Branding your Internet Cafe Business
May 31st, 2009, 11 KomentarSebagai pengusaha warnet, kadangkala kita tidak terlalu berpikir panjang tentang promosi dan branding. Yang penting pelanggan dateng, komputer terisi semua, setoran cukup itu sudah sebuah kepuasan buat kita selaku pengusaha. Namun benarkah demikian?
Di setiap seminar, ataupun ketemu dengan temen-temen warnet (khususnya warnet2 Linux) ane selalu menekankan bahwa bisnis warnet bukanlah bisnis sistem operasi, bisnis warnet adalah bisnis jasa, mau pake OS windos kek, OS linux kek atau OS macintosh sekalipun selama mindset kita blum beranggapan bahwa bisnis warnet adalah bisnis jasa akan cukup sulit. Bisnis jasa adalah bisnis yang mengedepankan pelayanan. Bisnis yang mengedepankan tentang bagaimana kita memberikan pelayanan maksimal terhadap pelanggan kita, walaupun mungkin kadangkala bagi sebagian pengusaha warnet akan lebih mudah klo OS yang digunakan adalah OS yang sudah biasa digunakan oleh user karena ada 1 poin yg tidak perlu kita pikirkan yaitu OS tadi.
Branding atau pencitraan adalah salah satu hal penting dalam menjual jasa. Walaupun secara umum branding bersifat intangible (tidak terlihat, tidak dapat dihitung) namun pada dasarnya branding memiliki posisi penting dalam mempertahankan dan meningkatkan pendapatan warnet. Branding bukanlah sesuatu yang muncul tiba2, branding adalah sesuatu yang harus kita bangun. Untuk kasus warnet yang menggunakan Linux, branding apa sih yang harus kita ciptakan?
Kita bisa memanfaatkan nature nya sistem operasi Linux ini untuk menciptakan branding warnet yang kita kelola, namun kita bisa pula menciptakan branding baru. Secara umum kelebihan sistem operasi Linux yang bersinggungan langsung dengan pengguna adalah sistem operasi yang lebih resistan terhadap serangan virus. Kita bisa menciptakan branding dengan memanfaatkan nature nya sistem operasi ini, bisa saja kita branding warnet kita sebagai warnet yg aman dari virus sehingga user tidak perlu khawatir pada saat mencolokkan flashdisk mereka di warnet kita misalnya…. atau kita bisa ciptakan sebuah branding bahwa warnet kita adalah satu satunya warnet yang nyaman browsing internet tanpa gangguan spyware misalnya. Intinya banyak branding yg bisa kita ciptakan tentang warnet kita, tinggal bagaimana kreatifitas dan tentunya kapasitas yang kita miliki dalam hal menciptakan branding ini.
Nah, lalu bagaimana dengan kasus misalnya di sekitar warnet kita sudah berjamur warnet Linux (ini terjadi di beberapa kota, tidak perlu ane sebutkan kotanya namun memang kenyataannya ada beberapa kota yang memang kondisinya seperti ini) otomatis kelebihan ini sudah tidak relevan, karena semua warnet sudah tentu menjual kelebihan bahwa warnetnya bebas virus sebagai branding warnetnya. Apabila ini yang terjadi, anda bisa menciptakan brand baru, bisa saja anda buat image warnet ente adalah warnet terbersih di kota ente, atau brand image apalah yang menurut ente bisa ente jual dan jadikan sebuah nilai lebih keunggulan warnet anda dibandingkan pesaing.
Seberapa perlu branding dilakukan?
Klo bicara seberapa perlu, harus kita kembalikan kediri masing2. Seperti ane katakan di awal tadi, branding bersifat intangible, bersifat tidak dapat dihitung (walaupun apabila kita mau telusuri secara detil, hampir semua hal bisa dihitung, termasuk masalah branding ini). Yang jelas, branding adalah salah satu efek positif dari perpaduan marketing dan pelayanan yang baik. Dengan semakin positif penilaian user terhadap branding warnet kita tentunya akan semakin meningkatkan pendapatan yang kita dapatkan.
So, sistem operasi apapun yang ada gunakan, selama ente mampu menciptakan citra/branding yang kuat InsyaAllah warnet ente tidak akan khawatir kekurangan pelanggan. Atau memang pada dasarnya ketidakmampuan ente menciptakan branding yang baik sehingga pada akhirnya ente menyalahkan sistem operasi yang warnet ente gunakan sebagai kambing hitam? sangat disayang kan…
Disclaimer. Articles in this site is free under license described at the bottom page. I don't expected any donation, but I really appreciated if you do that, it's help me to maintain this site. Feel free to donate to BCA account 5770564877 or Mandiri 167-00-0025062-0 (Indonesian Bank).
Artikel lainnya...
- Zencafe 1.0 has been released
- Zencafe 1.4 has been released.
- Starter Entrepreneur, keep it (business) simple!
- Zencafe across the globe
- IGOS: Desakan pemerintah dan omongkosong!!!
Anjar Hardiena, motivator dan pengguna open source, mendapat penghargaan yang sekaligus juga menjadi kado ulang tahunnya dari pemerintah Indonesia ditandatangani Menkominfo M. Nuh dan diserahkan oleh Menristek Kusmayanto Kadiman, Mei 2008. Bekerja sebagai Linux Product Owner & Cloud Computing Consultant di Infinys System Indonesia, sebuah perusahaan pioneer untuk produk Cloud Computing di Indonesia. Selain itu penyuka wisata kuliner ini juga beraktivitas sebagai koordinator IGOS Center untuk wilayah Bekasi, Pembina Asosiasi Warnet Linux & Open Source Indonesia dan Pembina Komunitas Pengguna Linux Bekasi.


Delly
May 31st, 2009
“OS yang sudah biasa digunakan oleh user karena ada 1 poin yg tidak perlu kita pikirkan yaitu OS tadi.” <– memang tidak perlu dipikirkan, dengan catatan : kalau OS yang biasa digunakan oleh user adalah Linux, tapi kalau yang biasa digunakan oleh user adalah OS mahal? pasti terpikir juga biaya pembelian lisensi
belum lagi kalau dibahas mengenai tingkat ketahanannya, dikemudian hari akankah memerlukan maintenance berkala dengan skala waktu lebih cepat, dsb…
A. Hardiena
May 31st, 2009
Maksudnya poin yg tidak perlu di pikirkan disini lebih ke masalah ketidakpercayaan diri pengusaha warnet om. klo dibilang user friendly, seberapa user friendly yang dibutuhkan user seh? intinya orang ke warnet kan ingin browsing, buka email, buka facebook, dll yg bisa dikatakan pake os apapun bisa dilakukan.
Kasus yang mecolok adalah soal game (walau pada prakteknya memang blom banyak warnet linux yg memproklamirkan diri sebagai gamecenter) sebenernya klo dibilang Linux ga punya game itu salah besar, game di Linux banyak dan bagus2, perbandingan aja Counter-Strike dengan Urban Terror menurut ane justru jauh lebih bagus Urban Terror.
Nah permasalahannya adalah user sudah terbiasa dengan game2 “korea” yg biasanya windos only dan si pengusaha gak PD untuk menjual game “baru” yang belum biasa digunakan pelanggannya, padahal klo kita meliat apa yg ane sampaikan di artikel tadi, apapun yg os bahkan aplikasi/game yg jadi fasilitas warnet kita, selama kita bisa think creative tentang bagaimana menjual jasa ane rasa ga ada masalah.
Klo soal maintenance jangka panjang dan lain sebagainya, ane rasa kita sama2 tau lah OS apa yang paling nyaman
bgung_dS
May 31st, 2009
kok sepertinya komen saya ada yang kepotong ya…
tak ulang aja x ya.. mohon dihapus saja komen saya yang atas..
sekedar urun rembug… perbedaan yang paling membingungkan dari user masalah OS linux ini adalah:
gimana ngesave data ke flasdisk…? flashdisknya di mana sih, mau ngupload foto ke fs/fb nih?
kalo mengenai yang lain sih… sepertinya ga ada masalah.
mengenai game… kurang tau juga, soalnya hanya warnet aj je. bukan gamecentre .
tapi sejauh yang aq tau, ada beberapa browser base game yang layak kok buat dimainkan(dijual). saat ini ada 1 yang lagi saya tekuni dan nantinya akan ditambahkan dalam menu warnetq.judulnya adalah aurora blade… mungkin bisa jadi alternatif. mmorpg 2d game yang bagus buat linux box(browser based sih jadi bisa jalan di mana aja)< ga cocok sama judulnya ya (branding)
kalo game yang ada client linux nya bisa dicoba yang ini pak http://www.regnumonlinegame.com
sekedar cerita lagi
beberapa hari yang lalu ada yang istall netcut di salah satu ZC (pake Wine, wine sebenernya buat mirc aj sih),
Alhamdulillah.. gag jalan… bayangkan kalo seandainya pake OS mahal itu.. pasti kejadian lag n rto client yang lain kesedot bandwidthnya sama orang yang lagi download casino royale (800mega) tersebut.
nah… biaya maintenance juga akhirnya sedikit berkurang…
sekian… terima kasih
bgung
dreamSyber
acmal
June 4th, 2009
emang om, mesti percaya diri (+ siap2 capek belajar) kalo pake linux
)
tinggal milih, capek belajar ato capek maintenance?
)
@bgung,
)
)
sudah ada xchat pake mirc lagi? capede
hati2 loh pake wine, sudah terbukti bisa nularin virus
bgung_dS
June 7th, 2009
@acmal: he he he…
Rudy Hartono
June 10th, 2009
sangat disayangkan Google Chrome belum ada versi native nya
padahal browser pendatang baru ini mulai menggeser posisi opera menjadi jawara browser setelah mozilla tentunya
Pradna
June 21st, 2009
branding di tptq : “internet lebih cepat”
karna emang,dibanding OS mahal, sepertinya akses di linux lebih cepat (padahal speed-nya sama)
apalagi kl Chrome dah tersedia buat linux
Rudy Hartono
June 23rd, 2009
@Pradna : Kabar gembira Google Chrome sudah tersedia untuk linux, ini versi native jadi nggak pakai wine buat installnya. Langsung Sedot disini :
http://dl.google.com/linux/direct/google-chrome-unstable_current_i386.deb
maydina
September 1st, 2009
Kalopun berjamur internet cafe dengan linux di tempat warnet linux yang kita dirikan, tetep aja branding/identitas warnet kita akan tetep bisa eksis jika memiliki keunikan tersendiri baik itu dari segi pelayanan, etc. Misal warnetnya dipadukan dengan warkop..n suasananya dibuat cozy…tentu akan berbeda nila/value addednya dengan yang lain…Selain itu positioning dari warnet yang kita buat juga turut mempengaruhi ke-eksis-an warnet kita..jadi jangan takut bersaing jika branding n positioningnya kuat..tentu saja ditunjang dengan komunikasi pemasaran yang efektif (mas anjar pasti dah tahu..dikau kan ahlinya..dah praktek kan hehehe)
andika
March 12th, 2010
Menurut saya sebuah usaha adalah hasil buah pikir dan kreasi serta pengalaman dari seseorang, seorang pengusaha harus siap untuk untung dan rugi, dan kedua hal itu dapat kita lihat dengan lebih tau apa yg konsumen inginkan. harga dan letak warnet itu bukan tolok ukur maju&mundurnya warnet. yg hrs dipikirkan adalah kenyamanan didalam warnet agar pengunjung betah dan puas. sebenarnya membangun warnet itu ada berbagai macam alasan dan tujuan, sehingga dalam pelaksanaannya pengusaha warnet, jujur saya dari kecil terbiasa dengan komputer dari pentium 2 sampe skrg, dan sejak SMA saya sudah mempunyai banyak pekerjaan sambilan sebagai teknisi komputer yang akhirnya menjadikan tambahan pengalaman hingga saat ini. dan akhirnya dengan segala pengalaman serta sedikit modal akhirnya saya membangun usaha warnet dirumah, yang kesemuanya buah hasil dari pengalaman yg saya dapatkan.
andika
March 12th, 2010
google chrome tu masih kalah sama opera 10