perlindungan Data Bagi Pemerintah dan Dunia Industri Menggunakan Open Document Format (ODF)”Pembicara:- Engkos Koswara (Kementerian Negara Riset dan Teknologi )- Armein Langi (ITB)  &#8211; Ang Djok An (SUN Microsystems)  Moderator: Romi Satrio Wahono</td>
</tr>
<tr>
<td>10.00-12.00</td>
<td>Talkshow: “Keuntungan Penggunaan Free/Open Source Software di Pemerintahan, Pendidikan dan Bisnis”Pembicara:- Bupati Jembrana *- Harry Sufehmi (Rimba Linux)  &#8211; Bambang Nurcahyo Prastowo (UGM)  &#8211; Perusahaan Swasta Pengguna OpenSource  Moderator: Soegiharto Santoso</td>
</tr>
<tr>
<td>12.00-13.00</td>
<td align="center">Istirahat, sholat dan makan siang</td>
</tr>
<tr>
<td>13.00-15.00</td>
<td>Workshop &amp; Demo: “Next Generation Network (NGN)/VOIP dan ENUM berbasis Open Source”Pembicara: Onno W. Purbo</td>
</tr>
<tr>
<td>15.00-15.30</td>
<td>Pengumuman dan Pemberian Penghargaan Pemenang Kompetisi FOSS Tingkat SMP dan SMA</td>
</tr>
<tr>
<td>15.30-16.00</td>
<td>Penutupan IGOS Summit 2Oleh: Idwan Suhardi (Kementerian Negara Riset dan Teknologi)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a href="http://summit.foss-id.web.id" target="_blank"><img src="http://summit.foss-id.web.id/wp-content/uploads/2008/03/banner-summit-personal.jpg" alt="I Support IGOS Summit 2" /></a> Catatan: Mudah-mudahan kegiatan-kegiatan seperti ini berkembang menjadi kesadaran nasional dan salah satu langkah untuk men-gol-kan penggunaan Open Source sebagai kurikulum pendidikan di Indonesia yang saat ini masih mengarah terhadap penggunaan produk tertentu. Amien.  Anyway, untuk teman-teman yang tertarik menggunakan Open Source di warnetnya atau teman-teman yang baru akan membuka warnet jangan lupa kunjungi stand pameran AWALI (Asosiasi Warnet Linux &amp; Open Source Indonesia) di acara tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/business/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kredit, Antara Bos dan Karyawan</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/kredit-antara-bos-dan-karyawan/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/business/kredit-antara-bos-dan-karyawan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 07:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.uni.cc/business/kredit-antara-bos-dan-karyawan/</guid>
		<description><![CDATA[Sebenernya ini bukan sebuah analisa, bahkan bisa ane bilang cukup bias. Karena ini tidak mewakili perusahaan kredit secara keseluruhan. Ini cuma kejadian kecil yang ane alami. Ga terlalu kruasial dan ga harus dipermasalahkan.
Kejadiannya beberapa waktu yang lalu ane iseng liat produk di toko temen, karena ga ada uang cash ane mo urungkan niat deh, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenernya ini bukan sebuah analisa, bahkan bisa ane bilang cukup bias. Karena ini tidak mewakili perusahaan kredit secara keseluruhan. Ini cuma kejadian kecil yang ane alami. Ga terlalu kruasial dan ga harus dipermasalahkan.</p>
<p>Kejadiannya beberapa waktu yang lalu ane iseng liat produk di toko temen, karena ga ada uang cash ane mo urungkan niat deh, tapi rupanya tokonya terima kredit. Wuah mayan nih, pengen ngerasain yang namanya belanja nyicil&#8230; Karena sistem kredit di toko temen ini menggunakan leasing, ngurus-ngurus deh tuh, padahal ane seumur2 belom pernah beli barang dengan sistem kredit&#8230;. Ane siapin deh tuh kebutuhannya, karena ane wiraswasta, yang dibutuhkan Fotokopi KTP, SIUP, NPWP dan rekening koran, berhubung rekening koran hanya terbit 1 bulan sekali dan diawal bulan akhirny disetujui ga perlu rekening koran, cukup fotokopi tabungan, wah klo tabungan ane agak bermasalah, karena tabungannya biasanya cuma dipake buat transaksi alias terima transferan doang duit ditabungan sifatnya cuma lewat, masuk terus keluar lagi&#8230; ga ada duitnya&#8230;. but who care, adanya cuma itu&#8230;</p>
<p>Angka yang dikreditpun biasa aja. Klo mo sabar tahan napas satu bulan bisa lah kebeli&#8230;. Karena memang tujuannya pengen nyobain yang namanya belanja nyicil ga masalah lah, ane ambil deh tuh kreditan. Nah yang sedikit lucu proses yang ane alami selama pengajuan aplikasi ini&#8230;. Dari temen anenya seh ga masalah, malah beliau sangat ngebantu ane untuk masalah proses di tokonya&#8230;. Tinggal masalah di pihak kredit&#8230;. Untuk dapat disetujui, pihak kredit melakukan survey sana sini, survey kerumah, survey kantor trus telpon sana telpon sini yang menurut ane &#8220;cukup&#8221; bikin repot&#8230; Ampe bisa dibilang seluruh dunia tau klo ane gi ngambil kredit&#8230; cape deh&#8230;. Tau gini mending bayar cash deh&#8230;.</p>
<p>Jauh berbeda dengan pengalaman karyawan ane pada saat dia kredit motor yang harganya sekian lipat dari harga kredit yang ane ajukan&#8230; Cukup kasih foto kopi KTP sama slip gaji terakhir. Prosesnya pun jauh lebih mudah, Pihak kredit menelpon kekantor (ga sampe dateng survey kekantor segala) dan habis itu survey kerumah, selesai beberapa hari kemudian dikirim deh tuh motor yang notabene harga kreditnya jauh lebih mahal daripada harga kredit ane yang &#8220;cuma&#8221; separonya, Ga harus tau apakah tu karyawan bayar pajak apa ngga, Ga harus tau apakah tempat tu karyawan kerja fiktif atau ngga, dan sebagainya&#8230;. Bertolak belakang dengan klo kita ngajuin bukan sebagai karyawan, di minta NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) lah, di minta SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) lah banyak deh &#8230;..</p>
<p>Klo tau gitu, nyamar jadi karyawan deh, mungkin kejadiannya ga akan serepot yang ane alami, tinggal bikin slip gaji, terus suruh sapa kek tanda tangan, sekretaris kek, bendahara kek sapa lah&#8230;.. Beres deh&#8230;.. Lagian ane ga kepikiran sampe situ, orang namanya juga iseng-iseng&#8230;</p>
<p>Dari kejadian ini, kesimpulan sementara yang ane ambil Wiraswasta ngga cocok untuk kredit barang&#8230;.. Perusahaan kredit jauh lebih percaya karyawan yang ane gaji dibanding ane selaku &#8220;bos&#8221; yang menggaji karyawan ???? Cape deh&#8230;</p>
<p>Mudah-mudahan sih ini cuma unique case aja, cuma kejadian yang ane alami&#8230;. Mudah-mudahan ga dialami ma temen-temen yang lain&#8230;.. <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/business/kredit-antara-bos-dan-karyawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Speedy turun harga</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/speedy-turun-harga/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/business/speedy-turun-harga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 May 2006 04:53:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahardiena.uni.cc/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Setelah banyaknya komentar tentang tingginya harga Internet di Indonesia akhirnya Telkom menurunkan harga salah satu produknya &#8220;Speedy&#8221;. Produk unlimited yang tadinya dipatok dengan harga Rp. 3,8 juta ini turun harga menjadi Rp. 2 juta untuk pengguna rumahan. Angka yang sangat spektakuler, walaupun harga ini masih dibilang cukup mahal dibandingkan dengan negara tetangga, namun kebijakan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah banyaknya komentar tentang tingginya harga Internet di Indonesia akhirnya Telkom menurunkan harga salah satu produknya &#8220;Speedy&#8221;. Produk unlimited yang tadinya dipatok dengan harga Rp. 3,8 juta ini turun harga menjadi Rp. 2 juta untuk pengguna rumahan. Angka yang sangat spektakuler, walaupun harga ini masih dibilang cukup mahal dibandingkan dengan negara tetangga, namun kebijakan ini cukup menjanjikan karena sedikit banyak bisa meringankan biaya akses yang selama ini dikeluhkan masyarakat.</p>
<p>Sejalan dengan iklan internet go school yang dipromosikan oleh Telkom baru baru ini, produk ini serasa berjalan beriringan. Karena bagaimana mungkin dunia pendidikan untuk mendapatkan akses internet murah apabila tidak ada yang memfasilitasi? Dunia usaha saja masih merasa cukup berat dengan biaya akses internet saat ini, apa lagi dunia pendidikan?</p>
<p>Mudah- mudahan hal ini menjadi era baru bagi Telkom untuk lebih mementingkan kepentingan orang banyak daripada hanya mencari keuntungan semata. Mudah- mudahan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/business/speedy-turun-harga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IndoeBAY Angin segar untuk pengguna PayPal di Indonesia</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/indoebay/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/business/indoebay/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2005 20:45:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahardiena.uni.cc/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Paypal, hmm&#8230;sudah sering rasanya kita mendengar kata ini. Tetapi apa sih sebenarnya Paypal? Apa sih manfaatnya? Buat kita yang sering belanja online tentunya agak riskan apabila kita harus menebarkan nomor kartu kredit kita. Banyaknya &#8216;mata&#8217; yang bisa dengan &#8216;mudah&#8217; melihat dan memanfaatkan nomor tersebut. Sebenarnya Paypal hampir memiliki kesamaan dengan Alat Transaksi Online lainnya. Namun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Paypal, hmm&#8230;sudah sering rasanya kita mendengar kata ini. Tetapi apa sih sebenarnya Paypal? Apa sih manfaatnya? Buat kita yang sering belanja online tentunya agak riskan apabila kita harus menebarkan nomor kartu kredit kita. Banyaknya &#8216;mata&#8217; yang bisa dengan &#8216;mudah&#8217; melihat dan memanfaatkan nomor tersebut. Sebenarnya Paypal hampir memiliki kesamaan dengan Alat Transaksi Online lainnya. Namun media ini cukup melindungi transaksi anda apabila anda tau bagaimana cara memanfaatkannya, terutama apabila anda memanfaatkan jasa IndoEBAY, sebuah media transaksi online Indonesia.</p>
<p>Sedikit trik untuk mengamankan transaksi online anda dengan memanfaatkan dua media diatas tadi adalah sebagai berikut:</p>
<p>Mendaftarlah di IndoEBAY (www.indoebay.com) daftarkan juga 1 account di Paypal.com terserah dengan alamat dimana saja karena toh acount paypal ini cuma sebagai batu loncatan anda, karena dana anda sebenarnya ada di di IndoEBAY, atau klo anda merasa masih kurang aman dana yg anda deposit di IndoEBAY hanya sebesar dana yang anda ingin transaksikan, karena backdoor utama ada di bank anda (BCA/Mandiri) sehingga lebih aman. Setelah kedua account tadi anda daftarkan, biak IndoEBAY maupun Paypal, nah gunakan urutan seperti ini, transfer dari bank anda ke IndoEBAY sesuai biaya transaksi yg anda butuhkan, transfer lagi dari IndoEBAY anda ke Paypal, baru kemudian dari Paypal anda transfer ke Paypal perusahaan yang anda ingin membeli barang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/business/indoebay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelanggengan Pelanggan</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/kelanggengan-pelanggan/</link>
		<comments>http://www.ahardiena.web.id/business/kelanggengan-pelanggan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Feb 2005 13:19:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahardiena.uni.cc/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin anda pernah mendengar sebuah anekdot dimana dikatakan bahwa ada perbedaan antara tukang arang dengan toko Cina, dimana tukang arang mematok harga tinggi dan memberikan keuntungan besar kepadanya dengan pemikiran bahwa toh kecil kemungkinan dia akan menjual kepada pelanggan tersebut lagi dan toko Cina menjual dengan harga yang tidak terlalu tinggi dan memberikan keuntungan kecil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin anda pernah mendengar sebuah anekdot dimana dikatakan bahwa ada perbedaan antara tukang arang dengan toko Cina, dimana tukang arang mematok harga tinggi dan memberikan keuntungan besar kepadanya dengan pemikiran bahwa toh kecil kemungkinan dia akan menjual kepada pelanggan tersebut lagi dan toko Cina menjual dengan harga yang tidak terlalu tinggi dan memberikan keuntungan kecil dengan harapan pelanggan akan terus kembali kepadanya dan menjadi pelanggan tetapnya. Inti dari cerita tersebut adalah bagaimana kita meraih &#038; mempertahankan pelanggan agar tidak lari dan berpindah dari kita. Fakta mengatakan bahwa tidak ada usaha tanpa kehadiran pelanggan. Bagaimana menjaga pelanggan anda agar tidak berpindah dari anda? Saya akan mencoba mengulasnya di artikel singkat ini.</p>
<p><strong>1. Tatap muka</strong><br />
Banyak orang menganggap bahwa bertatap muka dengan pelanggan adalah suatu hal yang menakutkan apabila anda belum pernah melakukannya. Usahakan anda mendobrak paradigma ini, lakukanlah untuk pertama kalinya dan selanjutnya hal ini akan menjadi suatu hal yang mudah dan bukan suatu yang menakutkan lagi. Lakukanlah dengan berusaha untuk tenang, santai, dan cobalah untuk menanyakan apa yang mereka butuhkan. Saya percaya bahwa pelanggan potensial akan menghabiskan lebih dari setengah waktu pertemuan untuk berbicara, biarkan mereka melakukannya karena pada dasarnya setiap orang ingin didengarkan dan yakinkanlah diri anda bahwa saat itu anda sedang mencapai sebuah penjualan.</p>
<p><strong>2. Berikan respon secepatnya dan informasi terbaru terhadap pelanggan</strong><br />
Menunggu telpon atau email dari calon pelanggan adalah suatu hal yang membosankan dan kadang- kadang kita harus menunggu berhari- hari untuk mendapatkannya (terutama untuk usaha yang baru dirintis). Hanya saja apabila anda telah menerimanya berikanlah respon secepatnya terutama untuk email, pastikan anda membukanya minimal 1-2 kali perhari, satu hal yang perlu anda catat, hanya untuk membuka dan membalas email, jangan gunakan waktu tersebut untuk sambil surfing atau melihat2 di Internet karena justru hal inilah yang mengakibatkan anda memboroskan waktu anda online anda. Toh ini tidak akan memboroskan biaya selama tujuan anda hanya untuk membuka dan membalas secepatnya. Siapkan waktu anda setengah jam setiap harinya, 5 menit untuk membuka email setiap kalinya. Gunakan Outlook Express, Microsoft Outlook atau program pembuka email lainnya untuk mempercepat prosesnya, Apabila anda menggunakan email gratis kami sangat menyarankan anda untuk menggunakan Yahoo! karena anda dapat dengan mudah mengkonversinya untuk dibuka melalui program pembuka diatas dengan menggunakan software pembantu Yahoo!POP (Freeware) atau Web2Pop (Shareware 30 hari), luangkan 10 menit untuk membalas email- email yang memerlukan balasan, dengan cara ini anda hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk dua kali mencheck dan membalas email setiap harinya dengan biaya sekitar Rp.4500,- atau +/- sekitar Rp.2000,- atau Rp.3000,- untuk online di Warnet cukup murahkan? Bahkan jika anda belum dapat menyelesaikan masalah yang mereka hadapi, biarkan pelanggan tahu bahwa anda sedang mengerjakannya</p>
<p><strong>3. Bersahabat dan mendengarkan</strong><br />
Beberapa teman mengatakan kepada saya bahwa mereka dapat mendengar sebuah senyuman melalui telepon. Dan ini benar. Sangatlah penting untuk bersahabat, mendengarkan dan membuat pelanggan anda merasa anda sebagai teman mereka yang sedang mencoba untuk membantu. Perlu dicatat untuk selalu berpikiran jernih, berikan klien anda respon sebaik mungkin, dan lebih dari semua itu cobalah untuk bersabar dan bersikap tenang.</p>
<p><strong>4. Mekanisme Pelayanan Pelanggan yang jelas</strong><br />
Mungkin hal ini tidak begitu penting ketika anda baru memulai sebuah usaha, tetapi peraturan pelayanan pelanggan yang jelas akan menghemat banyak waktu. Jika pelanggan mempunyai masalah, apa yang harus mereka lakukan? Jika pilihan pertama tidak memecahkan masalah, apa yang selanjutnya mereka lakukan? Apakah mereka harus menghubungi orang yang berbeda untuk tagihan dan masalah teknik? Jika mereka merasa tidak nyaman atau sesuai dengan jawaban dari setiap aspek pelayanan pelanggan, siapa yang harus mereka hubungi? Sangat memusingkan bagi klien apabila mereka merasa dilempar dari orang yang satu keorang yang lain. Pastikan mereka mengetahui secara pasti kemana mereka harus pergi.</p>
<p><strong>5. Berikan perhatian yang lebih pribadi terhadap pelanggan</strong><br />
Pernahkah anda menerima kartu ucapan Selamat Ulang Tahun dari perusahaan dimana anda menjadi pelanggan mereka? Pernahkan anda mengirimkan surat konfirmasi atau sesuatu hal yang bersifat lebih pribadi? Hal ini memang akan memakan waktu anda lebih banyak bahkan kadang lebih banyak memakan biaya, tetapi ingat untuk selalu melakukannya karena ini akan menunjukan seberapa perduli anda dan yang lebih penting pelanggan akan merasa lebih diterima, dibutuhkan dan dihargai. Cobalah.</p>
<p><strong>6. Antisipasi kebutuhan klien dan lakukan sesuatu untuk membantu mereka</strong><br />
Kadangkala hal ini lebih mudah diucapkan dibanding dilakukan. Bagaimanapun hal ini akan menjadikan kerjasama anda menjadi lebih menakjubkan terutama bagi mereka.</p>
<p><strong>7. Tepati janji anda</strong><br />
Mungkin ini adalah poin terpenting dalam artikel ini. Jelasnya ketika anda menjanjikan sesuatu, lakukan. Setiap klien tidak ingin dikecewakan. Kadangkala, sesuatu tidak sesuai dengan semestinya atau anda gagal menepati deadline walaupun itu bukan kesalahan anda. Proyek bisa terlambat, teknologi dapat gagal, dan sub- kontraktor bisa saya mengirimkan produk pesanan anda tidak pada waktunya. Dalam kasus ini permintaan maaf secepatnya harus dilakukan.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong><br />
Pelanggan adalah aspek vital dari bisnis dan pelayanan pelanggan adalah kunci dasar dimana membutuhkan banyak waktu untuk membuat anda terlatih untuk melakukannya. Bayangkan bagaimana apabla bisnis anda tidak memiliki pelanggan? Bagaimana anda memenuhi kebutuhan perusahaan anda? Membayar gaji karyawan anda? Perlu diingat jadikan pelanggan sebagai teman yang harus selalu anda rangkul dan mereka pasti akan kembali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahardiena.web.id/business/kelanggengan-pelanggan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
