<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: IGOS Summit 2: Next Step to Indonesia Goes Open Source!</title>
	<atom:link href="http://www.ahardiena.web.id/business/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ahardiena.web.id/business/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/</link>
	<description>A. Hardiena Personal Blog - Provided Business, Linux and Webdesign articles with personal touch for your simple pleasure.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Aug 2010 11:24:45 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Segmentfault</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/comment-page-1/#comment-525</link>
		<dc:creator>Segmentfault</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 08:00:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.uni.cc/computer/linux/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/#comment-525</guid>
		<description>Kenapa Tidak menggunakan Python atau lazarus atau gambas yang bisa kita manfaatkan untuk pembangunan application under linux ... tinggal keterbiasaan aja kok.untuk mengoprasionalkan program tersebut... mau gampang lagi udah kesiniin  source codenya biar saya conver ke bahasa itu :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa Tidak menggunakan Python atau lazarus atau gambas yang bisa kita manfaatkan untuk pembangunan application under linux &#8230; tinggal keterbiasaan aja kok.untuk mengoprasionalkan program tersebut&#8230; mau gampang lagi udah kesiniin  source codenya biar saya conver ke bahasa itu <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Segmentfault</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/comment-page-1/#comment-522</link>
		<dc:creator>Segmentfault</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 08:41:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.uni.cc/computer/linux/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/#comment-522</guid>
		<description>Mudah2an aja pada bangun wong sudah siang begini masih saja molor :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mudah2an aja pada bangun wong sudah siang begini masih saja molor <img src='http://www.ahardiena.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cakBrodin</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/comment-page-1/#comment-521</link>
		<dc:creator>cakBrodin</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 03:21:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.uni.cc/computer/linux/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/#comment-521</guid>
		<description>betul mas anjar, di DJP ajah sistem pelaporan elektronik (eSPT) yg notabene dibangun dr VB yg berback-end Access, bener2 tidak netral. 
Padahal output-nya bisa distandarkan format XML, bukannya pakai CSV seperti selama ini.
Kapan ya ada pelatihan openSource Programming ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>betul mas anjar, di DJP ajah sistem pelaporan elektronik (eSPT) yg notabene dibangun dr VB yg berback-end Access, bener2 tidak netral.<br />
Padahal output-nya bisa distandarkan format XML, bukannya pakai CSV seperti selama ini.<br />
Kapan ya ada pelatihan openSource Programming ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: A. Hardiena</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/comment-page-1/#comment-520</link>
		<dc:creator>A. Hardiena</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 21:51:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.uni.cc/computer/linux/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/#comment-520</guid>
		<description>Betul sekali mas denic, saat ini sebagian besar instansi masih menggunakan aplikasi yang tidak linux friendly termasuk di Departemen Keuangan, dan sebagian besar aplikasi tersebut adalah aplikasi tailor-made yang dibuat oleh programmer-programmer yang mayoritas adalah programmer yang sejak awal di besarkan oleh &quot;windows&quot;.

Alangkah baiknya aplikasi-aplikasi yang sekarang ini digunakan secara perlahan di ubah menjadi aplikasi yang mendukung multiplatform seperti java. Atau minimal membuat aplikasi dengan menggunakan software yang bisa lintas platform seperti Lazarus yang apabila dibutuhkan dapat dengan mudah untuk di konversi ke sistem operasi lain seperti Linux.

Mudah-mudahan programmer-programmer mitra pemerintah ini menyadari kesalahannya dan mau sedikit bersusah payah untuk kemajuan bangsa ini. Selain itu bukankah pada saat perusahaan/instansi memulai suatu proyek ada standar tertentu yang harus di jalankan oleh mitra (vendor) nya dan multiplatform ini adalah satu hal yang perlu ditekankan pada saat merencanakan pembuatan aplikasi sebagai salah satu pandangan kedepan agar tidak terjadi pemborosan proyek? Ataukah para pengambil keputusannya yang tidak mengerti tentang aplikasi yang akan dibuat dan hanya mengikuti apa kata mitra (vendor) ? Apa kata dunia? kekeke . . .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul sekali mas denic, saat ini sebagian besar instansi masih menggunakan aplikasi yang tidak linux friendly termasuk di Departemen Keuangan, dan sebagian besar aplikasi tersebut adalah aplikasi tailor-made yang dibuat oleh programmer-programmer yang mayoritas adalah programmer yang sejak awal di besarkan oleh &#8220;windows&#8221;.</p>
<p>Alangkah baiknya aplikasi-aplikasi yang sekarang ini digunakan secara perlahan di ubah menjadi aplikasi yang mendukung multiplatform seperti java. Atau minimal membuat aplikasi dengan menggunakan software yang bisa lintas platform seperti Lazarus yang apabila dibutuhkan dapat dengan mudah untuk di konversi ke sistem operasi lain seperti Linux.</p>
<p>Mudah-mudahan programmer-programmer mitra pemerintah ini menyadari kesalahannya dan mau sedikit bersusah payah untuk kemajuan bangsa ini. Selain itu bukankah pada saat perusahaan/instansi memulai suatu proyek ada standar tertentu yang harus di jalankan oleh mitra (vendor) nya dan multiplatform ini adalah satu hal yang perlu ditekankan pada saat merencanakan pembuatan aplikasi sebagai salah satu pandangan kedepan agar tidak terjadi pemborosan proyek? Ataukah para pengambil keputusannya yang tidak mengerti tentang aplikasi yang akan dibuat dan hanya mengikuti apa kata mitra (vendor) ? Apa kata dunia? kekeke . . .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: denic</title>
		<link>http://www.ahardiena.web.id/business/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/comment-page-1/#comment-519</link>
		<dc:creator>denic</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 05:57:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.ahardiena.uni.cc/computer/linux/igos-summit-2-next-step-to-indonesia-goes-open-source/#comment-519</guid>
		<description>Pak Anjar... mohon disampaikan tentang pemberian tekanan kepada Departemen Keuangan RI yang sampai sekarang hanya mengembangkan aplikasi under foxpro dan visual basic. Celakanya aplikasi itu dipaksakan kepada seluruh instansi (baik swasta maupun pemerintah selain Depkeu) yang berhubungan atau mempunyai kebutuhan dengan Depkeu. Mungkin kata kunci ini bisa dijadikan start untuk menjadi bukti pemaksaan itu. Kata kunci tsb adalah...
Aplikasi SPM (Surat Perintah Membayar), RKAKL, SAKPA, SAKPB, e-SPT, dan masih banyak lagi yang semuanya dipaksakan untuk dipakai bila mau berhubungan dengan Depkau baik di pusat maupun daerah. Tentu ini sangat menghambat perkembangan perjuangan kita untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap microsoft windows.

salam,
denic wibowo
staf Departemen Keuangan RI</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Anjar&#8230; mohon disampaikan tentang pemberian tekanan kepada Departemen Keuangan RI yang sampai sekarang hanya mengembangkan aplikasi under foxpro dan visual basic. Celakanya aplikasi itu dipaksakan kepada seluruh instansi (baik swasta maupun pemerintah selain Depkeu) yang berhubungan atau mempunyai kebutuhan dengan Depkeu. Mungkin kata kunci ini bisa dijadikan start untuk menjadi bukti pemaksaan itu. Kata kunci tsb adalah&#8230;<br />
Aplikasi SPM (Surat Perintah Membayar), RKAKL, SAKPA, SAKPB, e-SPT, dan masih banyak lagi yang semuanya dipaksakan untuk dipakai bila mau berhubungan dengan Depkau baik di pusat maupun daerah. Tentu ini sangat menghambat perkembangan perjuangan kita untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap microsoft windows.</p>
<p>salam,<br />
denic wibowo<br />
staf Departemen Keuangan RI</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
